Stasiun Tanah Abang Disiapkan Layani 300 Ribu Penumpang per Hari pada 5 Tahun ke Depan - Koran Mandalika

Stasiun Tanah Abang Disiapkan Layani 300 Ribu Penumpang per Hari pada 5 Tahun ke Depan

Senin, 30 Juni 2025 - 17:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas Modern dan Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Stasiun Transit Strategis di Masa Depan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya KAI Commuter terus mengakselerasi modernisasi layanan di Stasiun Tanah Abang. Sebagai salah satu stasiun transit tersibuk di Jabodetabek, pengembangan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat urban yang semakin tinggi.

“Berdasarkan proyeksi lima tahun ke depan, Stasiun Tanah Abang diperkirakan akan melayani hingga 300.000 pengguna Commuter Line per hari. Saat ini saja, rerata volume penumpang harian mencapai sekitar 215.395 orang, terdiri dari 48.478 penumpang naik, 45.823 penumpang turun, dan 121.094 penumpang transit setiap harinya. Angka ini menunjukkan bahwa kapasitas eksisting stasiun yang maksimal hanya 150.000 penumpang per hari sudah tidak lagi memadai,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanah Abang merupakan titik transit penting di Jakarta yang melayani dua lintas utama Commuter Line, yakni Lintas Bekasi/Cikarang dan Lintas Rangkasbitung. Pembenahan menyeluruh menjadi langkah strategis untuk mengurangi kepadatan dan memastikan kenyamanan pelanggan di stasiun ini.

“Pada 2024, total perjalanan Commuter Line yang melewati Tanah Abang berjumlah 467 perjalanan per hari, terdiri dari 262 perjalanan Lintas Bekasi dan 205 Lintas Rangkasbitung. Tahun ini, 2025, KAI Commuter menambah frekuensi menjadi 485 perjalanan per hari, yakni 281 lintas Bekasi dan 204 lintas Rangkasbitung. Peningkatan ini dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan pengguna yang terus terjadi setiap tahunnya,” tambah Anne.

Baca Juga :  BRI Finance Pertahankan Kinerja Solid di Tengah Tantangan Ekonomi Nasional

Lonjakan tersebut juga tercermin dari tren peningkatan jumlah pengguna pada masing-masing lintas. Pada Lintas Bekasi/Cikarang, jumlah pengguna naik dari 71.636.443 orang pada 2023 menjadi 84.426.385 orang pada 2024, atau tumbuh sebesar 17,8 persen. Sementara itu, Lintas Serpong/Rangkasbitung mencatat kenaikan dari 62.085.471 orang pada 2023 menjadi 69.999.362 orang pada 2024, atau tumbuh sebesar 12,7 persen. Selama periode Januari hingga Mei 2025, kedua lintas tersebut telah melayani total 64.719.958 pengguna, terdiri dari 33.494.440 penumpang di Lintas Bekasi/Cikarang dan 31.225.518 penumpang di Lintas Serpong/Rangkasbitung. Data ini menegaskan semakin tingginya mobilitas masyarakat di koridor-koridor utama penyangga Ibu Kota.

Rata-rata volume penumpang pada Mei 2025 menunjukkan intensitas tinggi baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Weekday mencatat penumpang naik 48.478 orang dan turun 45.823 orang, sedangkan pada weekend, volume naik 35.016 orang dan turun 33.834 orang. Penumpang transit pun sangat dominan, mencapai 121.094 orang per hari pada weekday dan 113.474 orang per hari pada weekend.

Berdasarkan Feasibility Study, peningkatan kapasitas dilakukan melalui pembangunan stasiun baru yang mampu menampung hingga 300.000 penumpang per hari. Hal ini mencakup penambahan jalur aktif dari 4 menjadi 6, serta penambahan jumlah peron dari 2 menjadi 4. Proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), KAI, KAI Commuter, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Dukung Pelatihan “UMKM Naik Kelas” Kementerian BUMN untuk Dorong Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Modernisasi ini mencakup beragam pekerjaan fisik dan teknis yang ditangani oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), meliputi perluasan bangunan stasiun, pembangunan concourse baru menuju Peron 3 dan 4, penambahan jalur aktif dan peron, pengembangan sistem sintel dan LAA, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jatibaru, serta tahapan pekerjaan yang dimulai sejak Februari 2025 dan berlanjut hingga akhir tahun dengan aktivasi gedung baru, pembukaan gate tambahan, serta penguatan sistem operasional dan infrastruktur pendukung.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pelebaran Jalan Taman Jatibaru–Citarum, pembangunan JPO Kantor Dinas Teknis, serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun. KAI menangani penataan area parkir dan sistem e-ticketing, pengembangan plaza dan halaman stasiun, termasuk penyediaan kanopi dan fasilitas integrasi antarmoda.

“Pekerjaan pengembangan ini juga mempertimbangkan aspek inklusivitas. Gedung baru Stasiun Tanah Abang telah dilengkapi lift, eskalator, dan guiding block untuk menunjang aksesibilitas penyandang disabilitas,” ujar Anne.

Modernisasi Stasiun Tanah Abang adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan KAI untuk menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dengan peningkatan ini, KAI tidak hanya menyiapkan fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan volume pengguna, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Tanah Abang akan menjadi model stasiun transit masa depan,” tutup Anne.

Berita Terkait

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086
Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital
Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2
BP Tapera dan Bank bjb Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan bagi MBR di Jawa Barat
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang
Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast
Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:02

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

Berita Terbaru