Koran Mandalika, Mataram – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat masih belum merata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, bangunan permanen hanya ada di Kabupaten Lombok Utara, namun masih belum beroperasi.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB, Ahmad Masyhuri, mengatakan di daerah lain masih menunggu giliran pembangunan.
“Persiapan yang lain pasti di ACC segera dibangun di Sumbawa sama Lombok Tengah kayaknya. Harapannya sih bisa segera juga di Bima dan di Lombok Timur,” katanya, Rabu (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyhuri menjelaskan bahwa kendala yang kerap ditemui adalah status tanah. Ia melanjutkan, syarat tanah untuk pembangunan ialah tidak dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), Lahan Sawah di Lindungi (LSD), dan status tanah yang lain
“Itu ternyata di satu lokasi bisa ada dua, tiga, status tanahnya ada LSD juga KP2B juga. Nah itu enggak bisa dibangun, harus di clear kan dulu,” jelasnya.
Ia menuturkan lokasi tanah yang dipakai untuk bangunan Sekolah Rakyat masih aman, atau bukan tanah sengketa.
“Jadi kalau tanahnya itu enggak ada masalah tidak sengketa, tanah milik pemprov bersertifikat gitu-gitu. Enggak ada masalah, landai lagi,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemerataan pembangunan Sekolah Rakyat permanen ditargetkan pada pertengahan 2027.
“Pertengahan tahun depan itu sudah bisa dibangun di Bima. Kalau yang lain itu Oktober ini sudah ada yang mulai proses administrasi, kayak lelang,” imbuhnya. (dik)






