Thai-Swiss ERP Catat Rekor Lebih dari 400.000 Transaksi di Jaringan Hedera, Targetkan Asia Tenggara Jadi Pusat Inovasi Industri Global - Koran Mandalika

Thai-Swiss ERP Catat Rekor Lebih dari 400.000 Transaksi di Jaringan Hedera, Targetkan Asia Tenggara Jadi Pusat Inovasi Industri Global

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Era baru efisiensi operasional industri di Indonesia resmi dimulai. Solusi arsitektur terdesentralisasi ini juga memiliki potensi adopsi yang sangat besar bagi sektor manufaktur dan pabrik skala besar di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi Industry 4.0. Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas celah birokrasi sistem konvensional, mengoptimalkan transparansi rantai pasok, serta mempercepat target digitalisasi industri nasional secara menyeluruh.

JAKARTA, INDONESIA – 15 Oktober 2026 – Thai ERP Co., Ltd., pengembang platform Thai-Swiss ERP, hari ini resmi mengumumkan pencapaian besar dalam pengembangan Sistem Operasi Industri Terdesentralisasi (Decentralized Industrial Operations). Platform ini berhasil memproses dan memvalidasi lebih dari 400.000 transaksi langsung dari lini produksi (Live Production Transactions) menggunakan jaringan blockchain publik Hedera Hashgraph.

Pencapaian ini merupakan hasil dari riset mendalam dan pengembangan teknik inti yang dilakukan secara intensif selama satu tahun penuh. Bersamaan dengan momentum ini, perusahaan juga resmi meluncurkan token industri internal bernama TERP, serta membuka integrasi penuh untuk transaksi menggunakan koin bawaan Hedera, yaitu HBAR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliran data (Data Stream) dari pabrik nyata ini dicatat dan diamankan secara permanen menggunakan kriptografi, yang transparansinya dapat diverifikasi secara publik oleh siapa saja melalui Hedera Testnet Topic 0.0.10847543. Sistem ini mengumpulkan data teknis (telemetry) secara real-time dari 3 unit lengan robot ABB, 1 unit lengan robot KUKA, dan 2 unit mesin CNC. Setiap 15 detik, sistem merekam data stempel waktu (timestamp), status operasional, nama program yang sedang berjalan, hingga jumlah siklus kerja perangkat (cycle counts) langsung dari lantai pabrik. Saat ini, arsitektur sistem sedang ditingkatkan untuk mendongkrak kapasitas performa hingga 600.000 transaksi per minggu.

Menjembatani Mesin Multi-Vendor ke Blockchain Publik (DLT)

Baca Juga :  Kampus Pertama & Terbaik Penyelenggara Kuliah Jarak Jauh (Kuliah Online) di Indonesia Lagi Buka Pendaftaran Loh!

Setelah melalui pengembangan kontrol utama selama lebih dari 12 bulan, platform ini berhasil mendobrak batasan konektivitas antara sistem otomatisasi pabrik tradisional dan modern. Thai-Swiss ERP mampu mengintegrasikan mesin dari berbagai produsen global melalui sistem REST/APIs dengan latensi rendah (low-latency). Sistem ini mengambil data teknis mentah dari mesin, memvalidasinya, dan langsung mencatatnya ke dalam rekam produksi ERP (ERP Production Records). Proses ini menciptakan riwayat operasional dengan tingkat keamanan tertinggi yang tidak dapat diubah atau dimanipulasi oleh siapa pun setelah tercatat.

Sistem konektivitas yang saat ini telah aktif beroperasi meliputi:

3 Unit Lengan Robot ABB — Kontroler: IRC5 | Protokol: Robot Web Services (RWS) API

1 Unit Lengan Robot KUKA — Kontroler: KRC4 | Protokol: Ethernet KRL (EKI) REST API

1 Unit Mesin CNC Haas — Kontroler: Haas NGC | Protokol: Haas Connect MTConnect API

1 Unit Mesin CNC Mazak — Kontroler: Mazatrol SmoothG | Protokol: MTConnect REST API

Selain uji coba awal ini, arsitektur terbuka (open architecture) milik Thai-Swiss ERP dirancang agar bersifat ramah multi-vendor (vendor-agnostic). Sistem ini memiliki fitur Plug-and-Play yang siap dihubungkan dengan berbagai merek mesin dan kontroler terkemuka dunia lainnya seperti Okuma, FANUC, Siemens, DMG MORI, Makino, Mitsubishi Electric, DN Solutions (Doosan), NUM Corporation, dan ProtoTRAK. Frekuensi pemantauan data juga dapat disesuaikan secara fleksibel, mulai dari pengiriman data berkecepatan tinggi setiap 1 detik untuk perusahaan multinasional (MNC), hingga setiap 30 detik untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Struktur Komersial yang Akurat & Likuiditas Token Global

Thai ERP Co., Ltd. memilih Hedera Hashgraph karena mekanisme konsensus asynchronous Byzantine Fault Tolerant (aBFT) yang unggul, mampu menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik, serta memiliki struktur biaya jaringan yang stabil. Karena biaya jaringan Hedera dipatok tetap terhadap Dolar AS (USD), Thai-Swiss ERP dapat memberikan kepastian biaya kepada pelanggan melalui struktur harga yang dapat diprediksi secara akurat.

Baca Juga :  Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

Biaya layanan dasar untuk pemantauan mesin standar bagi segmen UKM dimulai dari Rp990.000 per mesin per bulan. Untuk pabrik skala besar dengan ratusan mesin yang beroperasi bersamaan, Thai-Swiss ERP menawarkan harga khusus berdasarkan volume penggunaan (volume-based pricing). Selain itu, pelaku industri juga dapat melakukan up-grade ke layanan keanggotaan tahunan penuh (annual subscription) seharga Rp314.000.000 per tahun.

Dalam hal pembayaran, meskipun token TERP berfungsi sebagai mekanisme utama untuk penyelesaian otomatis antar-mesin (Machine-to-Machine / M2M), platform ini juga menerima koin HBAR untuk transaksi. HBAR memiliki likuiditas global yang tinggi dan sangat mudah diakses. Di Indonesia, pelaku usaha dan investor dapat membeli serta memperdagangkan HBAR secara legal dengan Rupiah (IDR) melalui bursa aset digital terkemuka yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto dan Indodax.

“Tim insinyur kami telah bekerja keras sepanjang tahun lalu untuk membangun jembatan tanpa hambatan antara perangkat keras industri tradisional, sistem operasional backend berbasis arsitektur UNIX, dan blockchain publik,” ujar Tongpian Freiburghaus, CEO Thai-Swiss ERP. “Setiap aktivitas mesin diselesaikan secara otomatis melalui TERP atau HBAR, menciptakan ekosistem ekonomi token internal yang mandiri. Saat ini kami sedang memperluas arsitektur ini untuk mencakup seluruh siklus bisnis komersial, mulai dari pesanan pembelian (PO), faktur (invoice), hingga dokumen kontrak, guna memastikan setiap tahap divalidasi di atas blockchain.

“Solusi arsitektur terdesentralisasi ini juga memiliki potensi adopsi yang sangat besar bagi sektor manufaktur dan pabrik skala besar di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi Industry 4.0.“

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Transformasi Digital Bisnis Entertainment: Pemilik F&B Mulai Lirik Konsep Hybrid Karaoke dan Resto
Media Info Grup Indonesia menyatakan Kesiapan Melayani Kebutuhan Media Intelligence di Pasar Indonesia Melalui Acara Grand Launch
Kartu Pokemon dan Kripto Punya Kesamaan? COO FLOQ Ungkap Faktanya di ICP 2026
Barantum Hadirkan Webinar untuk Bahas Strategi Bisnis Pasca 1 Oktober
Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00

MFOS Round 4 × Kejurnas ITCR 2026: Persaingan Memanas, Dua Race Jadi Penentu Akhir Pekan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru