Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota - Koran Mandalika

Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota

Sepulang dari Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok (23-26 September 2026), Pendiri Sanct Social Sion Abednego membagikan tiga catatan dari sesi temu bisnis dan area pameran: pemerintah Tiongkok mendukung perusahaan rintisannya dari riset hingga peluncuran; setiap kota memiliki bidang inovasi yang ditugaskan untuk ditumbuhkan; dan teknologi berjalan berdampingan dengan budaya, yang terlihat pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur ketika satu kota keluar rumah untuk menikmati bulan purnama. Ia juga menyampaikan langkah Sanct Social selanjutnya: menindaklanjuti satu peluang kemitraan dari Hangzhou dan berencana kembali pada 2027.

Jakarta, 8 Oktober 2026 — Pendiri Sanct Social Sion Abednego membagikan tiga catatan dari keikutsertaannya dalam delegasi bisnis Indonesia di Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok, pada 23-26 September 2026. Catatan itu ia himpun dari dua hari sesi temu bisnis dengan perusahaan teknologi Tiongkok dan kunjungan ke area pameran.

Catatan pertama: dukungan dari riset hingga peluncuran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sion, pemerintah Tiongkok mendukung perusahaan rintisannya sejak tahap riset dan pengembangan hingga produknya siap dipasarkan. Dalam pandangannya, dukungan inilah yang memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan harga yang sulit ditandingi, karena risiko di sisi produksi tidak sepenuhnya ditanggung sendiri oleh perusahaan.

“Yang kami lihat di meja temu bisnis bukan perusahaan yang sedang merencanakan produk, melainkan perusahaan yang produknya sudah diproduksi massal dan dijual,” ujar Sion dalam keterangan resmi, Kamis (8/10). “Kartu pemroses AI, asisten suara, model AI untuk industri, kacamata pintar, semuanya sudah ada harganya. Itu hasil dari dukungan yang panjang, bukan dari satu dua tahun.”

Baca Juga :  Pitch Hub Perdana di Jakarta: Kolaborasi Startup untuk Mendorong Dampak Positif

Catatan kedua: setiap kota punya tugas inovasi

Dari percakapan selama sesi temu bisnis, Sion mencatat bahwa setiap kota di Tiongkok memiliki bidang inovasi yang ditugaskan untuk ditumbuhkan dengan cepat. Hangzhou tidak dirancang untuk menyamai Shenzhen atau Shanghai, melainkan memiliki perannya sendiri. Di area pameran, dinding “AI Hangzhou” merangkum enam bidang penerapan kota itu dalam satu kata, WEALTH: wellness, education, art, life, transport, health (kesejahteraan, pendidikan, seni, kehidupan, transportasi, kesehatan).

Catatan ketiga: teknologi dan budaya berjalan bersama

Kunjungan ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada 25 September 2026, yang di Tiongkok dirayakan dengan kue bulan dan berkumpul memandang bulan purnama. Pada pukul 23.30, jalan-jalan Hangzhou masih dipadati warga yang keluar rumah untuk menikmati bulan; pertokoan tetap buka dan trotoar ramai hingga pukul 02.00 dini hari. Di Hefang Street yang bersejarah, seorang pelukis jalanan menggambar potret pengunjung di atas kipas kertas dalam beberapa menit.

“Teknologinya luar biasa, dan cara mereka mendukung startup layak kita pelajari,” ujar Sion. “Tapi yang paling membekas buat saya justru malam bulan purnama: satu kota keluar rumah untuk menikmati bulan bersama. Di Hangzhou orang mengutip penyair kota itu sendiri, Su Shi: 但愿人长久,千里共婵娟. Dàn yuàn rén chángjiǔ, qiānlǐ gòng chánjuān. Artinya: semoga kita panjang umur, dan meski terpisah ribuan kilometer, tetap memandang bulan yang sama. Sanct Social dibangun untuk perasaan itu, bagi orang-orang yang tidak bisa berada di kota yang sama.”

Baca Juga :  Accero: Pilihan Ekonomis Aksesoris Pintu & Jendela dengan Kualitas Terbaik

Ucapan yang terdengar di mana-mana malam itu: 中秋快乐. Zhōngqiū kuàilè. Selamat Festival Pertengahan Musim Gugur.

Di tepi sungai

Pada jamuan makan malam delegasi di atas kapal, setelah upacara penutupan GDTE, gedung-gedung di kedua tepi sungai menyala menjadi satu layar raksasa. Hampir semua orang di geladak menyaksikannya melalui layar ponsel masing-masing.

Ia menambahkan, “Semua orang melihat pemandangan yang sama, tapi masing-masing dari balik layar ponselnya. Sanct Social dibangun supaya pukul enam sore orang-orang terdekat kita berkumpul di satu tempat, bersama, walau tinggal di kota yang berbeda.”

Langkah selanjutnya

Dari rangkaian sesi temu bisnis di Hangzhou, satu peluang kemitraan kini dalam tahap tindak lanjut, dan Sanct Social berencana kembali ke Tiongkok pada 2027 untuk melihat prototipenya. “Kami pulang dengan pekerjaan rumah, bukan dengan pengumuman,” ujar Sion. “Yang pasti, Hangzhou mengajarkan kami bahwa produk yang baik lahir dari dukungan yang panjang dan dari orang-orang yang mau duduk semeja.”

Tentang Sanct Social

Sanct Social adalah aplikasi sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga, tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%
BP Tapera dan BTN Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja PT Nikomas Gemilang
Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Hadirkan Akomodasi dan Fasilitas Meeting Nyaman di Jantung Wisata Pulau Dewata
Jawaban CS Terpotong-potong? Rapikan agar Biaya WhatsApp Lebih Efisien
Dari Konter HP Menjadi Pengusaha 7 Outlet BRILink, Ohim Abdurrohim Kembangkan Bisnis dan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:28

Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting

Senin, 2 November 2026 - 15:12

Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda

Senin, 2 November 2026 - 07:26

DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak

Minggu, 1 November 2026 - 17:13

DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:54

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:28

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:14

Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:35

Cegah Pernikahan Anak, Dinas KB Loteng Bidik Kasus yang Tak Terlaporkan

Berita Terbaru