Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, Menteri PU: Penanganan Banjir Harus Sentuh Hulu, Sabo Dam Jadi Solusi - Koran Mandalika

Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, Menteri PU: Penanganan Banjir Harus Sentuh Hulu, Sabo Dam Jadi Solusi

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, Menteri PU: Penanganan Banjir Harus Sentuh Hulu, Sabo Dam Jadi Solusi

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bandang tidak cukup hanya dilakukan di bagian hilir, melainkan harus menyentuh sumber persoalan di wilayah hulu sungai.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tenggara, Minggu (11/1/2026). Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali sedimen (sabo dam) dan check dam merupakan salah satu solusi masa depan untuk menahan material kayu, batu, dan sedimen agar tidak terbawa aliran sungai saat hujan deras.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” ujar Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah hulu, Kementerian PU merencanakan pembangunan check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Aceh membutuhkan sekitar 30 hingga 40 titik lokasi dam, terutama di daerah rawan banjir bandang di Aceh Tenggara dan hulu Sungai Alas. Pembangunan ini ditargetkan terlaksana secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi prioritas.

Menteri Dody menekankan bahwa perbaikan infrastruktur konektivitas, seperti jembatan, tidak akan efisien tanpa pengendalian di hulu.

Baca Juga :  Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

“Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ungkap Menteri Dody.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Dody meninjau langsung Jembatan Pantai Dona yang membentang di atas Sungai Alas. Jembatan ini merupakan akses vital penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahmah.

Menteri Dody telah menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk mempercepat penanganan jembatan tersebut dengan sistem kerja paralel.

“Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan,” ujar Menteri Dody.

Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana pada 27 November 2025 lalu. Jembatan ini memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat setempat karena menghubungkan empat kecamatan: Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Selain infrastruktur konektivitas, Menteri PU juga memberikan perhatian khusus pada fasilitas kesehatan yang berada di zona merah rawan bencana. Saat meninjau Puskesmas Jambul Alam, Menteri Dody menilai lokasi puskesmas saat ini sudah tidak ideal karena berada dekat dasar sungai dan berisiko tinggi.

Baca Juga :  Rayakan Pergantian Malam Tahun Baru 2025 dengan SWARA LOKAL Di GRAND DAFAM Ancol Jakarta: Perpaduan Musik, Hiburan, Kuliner, Dan Doorprizes Menarik!

“Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin,” jelasnya.

Melalui rangkaian peninjauan ini, Menteri PU menegaskan bahwa dalam melakukan pemulihan pascabencana kementeriannya tidak sekadar melakukan penanganan darurat, tetapi membangun sistem perlindungan infrastruktur yang tangguh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

“Takut Jarum Suntik? Body’s Secret Perkenalkan Inovasi Perawatan Estetika Lebih Nyaman di Usia ke-15.”
FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027
Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI
Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:32

Sekda Loteng Ingatkan SPPG Sajikan Menu MBG Berkualitas, Bukan Hanya Saat Lomba

Sabtu, 7 November 2026 - 14:01

​Pertamina Hadir Dukung Mandalika Racing Series, Buktikan Kualitas Produk Anak Bangsa di Ajang Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53

​Kolaborasi MGPA dan Pride Motorsport Lewat Mandalika Racing Series: Cetak Pembalap Berstandar Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47

Perjalanan Panjang Edi Saputra Kembangkan Mandalika Racing Series demi Cetak Pembalap Berprestasi Dunia

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Kekeringan 2026, Distan Loteng Catat Nihil Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Berita Terbaru

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Teknologi

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:02