Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan - Koran Mandalika

Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Minggu, 13 September 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Punya pekerjaan sampingan berjualan bisa menjadi cara untuk menambah pemasukan sekaligus mengembangkan usaha. Namun, menjalankan bisnis di luar pekerjaan utama membutuhkan pengaturan waktu yang baik.

Ketika pesanan mulai bertambah, aktivitas seperti membalas chat pelanggan, menyiapkan barang, mengatur stok, hingga mencatat transaksi bisa ikut menyita waktu. Kalau tidak diatur, pekerjaan sampingan justru bisa mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.

Supaya keduanya tetap berjalan, berikut beberapa tips membagi waktu yang bisa kamu coba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha

Mulai dengan menentukan waktu khusus untuk mengurus pekerjaan sampingan. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu setelah pulang kerja untuk membalas pesan pelanggan dan memproses pesanan.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang seperti membuat konten, mengecek stok, atau menyiapkan barang bisa dilakukan pada akhir pekan.

Dengan pembagian seperti ini, kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan pekerjaan sampingan sepanjang hari.

2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas

Ketika mengurus bisnis sendirian, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semuanya tidak harus diselesaikan dalam waktu yang sama.

Buat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Misalnya:

– Memproses pesanan yang masuk

– Membalas pertanyaan pelanggan

– Menyiapkan dan mengemas barang

– Mengecek stok

– Mencatat transaksi

– Membuat konten promosi

Pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pesanan pelanggan bisa menjadi prioritas. Sementara pekerjaan lainnya dapat dijadwalkan sesuai waktu yang tersedia.

3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien

Tidak semua aktivitas bisnis membutuhkan waktu berjam-jam. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan di sela-sela waktu yang tersedia.

Misalnya, kamu bisa membalas pesan pelanggan pada waktu yang sudah ditentukan atau membuat beberapa konten sekaligus untuk digunakan selama beberapa hari.

Baca Juga :  Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest

Mengelompokkan pekerjaan yang serupa juga bisa membantu menghemat waktu. Dengan begitu, kamu tidak perlu berulang kali berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis

Memiliki pekerjaan sampingan bukan berarti seluruh waktu di luar kantor harus digunakan untuk berjualan.

Tetapkan batas yang jelas antara pekerjaan utama, bisnis, dan waktu pribadi. Ketika jam kerja selesai, kamu bisa beralih ke bisnis sesuai jadwal yang sudah dibuat. Setelah pekerjaan sampingan selesai, beri waktu untuk beristirahat.

Pembagian ini penting agar kamu tetap bisa menjalankan bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat.

5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain membagi waktu, pisahkan juga keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Ketika pemasukan dari penjualan bercampur dengan uang pribadi, kamu akan lebih sulit mengetahui berapa omzet, pengeluaran, dan dana yang sebenarnya tersedia untuk bisnis.

Menggunakan rekening usaha khusus dapat membantu transaksi bisnis menjadi lebih mudah dipantau. Pemasukan dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan usaha bisa dicatat secara terpisah dari transaksi pribadi.

6. Evaluasi Rutinitas Secara Berkala

Rutinitas bisnis bisa berubah ketika jumlah pelanggan dan pesanan bertambah. Jadwal yang awalnya terasa cukup mungkin menjadi kurang efektif ketika usaha mulai berkembang.

Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi aktivitas usaha. Perhatikan pekerjaan apa yang paling banyak menyita waktu dan cari cara untuk membuat prosesnya lebih efisien.

Kamu juga tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, beberapa pekerjaan bisa mulai didelegasikan atau menggunakan bantuan layanan tertentu sesuai kebutuhan.

Kelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis

Setelah waktu untuk pekerjaan utama dan bisnis mulai tertata, jangan lupa memperhatikan pengelolaan keuangan usaha. Salah satunya dengan memiliki rekening yang digunakan khusus untuk transaksi bisnis.

Baca Juga :  Bayar Pajak Tahunan Mempengaruhi Harga Kendaraan Saat di Jual?

Buat kamu yang ingin buka rekening atas nama usaha, Neo Bisnis di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan perbankan usaha secara digital.

Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya:

– Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis

– Bunga tabungan kompetitif*

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah

– Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB

Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis.

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang
Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman
PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi
BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.
DJI Matrice 5T Resmi Hadir di Indonesia untuk Survei, Inspeksi, dan Keamanan
Waskita Beton Precast Perkuat Jaminan Mutu Produk Spun Pile yang Disuplai untuk Pelabuhan IHIP melalui Uji Laboratorium
Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Waskita Beton Precast Perkuat Jaminan Mutu Produk Spun Pile yang Disuplai untuk Pelabuhan IHIP melalui Uji Laboratorium

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Reformasi Pasar Modal Perkuat Peran Investor Relations, BRIDS dan Pertamina Group Tingkatkan Kompetensi Praktisinya

Berita Terbaru