Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi - Koran Mandalika

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan di tengah dinamika pasar global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,87% secara bulanan. Pada periode yang sama, jumlah konsumen aset kripto telah mencapai 23,21 juta akun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap aset keuangan digital masih kuat. Namun, seiring dengan semakin luasnya adopsi, OJK mengingatkan masyarakat untuk memahami karakteristik serta risiko aset kripto sebelum mengambil keputusan investasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan pergerakan transaksi aset kripto sangat dinamis dan turut dipengaruhi kondisi pasar global, termasuk faktor geopolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

OJK, menurut Adi, terus mendorong penguatan tata kelola ekosistem aset kripto, manajemen risiko, perlindungan konsumen, serta penegakan hukum.

“Pendekatan pengawasan OJK juga lebih mengedepankan bagaimana ekosistem aset kripto ini terus kita jaga tata kelola, mitigasi atau manajemen risikonya, serta perlindungan konsumen dan penegakan hukum,” ujar Adi dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK September 2026 secara daring, Senin (5/10/2026)

Baca Juga :  Thirst Project Indonesia (WateryNation) Bergabung dalam Inisiatif Penggalangan Dana Terbesar di Asia Tenggara untuk Korban Topan Rolly (Goni)

Pelaku Industri Dukung Penguatan Ekosistem Kripto

Sejalan dengan langkah regulator, pelaku industri menilai penguatan tata kelola dan literasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi menunjukkan adanya minat yang semakin besar terhadap aset digital.

Menurutnya, perkembangan tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik dan risiko kripto, termasuk Bitcoin dan aset lainnya.

“Pertumbuhan industri kripto merupakan momentum yang positif, tetapi harus diikuti dengan ekosistem yang semakin sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Kami mendukung langkah regulator dalam memperkuat tata kelola, perlindungan konsumen, serta literasi agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih baik sebelum mengambil keputusan,” ujar Yudho.

Yudho menambahkan, kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan aset digital secara berkelanjutan.

“Sebagai pelaku industri, kami melihat edukasi dan literasi bukan hanya sebagai tanggung jawab regulator, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen bersama industri. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan industri dapat terus berkembang dengan fondasi yang kuat,” tutur Yudho.

Baca Juga :  Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Daop 7 Madiun Terima 17 E-Sertifikat Tanah dari BPN Kabupaten Madiun

OJK Perkuat Pengawasan Aktivitas Ilegal

Di sisi lain, OJK bersama Satgas PASTI terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset keuangan digital ilegal. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, OJK bersama Satgas PASTI telah menghentikan 228 pedagang aset keuangan digital ilegal.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan berbagai program edukasi dan literasi keuangan yang melibatkan OJK, otoritas terkait, kementerian dan lembaga, asosiasi industri, perguruan tinggi, serta media.

OJK menilai aset kripto merupakan produk yang kompleks dan memiliki risiko tinggi. Karena itu, masyarakat perlu memahami produk dan layanan yang digunakan sebelum mengambil keputusan investasi.

Penguatan literasi diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali karakteristik aset kripto, memahami risiko volatilitas pasar, serta menghindari aktivitas dan platform yang tidak memiliki legalitas.

Bagi industri, menurut CEO FLOQ meningkatnya literasi dan penguatan perlindungan konsumen dinilai dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem aset kripto Indonesia dalam jangka panjang.

“Perkembangan industri aset kripto Indonesia kini berjalan beriringan dengan upaya regulator dan pelaku industri untuk membangun ekosistem yang lebih aman, transparan, dan bertanggung jawab,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek
KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Berita Terbaru