Transcosmos Indonesia Ungkap Arah Baru Customer Experience Berbasis AI di 2026 - Koran Mandalika

Transcosmos Indonesia Ungkap Arah Baru Customer Experience Berbasis AI di 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam lanskap layanan bisnis digital saat ini, customer experience (CX) menjadi elemen kunci yang menentukan keberhasilan interaksi antara perusahaan dan pelanggan, khususnya di area contact center dan digital marketing. Perusahaan dituntut untuk mampu mengelola volume interaksi yang tinggi, memberikan layanan real-time, serta menghadirkan pengalaman yang konsisten di berbagai kanal, sekaligus tetap menjaga efisiensi operasional.

Menjelang berakhirnya 2025, transcosmos Indonesia (TCID), perusahaan penyedia layanan business process outsourcing (BPO), contact center, dan digital marketing, memaparkan sejumlah tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diperkirakan akan mendominasi perkembangan CX dan operasional bisnis pada 2026. Tren ini bukan sekadar prediksi, melainkan bagian dari pergeseran nyata yang sudah berlangsung seiring meningkatnya peran AI dalam mendukung interaksi pelanggan dan proses bisnis secara end-to-end.

Data yang dirangkum dari geniusaitech menunjukkan bahwa 92% kegiatan pemasaran kini menggunakan generative AI untuk produksi konten, 58% pelanggan lebih memilih chatbot untuk pertanyaan sederhana, dan 72% perusahaan mengandalkan AI untuk mengotomatisasi tugas berulang. Angka-angka ini menggambarkan bahwa AI tidak lagi sekadar eksperimen teknologi, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur kerja utama di berbagai lini interaksi pelanggan dan proses operasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan ini tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan untuk menghadapi volume interaksi pelanggan yang semakin besar, ekspektasi layanan real-time, serta tekanan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Namun, sekalipun adopsi AI telah meluas, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini secara menyeluruh ke dalam proses inti mereka, sebuah tantangan yang diperkirakan menjadi fokus utama pada 2026.

Dimas Aditama, General Manager CX TCID, menyatakan bahwa fokus industri contact center akan bergerak dari eksplorasi teknologi AI menuju penerapan yang lebih dalam dan terintegrasi.

“Teknologi AI berkembang pesat, tetapi implementasi di lapangan menunjukkan bahwa manfaatnya hanya muncul bila integrasinya sejalan dengan proses operasional. Tantangan terbesar tetap sama, yaitu kesiapan data dan konektivitas antar sistem. Tahun depan, perusahaan akan lebih fokus memastikan dua hal ini sebelum mengejar aplikasi AI yang lebih kompleks,” ujar Dimas.

Baca Juga :  Rayakan Imlek 2577 Kongzili, KAI Daop 9 Jember Hadirkan Barongsai di Jember dan Banyuwangi

TCID mengidentifikasi dua tren besar yang dinilai akan menjadi pendorong utama pengalaman pelanggan pada 2026.

Pertama, peningkatan peran generative AI dalam CX.

Interaksi pelanggan tidak lagi sebatas chat otomatis sederhana. Generative AI akan memainkan peran penting dalam menyediakan layanan yang responsif dan personal, mampu merepresentasikan kepribadian brand, sekaligus mengintegrasikan hasil interaksi ke dalam sistem CRM (customer relationship management). Analisis Voice of Customer yang didukung AI akan membantu perusahaan memahami sentimen, intensi, dan pola keluhan dalam skala besar, bukan hanya menyelesaikan kasus satu per satu secara manual.

Kedua, pergeseran menuju personalisasi yang lebih tajam dalam pemasaran digital.

Model prediktif berbasis AI akan semakin sering digunakan untuk memproyeksikan kebutuhan pelanggan, memetakan risiko churn, dan menghitung nilai pelanggan sepanjang siklus hidupnya. Namun, efektivitas strategi ini sangat bergantung pada kualitas data perusahaan. TCID mencatat bahwa banyak organisasi saat ini masih berada pada tahap awal dalam memperbaiki fondasi data sebagai langkah awal sebelum mengadopsi otomasi pemasaran yang lebih canggih.

Di tempat yang sama Barry Dieo Airlangga selaku Head of PM Digital Marketing TCID juga memaparkan bahwa kesuksesan strategi AI pada 2026 sangat dipengaruhi oleh kesiapan data dan desain operasional yang matang. “Hyper-personalization dan predictive modeling hanya akan bekerja optimal jika data telah disiapkan dengan tepat dan arsitektur teknologi mendukung. Investasi terbesar pada 2026 bukan hanya pada teknologi AI, tetapi pada kesiapan datanya,” tegasnya.

TCID melihat bahwa beberapa sektor akan menjadi pengadopsi terdepan AI operasional pada tahun mendatang, terutama perbankan dan layanan keuangan, telekomunikasi, FMCG, serta manufaktur yang semakin terdorong oleh otomatisasi rantai pasok (supply chain). Kelompok industri ini memiliki volume interaksi pelanggan yang tinggi serta kebutuhan proses yang kompleks, menjadikannya sektor uji penerapan AI yang berkembang paling cepat.

Baca Juga :  Kementerian PU Bantu Masyarakat Aceh Tamiang dengan Mengirimkan Sarana Air Bersih dan 2 Tim Tanggap Darurat

Dengan memahami tren tersebut, TCID menutup 2025 sebagai perusahaan yang tidak hanya menawarkan layanan contact center dan digital marketing, tetapi juga sebagai mitra transformasi bagi perusahaan yang memasuki fase baru pengalaman pelanggan berbasis AI.

transcosmos Indonesia merupakan penyedia layanan customer experience dan bisnis digital yang merupakan anak perusahaan dari transcosmos Inc., perusahaan yang berpusat di Jepang dan berdiri sejak tahun 1966. transcosmos Indonesia menghadirkan layanan terpadu untuk mendukung berbagai aspek bisnis klien, termasuk teknologi CX. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi website transcosmos Indonesia, Instagram transcosmos Indonesia, dan LinkedIn transcosmos Indonesia.

Tentang transcosmos Indonesia

transcosmos Indonesia didirikan pada tahun 2013 dan bergerak di bidang layanan bisnis digital, customer experience, dan business process outsourcing (BPO). transcosmos Indonesia memiliki lebih dari 4.000 karyawan yang tersebar di 3 lokasi di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang dan Yogyakarta. Dipercaya untuk melayani berbagai klien dari multi sektor industri, termasuk e-commerce, retail, telekomunikasi, perbankan, dan asuransi, transcosmos Indonesia menyediakan beragam layanan contact center, digital marketing, e-commerce support, data entry, IT support, dan lainnya.

Tentang transcosmos inc. 

Sejak 1966, transcosmos Inc. telah menggabungkan sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi terbaru untuk memberikan layanan berharga yang meningkatkan keunggulan kompetitif klien. Saat ini, transcosmos mendukung proses bisnis klien dengan fokus pada peningkatan penjualan dan optimalisasi biaya, melalui 181 kantor di 35 negara. Dengan operasional yang sebagian besar berada di Asia, transcosmos terus meningkatkan efisiensi operasional dalam mendukung klien.

Sejalan dengan pertumbuhan pasar e-commerce global, transcosmos menyediakan layanan e-commerce global yang komprehensif untuk mendukung produk dan layanan unggulan klien kepada konsumen di 46 negara di seluruh dunia. transcosmos berambisi menjadi “Mitra Transformasi Digital Global” bagi klien, mendukung transformasi mereka dengan teknologi digital, dan merespons lingkungan bisnis yang dinamis. Kunjungi kami di: https://www.trans-cosmos.co.jp/english/

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli
BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus
Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan
Ikatan Perencana Desa (IPD) Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Memahami Desa
Polda NTT Dampingi Wapres Gibran dari Sekolah hingga Tenda Pengungsian, Pastikan Korban Gempa Terlayani
AGE Strategic Perkuat Ekosistem Strategy-to-Execution untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis di Indonesia
Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar
Memperkuat Pemasaran Digital Asia Tenggara: Tigo AI Meluncurkan Sistem Terpadu Produksi Iklan AI dan Distribusi Konten Native

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2026 - 18:02

Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

Harddies Cargo Fokus Kembangkan Layanan Pengiriman Cargo Jakarta–Batam

Berita Terbaru