Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu - Koran Mandalika

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang – Di tengah gempuran media sosial dan ucapan digital, papan bunga tetap menjadi salah satu bentuk ekspresi perhatian yang paling dicari masyarakat urban, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Tangerang. Baik untuk momen berduka, pernikahan, pembukaan usaha, maupun pencapaian pribadi, kehadiran papan bunga masih dianggap sebagai representasi nyata dari sebuah pesan yang ingin disampaikan.

Permintaan yang Terus Stabil

Berbeda dengan tren gaya hidup lain yang datang dan pergi, permintaan papan bunga relatif stabil sepanjang tahun. Momen pernikahan yang ramai digelar pada akhir pekan, kabar duka yang datang tanpa bisa diprediksi, hingga menjamurnya usaha kecil dan menengah yang membutuhkan ucapan pembukaan toko, membuat kebutuhan akan papan bunga terus ada di tengah masyarakat.

“Papan bunga itu unik karena dibutuhkan di dua momen yang bertolak belakang — kebahagiaan dan duka cita. Itu yang membuat permintaannya cenderung stabil dibanding produk musiman lain,” ujar salah satu pelaku usaha florist di kawasan Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ragam Jenis dan Fungsinya

Baca Juga :  Anak Singkong di Little Tokyo

Dalam penggunaannya, papan bunga umumnya dikategorikan berdasarkan momen penggunaannya:

Papan bunga duka cita, dengan dominasi warna putih dan ungu muda sebagai simbol penghormatanPapan bunga pernikahan, biasanya memakai palet warna cerah dan pastel yang disesuaikan tema acaraPapan bunga ucapan atau pembukaan usaha, cenderung lebih meriah dengan tambahan ornamen dan pita emasPapan bunga custom, yang bisa disesuaikan ukuran, warna, hingga kalimat ucapannya

Variasi ini menunjukkan bagaimana industri florist terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang semakin personal dan spesifik.

Faktor yang Menentukan Kualitas

Karena bahan utamanya berupa bunga segar yang mudah layu, ketepatan waktu pengiriman menjadi salah satu tantangan terbesar dalam bisnis papan bunga. Pelaku usaha di sektor ini dituntut memiliki sistem logistik yang cepat, terutama untuk kebutuhan mendadak seperti ucapan duka cita yang biasanya dipesan dalam hitungan jam. Selain kecepatan pengiriman, kualitas bunga dan daya tahan rangkaian turut menjadi pertimbangan penting bagi konsumen sebelum memilih toko bunga. Jangkauan area pengiriman juga menjadi faktor krusial, mengingat mobilitas warga Jabodetabek yang tinggi antar wilayah.

Baca Juga :  Daop 2 Bandung Siapkan 102 ribu Tempat Duduk KA Jarak Jauh Pada Masa Libur Panjang Maulid Nabi

Salah satu usaha florist yang melayani kebutuhan papan bunga di kawasan Jakarta dan Tangerang adalah Astri Jaya Florist. Usaha ini menyediakan berbagai jenis papan bunga, hand bouquet, hingga standing flower dengan pendekatan desain yang lebih modern dibanding papan bunga konvensional. Menurut keterangan dari pihak Astri Jaya Florist, permintaan papan bunga custom belakangan ini meningkat, seiring makin banyak konsumen yang ingin ucapan mereka terasa lebih personal, tidak sekadar seragam seperti papan bunga pada umumnya.

Digitalisasi Pemesanan Jadi Kunci

Di sisi lain, cara masyarakat memesan papan bunga juga mengalami pergeseran. Jika dulu pemesanan banyak dilakukan lewat telepon atau datang langsung ke toko, kini sebagian besar transaksi bergeser ke platform pesan instan seperti WhatsApp, yang dinilai lebih practical untuk konsultasi desain maupun kalimat ucapan sebelum bunga dikirim. Pergeseran ini turut mendorong pelaku usaha florist, termasuk Astri Jaya Florist, untuk memperkuat kehadiran digital mereka agar tetap bisa diakses dengan mudah oleh calon pemesan dari berbagai wilayah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru