Koran Mandalika, Lombok Tengah – Meninggalnya TGH. L. Muhammad Turmudzi Badaruddin atau Tuan Guru Bagu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan santri.
Pendiri sekaligus pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Kecamatan Pringgarata itu, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis 15 Oktober 2026, pukul 13.30 Wita.
Tidak hanya di kalangan santri, duka juga dirasakan oleh seluruh alumni santri. Ketua Ikatan Santri Alumni Qamarul Huda Bagu, H. Syamsudin Umar mengaku sangat terpukul dengan kepergian sosok yang dianggapnya sebagai guru sekaligus orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat berduka yang sedalam-dalamnya. Kami merasa kehilangan orang tua sekaligus guru kami,” katanya, Kamis (15/10).
Dia mengingat kembali pesan Tuan Guru Bagu yang sampai saat ini menjadi pegangannya.
Syamsudin menceritakan dirinya sempat akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif namun mendapat larangan keras dari sang guru.
“Baru kali itu saya dengan beliau dengan nada tinggi ‘jangan, lebih baik jadi tuan guru’. Alhamdulillah setelah 5 hari beliau berkata seperti itu saya berangkat berhaji tanpa ada depan belakang,” ucapnya.
Syamsudin menuturkan larangan itu merupakan pesan baginya untuk mengikuti jejak sang guru untuk.
“Artinya apa? Beliau pesan kepada saya untuk mengikuti jejak beliau. Ngaji, itu lah yang selalu beliau pesankan,” tuturnya.
Jenazah Almarhum TGH. L. Muhammad Turmudzi Badaruddin akan dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 15.30 Wita, di Pekuburan dekat Masjid Asrama Putri Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu. (dik)

