USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish - Koran Mandalika

USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish

Kamis, 17 September 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY atau USDJPY berpotensi menguat dalam jangka pendek pada perdagangan hari Kamis (17/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe Daily berpeluang membentuk secondary trend dengan bergerak naik menuju resistance terdekat di level 157.503. Namun, secara tren utama, pergerakan USDJPY masih berada dalam kecenderungan bearish sehingga penguatan harga berpotensi menjadi bagian dari koreksi sebelum kembali menghadapi tekanan jual.

Analis Dupoin Futures melihat level 157.503 sebagai area penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan USDJPY selanjutnya. Kenaikan menuju resistance tersebut dapat menjadi bagian dari secondary trend atau tren sekunder yang bergerak berlawanan dengan tren utama. Dengan struktur tersebut, pergerakan naik USDJPY belum serta-merta menunjukkan perubahan tren besar menjadi bullish.

Dalam analisis Dupoin Futures, tren utama USDJPY masih menunjukkan arah penurunan. Oleh karena itu, area resistance 157.503 menjadi salah satu level yang perlu dicermati untuk melihat respons harga. Apabila USDJPY mengalami koreksi setelah mencapai resistance tersebut, tekanan bearish berpotensi kembali muncul dan membuka ruang bagi pelemahan harga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, strategi yang menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures adalah menunggu pergerakan harga mendekati atau melakukan koreksi di area resistance sebelum melihat potensi pelemahan lebih lanjut. Level 157.503 dapat menjadi acuan untuk mengamati apakah momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga atau justru mampu mengubah struktur tren utama.

Pergerakan USDJPY juga mendapat dukungan dari sisi fundamental melalui penguatan dolar AS. Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi dalam tujuh minggu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap USD dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong USDJPY bergerak lebih tinggi.

Baca Juga :  Daop 2 Bandung Gelar Program Tantangan "Fit and Focus : Perjalanan Sehat dalam 60 Hari”

Kebijakan The Fed menjadi perhatian penting karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi perbedaan imbal hasil antara aset dalam dolar AS dan yen Jepang. Ketika ekspektasi suku bunga Amerika Serikat meningkat, daya tarik dolar dapat ikut menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap yen sekaligus mendukung pasangan USDJPY.

Namun, arah USDJPY tidak hanya ditentukan oleh kebijakan Federal Reserve. Pasar juga menantikan keputusan Bank of Japan atau BOJ. Kebijakan BOJ dapat memberikan katalis yang berbeda bagi yen, khususnya apabila bank sentral Jepang mempertahankan atau memperkuat kebijakan moneternya.

Menurut Dupoin Futures, apabila BOJ mengambil pendekatan yang lebih ketat terhadap kebijakan moneter, peluang penguatan yen dapat meningkat. Penguatan JPY tersebut berpotensi membatasi kenaikan USDJPY meskipun dolar AS masih mendapatkan dukungan dari kebijakan The Fed.

Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan BOJ menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Di satu sisi, ekspektasi kenaikan suku bunga AS memberikan dukungan terhadap dolar. Di sisi lain, kebijakan BOJ yang lebih ketat dapat memberikan dukungan terhadap yen. Kondisi tersebut berpotensi membuat USDJPY bergerak volatil ketika pasar merespons keputusan dan komunikasi kedua bank sentral.

Dupoin Futures melihat kondisi tersebut perlu diperhatikan bersamaan dengan struktur teknikal USDJPY. Secara Daily, kenaikan menuju 157.503 masih dapat dikategorikan sebagai secondary trend selama tren besar belum berubah. Artinya, penguatan harga dalam jangka pendek masih berpotensi menghadapi resistance sebelum menentukan arah berikutnya.

Baca Juga :  Riset Terbaru: Bisnis B2B di Indonesia Belum Optimalkan Social Media

Jika harga gagal mempertahankan momentum bullish ketika mendekati 157.503, pelaku pasar dapat mencermati kemungkinan munculnya tekanan jual. Sebaliknya, kemampuan USDJPY menembus resistance tersebut perlu diamati untuk melihat apakah terdapat perubahan pada struktur teknikal. Namun, berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren besar masih bergerak turun sehingga resistance tersebut menjadi area penting dalam membaca potensi kelanjutan bearish.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan dolar AS setelah keputusan The Fed serta respons pasar terhadap kebijakan BOJ. Perubahan ekspektasi suku bunga kedua negara dapat memengaruhi selisih imbal hasil dan pada akhirnya berdampak terhadap pergerakan USDJPY.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi USDJPY hari ini menunjukkan adanya peluang kenaikan menuju resistance 157.503 sebagai bagian dari secondary trend. Namun, Dupoin Futures menilai tren utama masih berada dalam arah bearish. Oleh karena itu, respons harga di sekitar resistance tersebut menjadi penting untuk melihat potensi munculnya kembali tekanan pelemahan.

Secara keseluruhan, USDJPY masih memiliki ruang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring penguatan dolar AS, tetapi struktur Daily menunjukkan bahwa kenaikan tersebut berpotensi menjadi tren sekunder. Level 157.503 menjadi resistance utama yang perlu dicermati. Pergerakan di area tersebut, ditambah keputusan BOJ dan perkembangan kebijakan The Fed, akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah USDJPY berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins
Dari Transaksi jadi Retensi: Optimalisasi Accurate POS dan Bliss
Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas
Beli Akun TikTok Affiliate, Apakah Aman? Ini Aturan dari TikTok Shop yang Jarang Dibaca
Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan
BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY
Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:02

Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02

Dari Transaksi jadi Retensi: Optimalisasi Accurate POS dan Bliss

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Berita Terbaru

Teknologi

BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:02