USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan - Koran Mandalika

USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026).

NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Treasury yield, dan pada akhirnya pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat secara teknikal USDJPY masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Pada timeframe Daily, harga menunjukkan kegagalan menembus zona support di level 156.969–155.917. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak menuju zona resistance terdekat di 160.163–160.869.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, pergerakan tersebut didukung oleh pola Rally Base Rally yang dikonfirmasi dengan pola ABC Correction. Formasi ini menunjukkan bahwa fase koreksi sebelumnya berpotensi telah berakhir dan harga dapat kembali mengikuti arah bullish apabila support tetap bertahan.

“USDJPY masih menunjukkan struktur bullish pada timeframe Daily. Selama harga mampu bertahan di atas area support 156.969–155.917, peluang pergerakan menuju resistance 160.163–160.869 masih terbuka,” ujar Geraldo.

Dari sisi fundamental, perhatian utama pasar pada pekan depan akan tertuju pada bagaimana pasar merespons data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini. Berdasarkan konsensus ekonom yang dikutip Reuters, NFP September diperkirakan bertambah sekitar 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Baca Juga :  Maxy Academy Perkuat Komitmen Dukung 9 Program MBKM di RAKORNAS APTIKOM 2024: Membangun Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045

Jika data NFP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Treasury yield dan memperkuat dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan terhadap USDJPY.

Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Penurunan yield AS dan pelemahan dolar berpotensi memberikan tekanan terhadap USDJPY, sementara yen dapat memperoleh dukungan.

“Respons USDJPY terhadap NFP akan sangat bergantung pada bagaimana data tersebut mengubah ekspektasi suku bunga AS. NFP yang lebih kuat berpotensi memperlebar kembali keunggulan yield AS terhadap Jepang, sedangkan data yang lemah dapat memicu koreksi USDJPY melalui penurunan yield dan penguatan yen,” jelas Geraldo.

Kondisi yield AS memang menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut. Reuters melaporkan yield Treasury 10 tahun sempat mencapai 5,344% pada Kamis, level tertinggi sejak 2002, sebelum bergerak turun ke sekitar 5,25% pada Jumat. Pada saat yang sama, yen berada di sekitar 157,8 per dolar menjelang rilis data payrolls.

Baca Juga :  Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?

Di sisi Jepang, penguatan dolar terhadap yen juga perlu dilihat dari perkembangan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Reuters melaporkan BOJ membuka ruang untuk percepatan kenaikan suku bunga, dengan inflasi inti Tokyo September juga menunjukkan penguatan. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung yen dan membatasi kenaikan USDJPY apabila ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang semakin kuat.

Selain itu, risiko intervensi tetap menjadi perhatian ketika yen kembali mengalami pelemahan tajam. Pada akhir September, diplomat mata uang Jepang Atsushi Mimura menegaskan kepada Reuters bahwa pasar perlu memperhatikan peringatan Tokyo dan Washington terkait pelemahan yen. Pemerintah Jepang sebelumnya juga telah melakukan intervensi bersama Amerika Serikat untuk menopang yen.

Dengan kombinasi faktor tersebut, USDJPY pada pekan depan berpotensi melanjutkan tren bullish selama zona support 156.969–155.917 tetap bertahan. Secara teknikal, area 160.163–160.869 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Namun, arah pergerakan tetap akan sangat bergantung pada hasil NFP, perubahan Treasury yield, ekspektasi kebijakan The Fed dan BOJ, serta respons pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen.

Bagi pelaku pasar, rilis NFP hari ini menjadi momentum penting untuk melihat apakah penguatan USDJPY dapat memperoleh katalis fundamental baru atau justru menghadapi tekanan koreksi setelah data tenaga kerja AS dirilis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01