“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 - Koran Mandalika

“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

Senin, 29 Juni 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

“Visi itu Murah”

– Narko Santoso, CTA., CHt., Founder NS TRADE | Top 50 Global Trader

JAKARTA, 25 Juni 2026 — Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa.

“Visi itu murah.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta.

Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki.

Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya.

“Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya—eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.”

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri.

Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga :  Asata Terapkan Biz-A MES Tahap 1

Dalam sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital.

Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari.

Ia juga menilai bahwa keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien merupakan salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas.

“Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara.”

Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik.

Baca Juga :  Penundaan Implementasi Kepatuhan EUDR—Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melalui Transparansi Rantai Pasok

Ia menegaskan bahwa sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri.

Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri.

“Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini.”

Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan.

“Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis
Analisis Dupoin Futures, XAUUSD Berpotensi Naik Menuju Resistance US$4.021
Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:03

Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI

Rabu, 4 November 2026 - 15:02

ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures, XAUUSD Berpotensi Naik Menuju Resistance US$4.021

Rabu, 4 November 2026 - 12:02

Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Semarak 98 Tahun Sumpah Pemuda, HIIGC Gelar Golf Tournament & Charity: Satukan Semangat Kebersamaan, Sportivitas, dan Kepedulian Sosial

Berita Terbaru