Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan - Koran Mandalika

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Masyarakat Lombok Tengah diminta tidak menutupi kasus pernikahan usia anak. Pelaporan dinilai penting agar pemerintah daerah dapat segera melakukan penelusuran dan memberikan pendampingan kepada anak maupun keluarga yang bersangkutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, H. Kusriadi, S.K.M., M.Si., mengatakan pihaknya terbuka menerima setiap laporan yang masuk, baik dari masyarakat maupun informasi yang disampaikan melalui media.

Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke lapangan untuk melacak, mengidentifikasi, dan memastikan kondisi anak yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika ditemukan kasus, DP3AP2KB akan menghubungkan penanganannya dengan pihak terkait, termasuk pemerintah kecamatan, kepolisian, dan tenaga kesehatan.

“Begitu ada laporan, kami langsung koordinasikan dengan tim untuk melacak, mengidentifikasi, dan turun ke lapangan. Kalau ditemukan kasus, kita hubungkan dengan pihak-pihak terkait supaya bisa ditangani,” kata Kusriadi.

Baca Juga :  Fenomena Pak Ogah Menjamur, Kadishub Loteng: Anggap Sukarelawan

Ia menegaskan, pemerintah tidak bermaksud melarang masyarakat menikah. Namun, perkawinan yang melibatkan anak di bawah usia 19 tahun perlu dicegah karena menyangkut perlindungan anak serta kesiapan fisik, mental, dan sosial.

Menurut Kusriadi, salah satu kendala dalam penanganan kasus adalah sulitnya melakukan pendekatan kepada keluarga pihak perempuan. Karena itu, selain menindaklanjuti laporan, pemerintah kini memperkuat langkah pencegahan melalui kampanye dan edukasi kepada keluarga.

Edukasi kepada kalangan pelajar juga telah dilakukan di sekolah-sekolah tingkat SMP. Selanjutnya, pendekatan kepada orang tua dan keluarga akan diperkuat agar pencegahan tidak hanya menyasar anak, tetapi juga lingkungan terdekat mereka.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI Siap Kawal Aspirasi Pembangunan SPAM Cerorong Danau Biru

Kusriadi juga mendorong seluruh desa memiliki peraturan desa (Perdes) tentang pencegahan perkawinan anak. Sejumlah desa telah memiliki aturan tersebut, tetapi pemerintah daerah ingin memperluas penerapannya sekaligus membangun komitmen bersama agar regulasi benar-benar dijalankan.

Ia berharap masyarakat, pemerintah desa, dan para kepala dusun tidak membiarkan kasus pernikahan anak berlangsung tanpa penanganan. Pelaporan sejak awal dinilai dapat membantu pemerintah mengetahui persoalan dan menentukan langkah pendampingan yang diperlukan.

Kusriadi menyebut keberhasilan penanganan tidak semata-mata diukur dari banyaknya laporan yang masuk. Pihaknya menargetkan seluruh laporan yang diterima dapat ditindaklanjuti hingga tertangani.

“Silakan masyarakat melapor. Tidak masalah kalau laporan yang masuk lebih dari 100, karena indikator kami adalah 100 persen tertangani,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting
Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD
Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu
Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung
Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan
​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan
Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan
Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran

Rabu, 4 November 2026 - 14:02

Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Rabu, 4 November 2026 - 12:02

Insiden Peretasan Global Jadi Sorotan terhadap Harga Bitcoin dan Ethereum, Bittime Soroti Peluang di Tengah Volatilitas Pasar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Semarak 98 Tahun Sumpah Pemuda, HIIGC Gelar Golf Tournament & Charity: Satukan Semangat Kebersamaan, Sportivitas, dan Kepedulian Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Prudential Syariah Dukung OJK Perluas Inklusi Keuangan melalui SYAFIF Goes to Makassar

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

CrowdStrike Luncurkan AI Kill Switch, Bisa Hentikan AI Agent yang Bermasalah

Rabu, 4 November 2026 - 11:02

Bunga Mulai 0,7% per Bulan, BRI Finance Dukung Rencana Kepemilikan Motor

Berita Terbaru