Warga Sambut Baik Fungsi Dan Peran Bendungan Logung, Panen Meningkat, Banjir Tereduksi - Koran Mandalika

Warga Sambut Baik Fungsi Dan Peran Bendungan Logung, Panen Meningkat, Banjir Tereduksi

Minggu, 7 September 2025 - 15:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS, 7 September 2025 – Fungsi dan peran Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, disambut dengan sangat baik oleh warga sekitar yang merasakan langsung dampak positifnya. Sejak dirampungkan pada 2018, bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi telah menjelma menjadi penggerak utama dalam peningkatan produktivitas pertanian, pengendali banjir, hingga pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Rasa syukur dan manfaat nyata ini paling dirasakan oleh para petani. Ketua
Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Kecamatan Jekulo dan Mejobo,
Suwandi, mengungkapkan bagaimana bendungan ini telah mengubah nasib pertanian
di wilayahnya. Menurutnya, suplai air yang kini stabil sepanjang tahun
memungkinkan pola tanam yang jauh lebih produktif.

“Dulu pola tanam di tempat saya acak dan kadang hanya sekali tanam padi
karena kekurangan air. Sekarang setelah bendungan dibangun bisa tanam padi 2-3
kali setahun. Tahun ini bahkan tiga kali masa tanam, dan hasilnya rata-rata 7–8
ton per hektare,” ujar Suwandi.

Selain irigasi, fungsi bendungan sebagai pengendali banjir juga membawa
kelegaan besar bagi warga. Bahrudin, seorang petani dari Desa Delango,
mengenang masa-masa sulit sebelum bendungan beroperasi, di mana banjir sering
kali menghanyutkan hasil panen yang sudah di depan mata.

“Pernah pada saat itu lagi panen-panennya, petani sudah menyabit,
tinggal ditumbuk, eh hujan besar dibawa sama arus. Akhirnya petani kecewa
mengalami kerugian besar saat itu. Tetapi akhir-akhir ini, Alhamdulillah sudah
3 atau 4 tahun ini tidak pernah banjir di desa kami,” kata Bahrudin.

Hal senada disampaikan Purnomo, petani dari Kecamatan Undaan. Ia menuturkan
bagaimana Bendungan Logung berhasil mengubah lahan yang tergenang air menjadi
area produktif. Sebelum ada
bendungan, luas lahan yang bisa digarap hanya sekitar 80–100 hektare karena
sisanya terendam seperti rawa.

“Setelah bendungan dibangun, genangan air berkurang, distribusi air irigasi
stabil, sehingga luas lahan yang bisa ditanami bertambah menjadi lebih dari 600
hektare. Bahkan lahan tidur 800 hektare di Legowo yang sebelumnya tidak bisa
ditanami kini kembali produktif,” ungkap Purnomo.

Baca Juga :  Rahasia Kelezatan Bubur Ayam Jakarta 46 yang Wajib Anda Coba

Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan
komitmen kementeriannya akan selalu memastikan pengelolaan Bendungan Logung
berjalan optimal. Menteri Dody menekankan bahwa bendungan ini dirancang sebagai
infrastruktur multifungsi. Selain untuk irigasi, bendungan ini juga menyediakan
air baku sebesar 200 liter/detik untuk Kota Kudus, mampu mereduksi potensi
banjir hingga 105 m³/detik, berpotensi menghasilkan listrik 0,5 MW, serta
mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi destinasi wisata baru.

“Bendungan ini bukan hanya infrastruktur air, tapi juga penggerak ekonomi
dan pengungkit kesejahteraan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana
manfaatnya benar-benar dirasakan petani sepanjang tahun,” tegas Menteri PU Dody
Hanggodo.

Dari kesaksian para petani hingga data teknis yang ada, jelas terlihat
bahwa warga menyambut baik fungsi dan peran Bendungan Logung yang secara nyata
telah meningkatkan taraf hidup dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di
Kabupaten Kudus.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Berita Terkait

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026
KAI Logistik Optimalkan Kawasan Gudang Kalimas untuk Perkuat Rantai Logistik Terpadu
Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:43

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:46

KAI Logistik Optimalkan Kawasan Gudang Kalimas untuk Perkuat Rantai Logistik Terpadu

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:07

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:50

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:45

Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:10

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:07

KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:25

Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan

Berita Terbaru

Teknologi

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:43