Worldcoin Dibekukan Sementara, Ini Tanggapan Bittime - Koran Mandalika

Worldcoin Dibekukan Sementara, Ini Tanggapan Bittime

Rabu, 7 Mei 2025 - 15:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 Mei 2025 – Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyaknya investor yang mulai melirik aset kripto sebagai bagian dari portofolio investasinya.

Tercatat, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai total lebih dari 22 juta pengguna hingga Februari 2025, kemarin. Hal ini, disampaikan oleh Dewan Komisioner OJK Pengawas Pasar Kripto, Hasan Fawzi Hasan, dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner OJK Februari 2025, kemarin.

Tentu antusiasme ini disusul berbagai tantangan, seperti banyaknya praktik penipuan mengatasnamakan proyek Web3, dan kurangnya literasi masyarakat terhadap industri aset kripto, termasuk memilih aset-aset yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Bittime, Ryan Lymn, menyampaikan bahwa fenomena ini tidak terlepas dari terbukanya akses terhadap teknologi dan informasi. Ketersediaan teknologi saat ini memberi kemampuan tak terbatas bagi publik untuk mengakses berbagai proyek berbasis blockchain. 

“Kemudahan untuk mengakses berbagai proyek Web3 tentu merupakan hal yang baik, selama diimbangi dengan pemahaman yang cukup. Sayangnya, saat ini literasi masyarakat, khususnya investor muda terhadap transparansi dan nilai guna suatu aset atau proyek, masih sangat minim,” ujar Ryan.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Tanah Abang, Jakarta, Diduga Akibat Arus Pendek Listrik

Sebagai contoh, baru-baru ini ramai dibicarakan Worldcoin yang dibekukan sementara. Sebelumnya, proyek berbasis blockchain ini menjadi perhatian karena secara agresif membuka titik-titik pendaftaran Worldcoin di kota besar Indonesia.

Di mana, untuk mendapatkan World ID para calon pengguna harus melakukan pemindaian iris mata, ini ditujukan agar pengguna dapat membedakan antara manusia atau robot AI daring. Apabila bersedia, pengguna akan mendapatkan hadiah token Worldcoin (WLD) senilai ratusan ribu.

Hal ini, kemudian memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk pemerintah, sebab masyarakat berbondong-bondong memindai iris mata melalui perangkat Orb, tanpa paham betul latar belakangan aset dan tujuan proyek tersebut.

Ryan memandang, bahwa inovasi dan perkembangan teknologi tentu menjadi peluang besar bagi industri aset kripto. Namun, dalam hal ini, tidak semua bentuk insentif bersifat sehat atau aman. Untuk itu, sangat penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dan memahami suatu proyek sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

“Peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap potensi suatu proyek, sebelum akhirnya terlibat dalam proyek tertentu. Akan lebih baik apabila masyarakat ikut andil setelah cukup memahami proyek tersebut, dan tahu ukuran risiko masing-masing,” jelas Ryan.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Mengatur Uang yang Baik agar Gaji Tidak Cepat Habis?

Ia juga menekankan bahwa setiap bentuk investasi, termasuk kripto, tetap mengandung risiko, terutama ketika proyek tersebut belum memiliki kejelasan legalitas atau mekanisme perlindungan konsumen yang memadai.

Membangun pemahaman yang kuat mengenai prinsip-prinsip dasar investasi dan industri aset kripto akan sangat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan terhindar dari potensi penipuan.

Lebih lanjut, di tengah ketidakpastian ekonomi global, aset kripto menawarkan potensi sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Namun, penting untuk selalu melakukan riset mandiri, serta memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan.

Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan edukasi dan informasi yang kredibel kepada publik, agar perkembangan industri aset kripto Indonesia bisa tumbuh secara sehat dan bertanggung jawab.

Dengan kemajuan regulasi dan meningkatnya kesadaran publik, Bittime percaya bahwa masyarakat Indonesia akan semakin siap untuk mengambil peran aktif dalam revolusi finansial global ini secara aman, terliterasi, dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026
Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini
Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case
Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park
Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi
PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang
KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif

Berita Terbaru

Teknologi

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:02