WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah - Koran Mandalika

WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak volatil di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah dan perubahan kondisi pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga WTI pada timeframe Daily masih berpotensi mengalami pelemahan setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance 92.37–94.71. Kondisi tersebut, menurut Dupoin Futures, membuka peluang bagi harga minyak untuk melanjutkan koreksi menuju zona support 86.40–83.60.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kegagalan WTI melakukan penutupan di atas resistance 92.37–94.71 menjadi salah satu sinyal penting dalam analisis Dupoin Futures. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum bullish belum cukup kuat untuk mempertahankan harga di atas zona resistance.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual kembali meningkat, harga WTI berpotensi bergerak menuju support 86.40–83.60. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures melihat area 86.40 sebagai support terdekat yang perlu diperhatikan sebelum harga menguji level 83.60.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika harga WTI mampu bertahan di zona support 86.40–83.60, Dupoin Futures melihat peluang terjadinya rebound teknikal. Namun, apabila support tersebut ditembus, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Oleh karena itu, Dupoin Futures menilai respons harga pada area support dan resistance menjadi bagian penting dalam membaca pergerakan WTI berikutnya.

Baca Juga :  PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Dari sisi fundamental, harga minyak masih mendapatkan dukungan dari ketegangan geopolitik, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan dari membaiknya arus pasokan. Reuters melaporkan WTI ditutup di sekitar US$90,42 per barel pada 30 September, naik sekitar 1,2% dalam perdagangan tersebut dan mencatat kenaikan sekitar 5% sepanjang September. Penguatan tersebut terjadi ketika pembicaraan AS-Iran mengalami kebuntuan dan pasar masih menghadapi kondisi pasar energi yang ketat.

Dupoin Futures mencermati bahwa perkembangan Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama dalam menentukan sentimen minyak. Pemulihan arus ekspor dari kawasan Teluk dapat mengurangi kekhawatiran mengenai pasokan, tetapi risiko gangguan supply masih dapat meningkat apabila konflik geopolitik kembali memanas.

Reuters mencatat ekspor minyak dari kawasan Teluk telah mengalami pemulihan, dengan Goldman Sachs memperkirakan ekspor mencapai sekitar 23,3 juta barel per hari dalam sepekan terakhir. Arab Saudi juga kembali melakukan pengapalan minyak dari pelabuhan Laut Merah setelah pengoperasian East-West Pipeline dilanjutkan. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan supply-driven terhadap harga minyak.

Di sisi lain, kondisi pasar produk minyak AS masih relatif ketat. Reuters melaporkan penurunan stok bensin dan distilat AS turut mendukung harga minyak meskipun persediaan minyak mentah meningkat. Kondisi tersebut membuat keseimbangan antara pasokan crude dan kebutuhan produk olahan menjadi perhatian pasar.

Baca Juga :  Samuel Bobby Hassan Berbagi Rahasia Sukses di Dunia Properti Melalui Property Hack

Dupoin Futures juga mencermati rencana dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat terkait cadangan minyak strategis. Setiap perubahan dalam kebijakan supply dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar dan volatilitas WTI.

Menurut Dupoin Futures, kondisi fundamental tersebut membuat harga minyak masih sensitif terhadap headline geopolitik. Ketegangan AS-Iran dapat memberikan dukungan terhadap WTI melalui kekhawatiran gangguan pasokan, sementara pemulihan arus minyak melalui kawasan Teluk dapat membatasi kenaikan harga.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai struktur teknikal Daily masih menunjukkan potensi pelemahan selama WTI belum mampu melakukan penutupan di atas resistance 92.37–94.71. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang koreksi menuju support 86.40–83.60.

Dengan demikian, prediksi harga WTI hari ini menurut Dupoin Futures masih menunjukkan peluang pelemahan menuju 86.40–83.60. Namun, Dupoin Futures menilai perkembangan konflik Timur Tengah, arus minyak melalui Selat Hormuz, kondisi supply global, dan kebijakan cadangan minyak AS tetap menjadi faktor yang dapat memicu perubahan arah harga secara cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru