XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS - Koran Mandalika

XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

Senin, 2 November 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

Harga emas dunia berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan hari Senin (2/11/26) setelah melewati fase penurunan dan membentuk titik terendah baru. Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi rebound dalam jangka pendek, meskipun pergerakan XAUUSD masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat. Selain itu, arah dolar AS dan rilis data ekonomi penting pekan ini akan menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga logam mulia.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa pergerakan emas pada timeframe empat jam (H4) memperlihatkan peluang pembentukan tren kenaikan sekunder setelah harga mengalami penurunan ke area US$3.890–US$3.869. Dalam pergerakan tersebut, XAUUSD telah membentuk swing low baru yang dapat menjadi titik awal bagi upaya pemulihan harga.

Peluang kenaikan juga terlihat dari indikator Stochastic yang telah memasuki area oversold atau jenuh jual. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual sebelumnya telah membawa harga ke wilayah yang berpotensi memicu reaksi beli. Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa sinyal jenuh jual tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik arah. Konfirmasi dari pergerakan harga tetap diperlukan untuk memastikan apakah momentum pemulihan mulai menguat.

Dalam skenario teknikal yang disusun Dupoin Futures, harga emas berpeluang bergerak menuju resistance terdekat di US$3.976–US$4.002. Area tersebut menjadi sasaran kenaikan yang perlu diperhatikan setelah XAUUSD menyelesaikan fase pelemahan sebelumnya. Jika tekanan beli meningkat dan harga mampu bergerak naik secara konsisten, peluang pengujian terhadap zona resistance tersebut akan semakin terbuka.

Namun, potensi rebound emas masih dibayangi oleh sentimen fundamental yang cenderung membatasi penguatan. Berdasarkan rangkuman Reuters, pasar masih mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan mengurangi minat terhadap emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain prospek kebijakan The Fed, tekanan di pasar saham teknologi juga memengaruhi pergerakan emas. Penurunan saham teknologi sempat mendorong investor melepas sejumlah aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dalam situasi tersebut, emas juga dapat mengalami tekanan jual ketika pelaku pasar membutuhkan dana atau melakukan penyesuaian portofolio.

Menurut analisis Dupoin Futures, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan Institute for Supply Management (ISM) dan Non-Farm Payrolls (NFP). Kedua indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja AS, yang turut menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga :  BINUS @Malang Percantik Pesona Aji Saptorenggo Lewat Program Mural Kolaboratif BINUSIAN Plants Hope

Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi berkurang sehingga memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat mempertahankan pandangan hawkish dan memperkuat dolar AS, sehingga membatasi peluang pemulihan XAUUSD.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai bahwa peluang rebound emas masih terbuka setelah terbentuknya swing low baru dan munculnya sinyal Stochastic oversold. Resistance US$3.976–US$4.002 menjadi area penting untuk mengukur kekuatan kenaikan berikutnya. Meski demikian, perkembangan data ekonomi AS, arah dolar, dan ekspektasi suku bunga tetap perlu dicermati karena berpotensi menentukan keberlanjutan pemulihan harga emas.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah
Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU
Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian
India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun
Dari Pulau Terpencil hingga Medan Menantang, Dedikasi Insan PLN NPC untuk Negeri
International Support Excellence Award: Pengakuan TSG Atas Kolaborasi PLN NPC di Pasar Global

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Senin, 2 November 2026 - 11:02

XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

Senin, 2 November 2026 - 10:02

Dari Pulau Terpencil hingga Medan Menantang, Dedikasi Insan PLN NPC untuk Negeri

Senin, 2 November 2026 - 10:02

International Support Excellence Award: Pengakuan TSG Atas Kolaborasi PLN NPC di Pasar Global

Berita Terbaru