158 Tahun Jalur KA Pertama, KAI Lestarikan Sejarah Lewat Penanaman Pohon yang Menjadi Simbol Peran Penting KA untuk Angkutan Hasil Bumi - Koran Mandalika

158 Tahun Jalur KA Pertama, KAI Lestarikan Sejarah Lewat Penanaman Pohon yang Menjadi Simbol Peran Penting KA untuk Angkutan Hasil Bumi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 20:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api (KA) dan masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan peringatan 158 tahun jalur KA pertama di Indonesia yaitu Tanggung-Semarang. Kegiatan dipusatkan di Stasiun Tanggung pada Minggu (10/8).

KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api (KA) dan masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan peringatan 158 tahun jalur KA pertama di Indonesia yaitu Tanggung-Semarang. Kegiatan dipusatkan di Stasiun Tanggung pada Minggu (10/8).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menyebutkan berbagai kegiatan inti yang diselenggarakan diantaranya adalah penanaman pohon, pengecatan monumen roda dan sayap, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, serta bersih-bersih stasiun dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Image

“Penanaman pohon ini kami lakukan sebagai simbol bahwa jalur KA Tanggung–Semarang pada masanya menjadi andalan dalam pengangkutan hasil bumi menuju pelabuhan dimana hasil bumi tersebut akan diekspor melalui moda kapal. Sementara itu, pengecatan monumen, sosialisasi keselamatan, dan kegiatan bersih-bersih merupakan bentuk kepedulian kami dalam merawat peninggalan sejarah sekaligus menciptakan lingkungan perkeretaapian yang bersih, nyaman, dan selamat” kata Franoto.

Baca Juga :  Logistik Aceh Terus Menggeliat, Dua Kapal Sandar di Dermaga Pelabuhan Krueng Raya Pelindo

Franoto mengatakan bahwa total sebanyak 45 peserta dari berbagai elemen turut berpartisipasi dalam peringatan jalur KA pertama tersebut. Seluruh peserta bekerja bersama secara bergotong royong, yang sekaligus menjadi wujud nyata nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan dalam menjaga warisan sejarah.

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/0077edd9-ca70-489c-c615-7a9e1a8f4600/public" alt="
” />

“Tentunya ini menjadi momen yang baik di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia untuk terus memupuk nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sejarah. Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kolaborasi antara KAI, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjaga,” ujar Franoto.

Sekilas Sejarah Jalur KA Relasi Tanggung – Semarang

Jalur kereta api Tanggung–Semarang merupakan jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda melalui perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Jalur ini mulai dioperasikan pada 10 Agustus 1867 dengan tujuan utama mengangkut hasil bumi dari daerah pedalaman Jawa Tengah menuju pelabuhan di Semarang agar dapat diekspor ke luar negeri.

Baca Juga :  Edukasi Finansial Jadi Seru, Sribu Umumkan Pemenang Kontes Video “Anti Bocor Cashflow”

Hasil bumi tersebut, seperti gula, kopi, dan tembakau, sebagian besar berasal dari sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan Belanda kepada rakyat Indonesia pada masa itu. Dibangunnya jalur ini memudahkan pengangkutan komoditas dari wilayah agraris ke pusat perdagangan kolonial di pesisir utara Jawa.

Stasiun Tanggung sendiri menjadi salah satu stasiun bersejarah yang masih bertahan hingga kini, menyimpan jejak awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia, dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang transportasi rel di tanah air.

Image

Franoto melanjutkan, peringatan ini menjadi momen untuk mengenang sejarah panjang perkeretaapian Indonesia sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai yang dibawanya.

“KAI Daop 4 berharap peringatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah bangsa,” tutup Franoto.

Berita Terkait

BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi
Siapkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar pada Kuartal IV 2026, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pendanaan
Hisense Perpanjang Kemitraan Jangka Panjang dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028
BisnisSMM Tawarkan Sewa Panel SMM Mulai Rp100 Ribu per Bulan
Peringati HUT RI ke-81, PT PSL Dorong Transportasi Bersih melalui Uji Emisi Kendaraan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah
Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya
100 Chat WhatsApp per Hari Bisa Tambah Biaya hingga Rp5 Juta per Bulan?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:02

BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi

Selasa, 15 September 2026 - 11:20

Siapkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar pada Kuartal IV 2026, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pendanaan

Selasa, 15 September 2026 - 11:19

Hisense Perpanjang Kemitraan Jangka Panjang dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028

Selasa, 15 September 2026 - 11:02

BisnisSMM Tawarkan Sewa Panel SMM Mulai Rp100 Ribu per Bulan

Selasa, 15 September 2026 - 11:02

Peringati HUT RI ke-81, PT PSL Dorong Transportasi Bersih melalui Uji Emisi Kendaraan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 15 September 2026 - 10:02

Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

Selasa, 15 September 2026 - 08:02

100 Chat WhatsApp per Hari Bisa Tambah Biaya hingga Rp5 Juta per Bulan?

Selasa, 15 September 2026 - 08:02

PT ASA Serahkan Beasiswa Pendidikan bagi 14 Mahasiswa di Bolaang Mongondow Timur

Berita Terbaru

Teknologi

BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:02