Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pertamina resmi menaikan harga BBM Pertamax (RON 90) menjadi Rp 16 ribu per liter mulai tanggal 10 Juni 2026 dan berlaku di seluruh Indonesi.
Kenaikan harga ini menimbulkan protes di tengah masyarakat. Seperti halnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah.
Nia, seorang warga yang mengantri di salah satu SPBU di Lombok Tengah, mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kenaikan harga BBM ini nanti akan berimbas pada harga kebutuhan pokok.
“Ya berat sekali lah, mahal sekali kan sekarang. Apalagi semua serba naik kan,” kata sembari mengantri giliran mengisi bensin, Kamis (11/6).
Nia mengeluh, dengan kondisinya sebagai ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan penghasilan dari suami, kebijakan ini dirasa sangat memberatkan dirinya.
“Sedangkan kita kan cuma ibu rumah tangga tidak ada penghasilan. Hanya mengandalkan suami saja. Apalagi sekarang kan melonjak banget (kenaikannya),” keluhnya.
Selain harga di bensin SPBU, Nia kata Nia, harga bensin eceran juga ikut naik menjadi Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per liter.
“Di warung-warung itu kan satu liter harganya 13, 14,” bebernya.
Biasanya Nia mengisi bensin Rp 42 ribu untuk full tank. Namun dengan kenaikan harga ini nia belum tau pasti berapa liter yang didapat dengan harga tersebut.
“Bisanya saya isi full 42 ribu. Tapi setelah naik sekarang saya belum tahu, masih ngantri,” pungkasnya. (*)






