30 Tahun Pelayanan Neuroscience di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village Semakin Memperkuat Keahlian dan Inovasi Medis - Koran Mandalika

30 Tahun Pelayanan Neuroscience di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village Semakin Memperkuat Keahlian dan Inovasi Medis

Senin, 28 September 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 19 September 2026 — Selama tiga dekade, Siloam Hospitals Lippo Village telah memajukan layanan neuroscience di Indonesia melalui pengembangan keahlian klinis, layanan subspesialisasi, pendidikan, penelitian, serta inovasi teknologi medis. Berawal dari pembentukan Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village pada tahun 1996, perjalanan pengembangan layanan neuroscience di Siloam Hospitals Lippo Village turut dirintis oleh Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS (K), PhD, yang juga melakukan prosedur bedah pada area batang otak (brain stem surgery) pertama di Asia Tenggara. Siloam Hospitals Lippo Village kini menjadi pusat rujukan neuroscience di Indonesia dengan keahlian dalam menangani berbagai kondisi saraf dan bedah saraf kompleks.

Siloam Hospitals Lippo Village telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks, didukung oleh 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf. Layanan Neurologi dan Bedah Saraf mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, gangguan perilaku, neurodegeneratif, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, Deep Brain Simulation (DBS), terapi stroke akut melalui penghancuran dan pengangkatan sumbantan pembuluh darah otak hingga awake brain surgery. Awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf kompleks berpresisi tinggi yang telah dilakukan selama hampir dua dekade. Prosedur ini melibatkan pendekatan multidisiplin, dengan pasien tetap sadar pada tahap tertentu operasi untuk memungkinkan pemantauan fungsi saraf secara langsung.

Penguatan keahlian tersebut menjadi semakin relevan di tengah besarnya kebutuhan terhadap layanan saraf di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan sekitar 337.000 kematian tercatat setiap tahunnya.1 Dalam layanan stroke, kecepatan, ketepatan diagnosis, koordinasi multidisiplin, serta penerapan protokol klinis yang terstandar menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penanganan. Di Siloam Hospitals Lippo Village, hal ini didukung oleh kemampuan diagnostik dan intervensi tingkat lanjut, stroke pathway yang terintegrasi, serta protokol klinis yang terstandar, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih holistik dan komprehensif, mulai dari diagnosis hingga intervensi dan pemulihan. Keunggulan tersebut turut mendukung pencapaian sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke Program.

Untuk memperkuat kolaborasi dan pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf terintegrasi di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village menyelenggarakan The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 bertema “Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience”. Forum ini sekaligus menandai 30 tahun Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village dalam mengembangkan keahlian klinis, inovasi layanan, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi di bidang neurologi dan bedah saraf. Dengan menghadirkan lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional, forum ini mempertemukan praktisi, akademisi, dan tenaga kesehatan lintas negara. 

Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, mengatakan, “Selama tiga puluh tahun, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinvestasi dalam keahlian, teknologi, inovasi, dan kolaborasi untuk memperkuat layanan saraf dan bedah saraf di Indonesia. Perjalanan ini tidak hanya membangun keunggulan klinis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem neuroscience melalui pendidikan dan penelitian. Kami percaya bahwa kemajuan di bidang ini ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kesehatan dan kemampuan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pasien. Melalui Siloam Neuroscience Summit, kami ingin memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk memajukan kesehatan otak dan saraf di Indonesia.”

Memasuki era baru pelayanan saraf dan bedah saraf, integrasi lintas disiplin, teknologi, dan pendekatan klinis menjadi kunci kemajuan layanan. Perkembangan advanced imaging, neuromodulasi, artificial intelligence, precision medicine, dan teknologi bedah meningkatkan kemampuan diagnosis dan tata laksana berbagai kondisi saraf.

Baca Juga :  Mencetak Jejak Inspiratif Sejak Usia 16 Tahun, Arfiana Maulina Menjadi Pembicara di Lebih dari 100 Acara Edukasi

Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS, Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, menjelaskan, “Masa depan neuroscience membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan yang semakin terbuka. ‘Beyond Boundaries’ menggambarkan semangat untuk melampaui batas-batas yang ada, menghubungkan berbagai keahlian, teknologi, dan perspektif untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam layanan neuroscience di Indonesia.”

Berbagai kemajuan di bidang neuroscience membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang semakin tepat, aman, dan efektif bagi pasien. Melalui kolaborasi lintas disiplin, forum ini diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi tersebut dalam praktik klinis.

Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menekankan pentingnya memastikan bahwa kemajuan ilmu dan teknologi pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi pasien. “Kemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi bagaimana perkembangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien. Dalam 30 tahun terakhir, kami melihat bagaimana perkembangan ilmu, teknik bedah, teknologi, dan kolaborasi multidisiplin mengubah penanganan berbagai kasus neurologis. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita terus mendorong batas tersebut dan membawa manfaatnya lebih luas bagi pasien di Indonesia.”

Memasuki dekade keempat, Siloam Hospitals Lippo Village akan terus mengembangkan layanan neurologi dan bedah saraf untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin kompleks. Berbekal pengalaman 30 tahun, upaya ini diharapkan menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, berkualitas, dan berpusat pada pasien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru