5 Tantangan Besar di Balik Bisnis Sewa Motor di Indonesia - Koran Mandalika

5 Tantangan Besar di Balik Bisnis Sewa Motor di Indonesia

Rabu, 19 November 2025 - 09:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas di berbagai kota, layanan sewa motor terus menjadi pilihan utama bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Permintaan yang tinggi seharusnya menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha, namun kenyataannya industri ini masih berjalan dengan berbagai hambatan yang membuat pertumbuhannya tidak optimal.

1. Belum adanya standarisasi layanan.

Hingga saat ini belum ada acuan baku mengenai prosedur penyewaan, sehingga setiap penyedia menerapkan kebijakannya sendiri. Ada yang mensyaratkan jaminan besar, ada yang meminta dokumen tertentu, bahkan ada yang menerapkan metode verifikasi berbeda. Perbedaan ini memicu kebingungan pelanggan dan menimbulkan persepsi bahwa layanan sewa motor sulit diprediksi dari satu kota ke kota lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Risiko keamanan dan kehilangan unit.

Berdasarkan laporan komunitas rental motor Indonesia, rata-rata satu unit motor hilang setiap hari di berbagai kota besar. Data ini menunjukkan betapa tingginya risiko operasional yang harus dihadapi pemain usaha, terutama yang belum memiliki sistem verifikasi penyewa. Akibat tingginya potensi kerugian, sebagian penyedia memilih membatasi penyewaan kepada kelompok tertentu sehingga muncul kesan kurang ramah atau diskriminatif bagi masyarakat lokal.

Baca Juga :  Pastikan Keamanan dan Keselamatan Untuk Penumpang Pasca Nataru, KAI Services Gelar Pembinaan Petugas Keamanan Stasiun

3. Manajemen armada yang masih manual.

Banyak usaha kecil dan menengah belum memiliki sistem digital untuk mengelola inventaris motor. Informasi mengenai jadwal servis, status ketersediaan, kondisi kendaraan, hingga histori penyewaan sering kali dicatat di buku atau melalui pesan pribadi. Cara ini rentan terhadap human error dan menyebabkan proses operasional berjalan lambat, terutama saat volume penyewa meningkat pada musim liburan.

4. Persaingan harga yang tidak sehat.

Di pasar tertentu, tarif sewa bisa turun hingga 30 persen di bawah harga ideal untuk menutupi biaya perawatan dan depresiasi motor. Ketika harga ditekan terlalu rendah, pemilik usaha terpaksa mengurangi biaya servis dan peremajaan unit. Dampaknya terlihat dari meningkatnya keluhan pelanggan terhadap kondisi motor, terutama di kota-kota dengan permintaan tinggi seperti Bali, Bandung, dan Yogyakarta.

Baca Juga :  Cara Ampuh Mencegah Bau Pipis Anjing di Rumah

5. Kurangnya integrasi teknologi.

Meskipun pelanggan kini terbiasa mencari layanan secara online, banyak penyedia rental masih mengandalkan komunikasi manual melalui telepon atau chat tanpa sistem terpusat. Hal ini membuat proses pemesanan lambat dan tidak efisien, serta menyulitkan pelanggan untuk membandingkan harga dan ketersediaan motor secara cepat. Pelaku usaha juga kehilangan kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas karena tidak memiliki platform yang dapat diakses kapan saja.

Di tengah tantangan tersebut, platform seperti YourBestie mulai memberikan alternatif yang lebih terstandardisasi dan terintegrasi. Dengan menggunakan sistem digital untuk pemesanan, pelacakan armada, dan verifikasi penyewa, layanan ini membantu memudahkan pelanggan sekaligus mendukung pelaku usaha agar dapat menjalankan bisnis secara lebih teratur dan modern.

Tentang YourBestie
Buat pemilik usaha sewa motor yang tertarik bergabung dengan YourBestie, bisa mendaftar melalui website di www.yourbestie.id atau email business@yourbestie.id atau Whatsapp di 0811966634.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00

Menabung untuk Target Akhir Tahun Mulai dari Sekarang

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00

Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Jasamarga Tollroad Maintenance Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun Buku 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00

Strategi Pendanaan Adaptif, BRI Finance Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026

Senin, 25 Mei 2026 - 16:00

BRI Unit Rorotan Tetap Hadir Layani Nasabah Saat Libur Lewat Layanan Weekend Banking

Senin, 25 Mei 2026 - 15:00

Fakultas Vokasi UB Perkuat Kompetensi Keamanan Siber melalui Kolaborasi dengan Positive Technologies dan Kampus Rusia

Senin, 25 Mei 2026 - 15:00

Pest Control & Fumigasi, Cara KAI Jaga Kebersihan Sarana LRT Jabodebek

Senin, 25 Mei 2026 - 15:00

BRI KK Mall Kelapa Gading Tetap Layani Transaksi Nasabah Saat Libur Melalui Weekend Banking

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00

Optimisme di Tengah Kenaikan: Harga ATK Diprediksi Normal Seiring Meredanya Konflik Global

Berita Terbaru

Teknologi

Menabung untuk Target Akhir Tahun Mulai dari Sekarang

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00