7 Stasiun Tersibuk di Daop 2 Bandung Selama Angkutan Lebaran 2026, Bandung dan Kiaracondong Dominasi Pergerakan Penumpang - Koran Mandalika

7 Stasiun Tersibuk di Daop 2 Bandung Selama Angkutan Lebaran 2026, Bandung dan Kiaracondong Dominasi Pergerakan Penumpang

Kamis, 9 April 2026 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (Jawa Barat), 8 April 2026 — PT KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari (11 Maret s.d. 1 April). Tercatat sebanyak 441.610 pelanggan berangkat dan 430.569 pelanggan datang melalui seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.

Dari data tersebut, terdapat tujuh stasiun dengan aktivitas pelayanan penumpang tertinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Tingginya volume ini mencerminkan peran strategis wilayah Daop 2 Bandung sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jawa Barat.

Secara kumulatif untuk pelayanan penumpang berangkat, Stasiun Bandung menjadi yang tertinggi dengan total 122.972 pelanggan. Disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 89.946 pelanggan, kemudian Stasiun Tasikmalaya sebanyak 36.476 pelanggan, Stasiun Cianjur 32.519 pelanggan, Stasiun Cipatat 25.417 pelanggan, Stasiun Banjar 20.680 pelanggan, serta Stasiun Purwakarta sebanyak 20.090 pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, secara kumulatif untuk pelayanan penumpang datang, Stasiun Bandung juga mencatat angka tertinggi dengan 122.350 pelanggan. Diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 75.037 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya 38.367 pelanggan, Stasiun Cianjur 34.326 pelanggan, Stasiun Cipatat 26.358 pelanggan, Stasiun Banjar 23.388 pelanggan, dan Stasiun Purwakarta sebanyak 18.999 pelanggan.

Baca Juga :  Open Forest #2: Connecting Hands, Restoring Lands

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya angka mobilitas ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat terhadap moda transportasi kereta api, khususnya pada periode Angkutan Lebaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api. Tingginya volume penumpang di tujuh stasiun tersibuk ini menjadi indikator bahwa layanan KAI semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, KAI Daop 2 Bandung telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran, mulai dari penambahan petugas pelayanan, optimalisasi sarana dan prasarana, hingga peningkatan pengawasan di seluruh area operasional baik di jalur rel maupun di stasiun.

Baca Juga :  KAI Ajak Gen Z dan Milenial Menjelajahi Bumi Papandayan dengan Kereta Panoramic

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama periode puncak arus mudik dan balik. KAI juga memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional yang mengutamakan keselamatan.

Kuswardojo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan selama berada di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api, serta merencanakan perjalanan dengan baik agar terhindar dari kendala.

“Kami berharap layanan yang telah diberikan selama Angkutan Lebaran 2026 ini dapat memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan. KAI akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan ke depan,” tutupnya.

Dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung memastikan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menghadapi periode angkutan berikutnya dengan lebih optimal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah
BRIDS Masuk 16 Besar CX100 Danantara 2026, Peringkat Kedua di Industri Sekuritas dan Manajemen Investasi
FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis
Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan
Program Premium European Products Meneroka Peluang Pertumbuhan Baharu di Malaysia
HSB Investasi Jadi Broker Pertama di Indonesia dengan Asuransi Perlindungan Dana Nasabah
ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis
Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

BRIDS Masuk 16 Besar CX100 Danantara 2026, Peringkat Kedua di Industri Sekuritas dan Manajemen Investasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:02

HSB Investasi Jadi Broker Pertama di Indonesia dengan Asuransi Perlindungan Dana Nasabah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Berita Terbaru