Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia - Koran Mandalika

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model Drone as First Responder (DFR) membalik urutan respons darurat. Drone dikirim lebih dulu untuk memastikan kondisi dari udara, baru orang dikerahkan sesuai yang terlihat. Dengan dock otomatis, drone lepas landas sendiri saat ada pemicu dan diawasi pilot dari jauh.

Pukul dua dini hari, alarm di pagar sebuah tambang berbunyi. Buat tim keamanan, momen seperti ini selalu menyisakan pertanyaan yang sama: apakah ini bahaya sungguhan, dan berapa orang yang perlu dikirim untuk memastikannya.

Selama ini, jawabannya baru didapat setelah petugas sampai di lokasi. Satu orang dikirim ke area gelap tanpa tahu apa yang menunggunya. Sering kali yang ditemukan cuma kendaraan yang salah jalan. Sesekali, bukan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Model Drone as First Responder menawarkan urutan yang berbeda. Begitu ada pemicu, drone yang berangkat lebih dulu ke lokasi dan langsung mengirim gambar dari udara ke ruang kendali. Keputusan mau mengirim berapa orang diambil setelah kondisinya benar-benar terlihat. Intinya sederhana: kirim mata dulu, baru kirim orang.

Baca Juga :  Setengah Lulusan Wisuda BINUS SCHOOL Simprug Lanjutkan Program Bisnis dan STEM di Universitas Top Dunia

Kedengarannya biasa saja, tapi sebenarnya ini membalik kebiasaan lama. Selama ini kita mengirim orang dulu, baru tahu situasinya setelah sampai.

Lalu kenapa model ini baru banyak dipakai sekarang? Masalahnya dulu bukan di dronenya, tapi harus selalu ada pilot yang datang dan menerbangkan drone di setiap lokasi. Sekarang drone bisa disimpan di dalam dock, lepas landas sendiri begitu ada pemicu, terbang menjalankan tugas, lalu balik mengisi daya. Karena itu, satu orang saja sudah cukup untuk memantau banyak lokasi sekaligus, tanpa harus datang ke tiap tempat.

Ada satu hal yang sering disalahpahami. Model ini bukan untuk menggantikan manusia dengan robot. Pilotnya tetap pegang kendali dan bisa ambil alih kapan saja. Yang berubah cuma tugasnya: dari menerbangkan setiap panggilan, jadi menimbang dan memutuskan. Justru tugas yang baru ini butuh penilaian yang lebih matang.

Kenapa ini penting buat Indonesia? Karena kebanyakan aset yang harus dijaga justru sedang beroperasi saat diinspeksi. Kilang yang aktif, tambang dengan alat berat lalu-lalang, pelabuhan dan kawasan padat orang. Menurunkan petugas cuma untuk mengecek sering kali tidak mungkin. Tapi menurunkan pandangan dari udara jauh lebih masuk akal.

Baca Juga :  Pelindo Tower, Ruang Bisnis & Komersial Bersertifikasi Green Building di Kawasan Pelabuhan Tersibuk Indonesia

Tapi ada satu catatan yang tidak boleh dilupakan. Yang bikin model ini benar-benar bisa jalan bukan cuma teknologinya, tapi juga izinnya. Operasi otomatis seperti ini masuk kategori BVLOS, yaitu terbang di luar jarak pandang, dan butuh persetujuan otoritas penerbangan. Bagian inilah yang paling sering dilupakan orang saat terpukau melihat demo drone yang canggih. Di Indonesia, Halo Robotics adalah satu-satunya yang memegang izin operasi BVLOS berbasis SORA dari Ditjen Perhubungan Udara (DGCA).

Jadi pertanyaannya sekarang bergeser. Bukan lagi soal apakah dronenya bisa, tapi apa yang berubah dari cara tim bekerja kalau setiap alarm bisa dicek dari udara sebelum satu orang pun dikirim.

Ulasan lengkapnya, mulai dari cara kerja, penggunaan untuk keamanan, pemantauan kebakaran, dan pencarian dan pertolongan, sampai sisi aturannya, bisa dibaca di sini:

Drone as First Responder (DFR): Model Respons Darurat Berbasis Drone untuk Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging
Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos
Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia
BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026
PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:02

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:02

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21

BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:02