70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama - Koran Mandalika

70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnis kuliner sering terlihat menjanjikan, tapi tahukah kamu bahwa sebagian besar bisnis ini gagal dalam waktu singkat? Menurut laporan CNN Indonesia, sekitar 54% pengusaha makanan dan minuman hanya mampu bertahan selama 5 bulan, terutama saat pandemi COVID-19. Sementara itu, dalam artikel VOI disebutkan bahwa lebih dari 70% bisnis kuliner gagal bertahan dalam 1–3 tahun pertama.

Lantas, apa penyebabnya? Dan yang terpenting, bagaimana caranya agar bisnis kulinermu bisa bertahan dan berkembang? Berikut beberapa tips berdasarkan riset akademik dan panduan dari para ahli.

1. Manajemen Fokus pada Makanan, Bukan Strategi Bisnis yang Holistik

Sebuah studi dari Journal of Culinary Science & Technology (2022) yang dilakukan di Jakarta menemukan bahwa pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan memperkuat kemampuan digital secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis kuliner. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini menunjukkan bahwa alih-alih hanya fokus pada resep atau kualitas makanan semata, pemilik bisnis kuliner perlu mengadopsi strategi bisnis besar yang mencakup kepemimpinan efektif, pengelolaan harga, pemasaran, serta operasional produksi secara terintegrasi. Tanpa strategi holistik ini, bisnis akan menghadapi margin keuntungan yang tipis bahkan cenderung merugi.

Tips singkat: untuk strategi harga ideal dengan keuntungan maksimal coba kalkulator F&B dari tantri kalkulatorhpp.tantri.id 

2. Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir

Masalah utama yang diidentifikasi pada poin “Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir” adalah ketidakefisienan dan ketidakakuratan dalam pengelolaan data transaksi dan stok, yang menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnis. 

Baca Juga :  Impian Investor: Pasar Properti Dubai Akan Melonjak, Menjanjikan Pertumbuhan Modal, Bergabunglah dengan acara abad ini

Tanpa sistem yang terintegrasi dan laporan real-time, pemilik bisnis kesulitan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai performa usaha, stok bahan baku, dan arus kas. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan menurunkan daya saing bisnis.

Menurut hasil penelitian dari Binus University Jakarta, penggunaan aplikasi kasir (POS) terbukti mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan stok, transaksi, dan laporan keuangan pada bisnis kuliner seperti coffee shop.

Tips singkat: untuk pengelolaan laporan dan transaksi yang terorganisir gunakan POS Tantri di tantri.id 

3. Pelayanan Lambat Meski Kualitas Makanan Bagus

Image

Dalam studi yang diterbitkan oleh Jurnal Sustainability tahun 2025, disebutkan bahwa penggunaan QR menu secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi pelayanan, dan persepsi modernitas bisnis. QR menu juga mengurangi kebutuhan mencetak ulang menu setiap kali ada perubahan harga atau produk. Selain itu, pelanggan merasa lebih nyaman karena tidak perlu bersentuhan langsung dengan benda fisik, sebuah nilai tambah sejak pandemi. 

Tempel QR code di tiap meja untuk pemesanan langsung agar pelayanan lebih cepat, higienis, dan praktis. Gunakan QR menu dinamis supaya kamu bisa update menu atau harga tanpa cetak ulang, serta pastikan desain menu digital mudah dipahami dengan foto makanan, deskripsi, dan harga yang jelas.Tips singkat: gunakan QR Menu yang terintegrasi dengan POS seprti tantri.id

4. Idealisme Tinggi tapi Kurang Inovasi

Masih dari jurnal Sustainability 2025, inovasi dalam model bisnis dan proses operasional terbukti menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM kuliner. Pemilik bisnis harus aktif mengevaluasi menu, strategi pemasaran, serta saluran distribusi secara berkala. 

Baca Juga :  Uganda, Permata Afrika Timur: Destinasi Baru untuk Investasi dan Wisata Alam Berkelanjutan

Memanfaatkan diskusi komunitas bisnis, benchmarking pesaing, serta eksplorasi ide-ide kreatif melalui kolaborasi dengan mitra usaha atau pakar kuliner bisa membuka wawasan baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teknologi canggih. Pendekatan ini mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan sekaligus menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan konsumen dan persaingan yang dinamis.

5. Standarisasi Operasional dan SOP yang Kurang Ketat

publikasi jurnal Why Restaurants Fail 2005 oleh Cornell University menyatakan penerapan SOP (Standard Operating Procedure) yang ketat menjadi fondasi utama agar bisnis kuliner dapat berjalan efisien dan konsisten. Bisnis yang mengabaikan ketatnya pengawasan dalam SOP operasional sering menghadapi risiko kesalahan berulang, inkonsistensi kualitas layanan, dan kurangnya respons cepat terhadap kendala di lapangan. 

Pemilik bisnis dapat mulai dengan menyusun SOP yang jelas dan praktis, melibatkan tim dalam proses penyusunan agar mereka paham dan terlibat, serta rutin melakukan training dan evaluasi penerapan SOP di setiap lini operasional. 

Kesimpulan

Membangun bisnis kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang manajemen yang cermat dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Tingginya angka kegagalan seharusnya jadi pengingat bahwa strategi bisnis harus disiapkan sejak awal.

Dengan menerapkan kepemimpinan yang adaptif, memanfaatkan aplikasi kasir seperti Tantri, dan menyediakan QR menu sebagai bagian dari layanan pelanggan, kamu bisa meningkatkan peluang sukses di tahun-tahun pertama bisnismu.

Berita Terkait

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru