Harga Emas Tertekan Usai Pengangkatan Scott Bessent Sebagai Menkeu AS - Koran Mandalika

Harga Emas Tertekan Usai Pengangkatan Scott Bessent Sebagai Menkeu AS

Selasa, 26 November 2024 - 10:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) menunjukkan pemulihan sebagian dari penurunan sebelumnya pada perdagangan Senin (25/11), bergerak di kisaran $2.680. Sentimen pasar mereda setelah berita pengangkatan Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan AS menggantikan Janet Yellen. 

Andy Nugraha Analis Dupoin Indonesia, mengungkapkan bahwa indikator Moving Average saat ini menunjukkan pelemahan tren bullish emas. Proyeksi harga emas hari ini diperkirakan memiliki potensi turun lebih lanjut hingga ke level $2.608. Namun, jika harga gagal melanjutkan penurunan dan berhasil rebound, target kenaikan terdekat berada di $2.664.

Penurunan harga emas lebih dari $30 pada Senin, dan sempat terjun menyentuh level $2.611 pada Selasa (26/11), dipicu oleh respons pasar terhadap pemilihan Bessent. Reaksi pasar terhadap kebijakan ekonomi moderat yang kemungkinan diterapkan Bessent mengurangi kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian perdagangan yang sebelumnya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman.

Selain itu, rumor tentang potensi gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah turut membebani harga emas. Menurut laporan Reuters, kedua pihak menunjukkan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Terobosan dalam pembicaraan ini diperkirakan dapat meredakan ketegangan geopolitik dan mengurangi permintaan terhadap emas.

Bessent, pendiri Key Square Group dan manajer hedge fund ternama, dikenal sebagai tokoh yang cenderung berhati-hati dalam mengelola kebijakan fiskal. Pasar mengantisipasi bahwa pendekatannya yang moderat akan menyeimbangkan kebijakan proteksionisme Presiden Trump, seperti tarif tinggi dan pemotongan pajak. Langkah ini diyakini dapat menekan inflasi dan mengurangi pengeluaran pemerintah, yang berkontribusi pada turunnya harga emas.

Baca Juga :  ASRI Dukung Program Keberlanjutan melalui Kemitraan Strategis dengan Xanh SM

Dalam pandangan Andy Nugraha, volatilitas harga emas hari ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap perkembangan kebijakan keuangan AS dan stabilitas geopolitik global. Jika isu gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah benar-benar terealisasi, potensi pelemahan harga emas lebih lanjut dapat terjadi, terutama karena menurunnya aliran safe haven.

Kesimpulannya, harga emas saat ini berada dalam tekanan sentimen pasar yang didorong oleh kebijakan fiskal AS dan stabilitas geopolitik. Namun, Nugraha juga mengingatkan bahwa rebound tetap menjadi kemungkinan jika ada sentimen positif yang mendorong permintaan emas.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru