Kemenangan Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering di Lintasan Balap - Koran Mandalika

Kemenangan Mahasiswa BINUS ASO School of Engineering di Lintasan Balap

Jumat, 29 November 2024 - 10:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah jurusan otomotif sambil mencetak prestasi di dunia balap? Ini bukan hal yang mustahil, lho! Soalnya, ada Syaukat Takuma Soejatmo–mahasiswa jurusan Automotive Robotic Engineering di BINUS ASO School of Engineering–berhasil menempati podium Mandalika Festival of Speed BMWM2 yang diadakan pada tanggal 11-13 Oktober 2024 lalu. Siapa sangka, ternyata perjalanannya penuh lika-liku dan pengorbanan. Tapi, bagaimana dia bisa sukses? Simak kisahnya di sini, yuk!

Awal Mula Cinta pada Dunia Balap

Karena terlahir di keluarga yang mayoritas anggotanya terdiri dari pembalap, wajar kalau Takuma sudah mencintai dunia otomotif sejak kecil. Bahkan, ia memiliki hubungan dengan Tinton Suprapto, pembalap sepeda legendaris Indonesia yang memprakarsai berdirinya Sirkuit Internasional Sentul pada tahun 1990. 

Karena koneksi yang kuat itulah, banyak orang sempat berpikir kalau jalannya akan mulus dengan bantuan dari anggota keluarganya. Tapi, kenyataannya, nama besar itu bukan jaminan. Justru, Takuma harus memulai segalanya dari nol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang kira karena keluarga saya, saya dapat kemudahan untuk balapan,” katanya sambil tertawa. Padahal, Takuma mengawali mimpinya lewat simulator balapan. Di sinilah ia belajar teknik dasar mengemudi dan strategi balap. Namun, tentunya menggunakan program simulator ini tidaklah gratis karena dia butuh biaya yang cukup signifikan.

Untuk latihan lebih lanjut, Takuma bahkan harus bekerja paruh waktu sebagai event organizer. Ia rela mengatur berbagai acara demi mengumpulkan dana agar bisa menyewa lintasan dan mobil balap sungguhan. Bahkan, ia juga harus pintar-pintar membagi waktu antara kuliah, pekerjaan paruh waktunya, dan tentunya latihan untuk mengasah kemampuan balapannya.

Baca Juga :  Jadwal Ganti Pasir Kucing Berdasarkan Jenisnya

Peran Pendidikan dalam Perjalanan Karier

Takuma merasa bersyukur menjadi bagian dari BINUS ASO School of Engineering. Di jurusan Automotive Robotic Engineering, ia mendapatkan pengetahuan mendalam soal mesin dan teknologi otomotif. Hal ini memberikan keunggulan tersendiri saat ia terjun ke dunia balap.

“Sebagai pembalap, saya nggak cuma harus tahu cara mengemudi. Saya juga perlu paham mesin mobil yang digunakan. Jadi, kalau ada masalah, saya bisa cepat ambil keputusan,” jelasnya. 

Selama berkuliah, ia juga memanfaatkan laboratorium kampus untuk mempelajari aerodinamika mobil balap dan bagaimana teknologi robotik serta Internet of Things (IoT) bisa meningkatkan performa kendaraan. Semua ilmu yang telah ia peroleh di BINUS ASO School of Engineering telah membantunya memahami teknik dan prinsip merancang mesin mobil untuk balapan. Terutama, dengan tren autonomous driving system yang sedang naik daun belakangan ini dan juga menjadi salah satu mata kuliah utama peminatan Automotive.

Selain itu, ia sering berguru serta bertukar wawasan dengan dosen-dosen berpengalaman di jurusannya untuk meningkatkan pengetahuan teori dan keterampilan teknisnya. Takuma merasa amat terbantu dengan para tenaga pengajar yang selalu memberinya umpan balik konstruktif untuk meningkatkan buah pemikirannya, serta mengasah skill-nya di laboratorium.

Di saat yang bersamaan, Takuma sangat mengapresiasi dukungan BINUS ASO School of Engineering bagi impiannya. Sebab, ia sering mendapat dispensasi kuliah saat ia harus berfokus mengikuti kompetisi di tempat yang jauh.

Bergabung dengan Tim Balap Profesional

Kerja keras Takuma selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil bergabung dengan Suade Motorsport dan DPlus Autocollection Racing Team, dua nama besar di dunia balap nasional. Dengan bimbingan tim ini, Takuma mampu menunjukkan bakatnya yang luar biasa.

Baca Juga :  Penawaran Khusus Bagi Nasabah dan Karyawan BRI Group, Cek KKB dari BRI Finance

Puncak prestasinya adalah saat ia meraih podium di Mandalika Festival of Speed BMWM2 Trophy. Kompetisi berskala nasional ini mempertemukan pembalap-pembalap terbaik Indonesia, sehingga persaingannya sangat sengit. Dalam perlombaan itu, Takuma menunjukkan kemampuan mengemudi yang luar biasa. Dengan strategi matang dan teknik sempurna, ia berhasil menaklukkan lintasan yang dikenal menantang.

“Saya selalu ingat perjuangan di awal. Jadi setiap kali saya balapan, saya memberi 110 persen,” kata Takuma. “Saya yakin Allah SWT itu nggak tidur, jadi Ia akan menyertai orang-orang yang sudah berusaha keras sambil berdoa. Niscaya, segala usaha pun lebih lancar.”

Namun, impian Takuma tidak hanya sebatas balapan di sirkuit nasional ternama. Suatu saat nanti, ia ingin bisa berlaga di kancah internasional untuk membawa nama Indonesia di kompetisi balap dunia. Dengan bekal ilmu dari kampus, pengalaman di lintasan, dan mental baja, Takuma yakin mimpinya akan tercapai.

Syaukat Takuma Soejatmo adalah bukti nyata bahwa sukses bukan soal asal-usul atau keberuntungan. Dengan kerja keras, ilmu, dan tekad yang kuat, kamu bisa mencapai apa pun yang kamu inginkan. Jadi, kalau kamu punya impian, tidak ada salahnya memulai dari sekarang. Siapa tahu, kamu bisa menjadi Takuma berikutnya! Kalau kamu ingin mengikuti jejak Takuma mengharumkan nama Indonesia, kamu bisa bergabung dengan BINUS ASO School of Engineering untuk mendalami minat, pengetahuan, dan skill-mu di bidang teknologi, lho.

Berita Terkait

Bekali Talenta Digital dengan Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Hadirkan Pelatihan Python Fundamental
Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?
KAI Logistik Kenalkan Green Logistics di Acara Green Movement Bersama Komunitas Peduli Lingkungan
KAI Bandara Layani 84 Ribu Penumpang Selama Libur Maulid Nabi, Mobilitas Masyarakat Tetap Lancar
Kenapa Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Nol? Kenali Lifestyle Inflation dan Cara Mendeteksinya
Jaga Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna, KAI Perkuat Kesiapan Petugas di Stasiun LRT Jabodebek
PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun
Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Bekali Talenta Digital dengan Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Hadirkan Pelatihan Python Fundamental

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

KAI Logistik Kenalkan Green Logistics di Acara Green Movement Bersama Komunitas Peduli Lingkungan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

KAI Bandara Layani 84 Ribu Penumpang Selama Libur Maulid Nabi, Mobilitas Masyarakat Tetap Lancar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Kenapa Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Nol? Kenali Lifestyle Inflation dan Cara Mendeteksinya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:33

PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

Berita Terbaru