Bahan Katun vs. Polyester: Mana yang Lebih Baik untuk Seragam Anda? - Koran Mandalika

Bahan Katun vs. Polyester: Mana yang Lebih Baik untuk Seragam Anda?

Jumat, 7 Februari 2025 - 17:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahan Katun vs. Polyester: Mana yang Lebih Baik untuk Seragam Anda?

Dalam dunia konveksi seragam,
pemilihan bahan menjadi faktor utama yang menentukan kenyamanan dan ketahanan
pakaian. Dua jenis kain yang paling sering digunakan adalah katun dan polyester.
Namun, mana yang lebih baik untuk seragam Anda? Berikut
perbandingan keduanya dari berbagai aspek penting.

1.
Kenyamanan dan Sirkulasi Udara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katun dikenal sebagai bahan yang
nyaman di kulit. Terbuat dari serat alami, kain ini memiliki daya serap tinggi
sehingga mampu menyerap keringat dengan baik. Seragam berbahan katun cocok
digunakan di daerah tropis atau lingkungan kerja yang membutuhkan banyak
aktivitas fisik.

Sebaliknya, polyester merupakan kain
sintetis yang kurang menyerap keringat dibanding katun. Namun, bahan ini lebih
ringan dan cepat kering, sehingga tetap nyaman bagi pengguna yang sering
bergerak.

Baca Juga :  Biaya Perawatan Diri yang Sering Terasa Kecil Tapi Konsisten

2.
Ketahanan dan Daya Tahan Lama

Jika dibandingkan dari segi
ketahanan, polyester lebih unggul. Serat sintetis pada polyester membuatnya
lebih tahan terhadap kerutan, penyusutan, dan sobekan. Seragam berbahan
polyester juga tidak mudah luntur, bahkan setelah pencucian berulang kali.

Sebaliknya, katun lebih rentan
menyusut dan mudah kusut. Oleh karena itu, seragam berbahan katun memerlukan
perawatan lebih, seperti penyetrikaan rutin agar tetap rapi.

3.
Tampilan dan Estetika

Katun memberikan tampilan yang lebih
elegan dan profesional karena memiliki tekstur yang lembut dan tampak lebih
alami. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk seragam kantor atau sekolah
yang mengutamakan estetika.

Baca Juga :  PLTA Jatigede Lakukan Risk Assesmen Sistem Manajemen Pengamanan oleh Polda Jabar

Polyester, meskipun lebih tahan
lama, terkadang tampak lebih mengilap dan kurang natural dibanding katun. Namun,
teknologi tekstil modern telah menghadirkan campuran bahan yang bisa meniru
tampilan katun, seperti TC (Tetoron Cotton) atau CVC (Chief Value
Cotton)
yang mengombinasikan kelebihan kedua bahan tersebut.

4.
Harga dan Efisiensi Produksi

Dari segi harga, polyester lebih
ekonomis dibanding katun. Proses produksi yang lebih murah membuat bahan ini
banyak digunakan untuk seragam dalam jumlah besar.

Sebaliknya, katun yang berasal dari
serat alami cenderung lebih mahal. Namun, harga ini sebanding dengan kenyamanan
yang ditawarkan, terutama bagi pengguna yang membutuhkan pakaian dengan
sirkulasi udara yang baik.

Berita Terkait

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman
5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka
Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA
Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur
Investasi 4M: Selebgram Vian Armando Gabung Checkervisor, Langkah Baru Memberantas Barang Palsu
Kolaborasi Berlanjut: BINUS @Bandung Gandeng Leave a Nest Malaysia Perkuat Ekosistem Inovasi dan Startup Mahasiswa
PT. Technosoft Indo Prima Luncurkan Aplikasi Disiplinku

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:48

‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:44

‎Dewan RI Lale Syifa: Dana Haji Bukan Sekadar Angka Tapi Amanah dari JCH

Senin, 23 Februari 2026 - 21:09

‎Guru Jangan Galau, Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Tetap Cair

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00

‎Pemprov NTB Siap Intervensi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:46

‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:32

‎Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Gubernur NTB Soroti Pendangkalan Sungai

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:51

‎Pemerintah Pusat Tetapkan Teluk Ekas Sebagai Lokasi Riset Rumput Laut Dunia

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:57

‎Pemprov NTB Sebut Isu Penelantaran WNA Asal Malaysia Tidak Sesuai Fakta

Berita Terbaru