Koran Mandalika, Mataram – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyampaikan bahwa stok dan distribusi energi saat ini dalam keadaan aman dan terkendali.
Hal itu disampaikan untuk menyikapi pemberitaan terkait keluhan masyarakat atas kenaikan harga BBM non-subsidi dan LPG di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa ketahanan stok BBM dan LPG di wilayah NTB masih berada pada level yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara umum, ketahanan stok BBM jenis Gasoline dan Gasoil di wilayah NTB berada dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan. Distribusi juga berjalan lancar dengan dukungan suplai yang rutin dan terjadwal,” ujar Ahad, Rabu (22/4).
Berdasarkan kondisi terkini, ketahanan stok energi di wilayah NTB secara umum adalah sebagai berikut:
– Produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) berada pada kisaran ketahanan ±3 hingga 9 hari.
– Produk Gasoil (Biosolar dan Pertamina Dex) berada pada kisaran ketahanan ±5 hingga 12 hari.
– LPG berada pada kisaran ketahanan ±3 hingga 6 hari.
Ahad menambahkan bahwa peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah NTB saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, antara lain musim tanam, kegiatan sosial seperti hajatan dan keberangkatan haji, serta pertumbuhan sektor usaha seperti peternakan dan jasa catering.
Selain itu, beredarnya informasi terkait dinamika harga energi global turut memicu peningkatan pembelian BBM oleh masyarakat, khususnya untuk produk subsidi, dengan pola pembelian cenderung penuh (full tank) yang berdampak pada antrean di sejumlah SPBU.
“Pertamina memastikan bahwa distribusi BBM dan LPG ke seluruh lembaga penyalur berjalan lancar tanpa kendala yang signifikan. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan stakeholder serta pengawasan di lapangan untuk memastikan penyaluran sesuai ketentuan,” tambah Ahad.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mengoptimalkan pengelolaan distribusi, termasuk penguatan monitoring harian, koordinasi lintas sektor, serta penyiapan langkah alternatif guna menjaga ketahanan pasokan energi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pembelian BBM dan LPG diharapkan dilakukan sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan optimal.
Apabila masyarakat menemukan kendala atau indikasi pelanggaran di lapangan, dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center 135. (*)






