Siapa Lazarus Group? Inilah Hacker Paling Berbahaya di Dunia Kripto - Koran Mandalika

Siapa Lazarus Group? Inilah Hacker Paling Berbahaya di Dunia Kripto

Minggu, 2 Maret 2025 - 13:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lazarus Group bukan sekadar kelompok peretas biasa. Mereka adalah ancaman global yang terus menghantui dunia siber, terutama industri keuangan dan kripto.

Beroperasi sejak 2009, kelompok ini diyakini memiliki hubungan erat dengan pemerintah Korea Utara dan telah mencuri miliaran dolar melalui serangan dunia maya yang sangat terstruktur. Dengan teknik peretasan yang semakin canggih, mereka mampu menembus sistem keamanan tinggi dan mengelabui bahkan perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Asal-Usul Lazarus Group dan Hubungannya dengan Korea Utara

Lazarus Group pertama kali terdeteksi pada 2009 dan dikaitkan dengan Reconnaissance General Bureau (RGB), badan intelijen utama Korea Utara. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan awal mereka menargetkan sistem perbankan dan pemerintahan sebelum berkembang ke sektor teknologi dan industri kripto. Salah satu serangan pertama yang membuat Lazarus Group dikenal luas adalah peretasan Sony Pictures Entertainment pada 2014.

Kala itu, mereka membocorkan data internal perusahaan sebagai respons terhadap perilisan film The Interview, yang menggambarkan pemimpin Korea Utara secara negatif.

Namun, serangan tersebut hanyalah awal dari serangkaian aksi kriminal mereka. Pada 2016, Lazarus berhasil mencuri $81 juta dari Bank Sentral Bangladesh dengan mengeksploitasi sistem SWIFT, sistem perbankan internasional yang seharusnya memiliki keamanan ketat.

Bagaimana Lazarus Group Menargetkan Industri Kripto?

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, Lazarus Group mulai beralih ke industri kripto sebagai target utama mereka.

Baca Juga :  Genangan Air di Pekalongan–Sragi, Pastikan Seluruh KAJJ Daop 7 Madiun Tetap Tepat Waktu

Mereka mengeksploitasi celah keamanan dalam smart contract, platform DeFi, dan dompet digital untuk mencuri dana dalam jumlah besar. Metode utama yang mereka gunakan meliputi:

Phishing dan Social Engineering: Lazarus menyamar sebagai investor atau perusahaan teknologi untuk mengelabui target mereka.

Malware dan Trojan: Mereka mengembangkan malware yang dapat mencuri kredensial login dan data dompet digital.

Eksploitasi Smart Contract: Dengan memanfaatkan kelemahan dalam kode smart contract, mereka bisa mengambil alih transaksi aset digital.

Serangan Terbesar Lazarus Group di Dunia Kripto

Salah satu kasus hacker Lazarus Group terbesar terjadi pada 2022 ketika mereka meretas Ronin Network, jaringan yang digunakan oleh game Axie Infinity. Dalam serangan ini, mereka mencuri lebih dari $600 juta dalam bentuk ETH dan USDC. Serangan ini mengguncang dunia kripto dan menyoroti kelemahan dalam keamanan blockchain.

Pada 2025, Lazarus kembali melakukan aksi besar dengan meretas Bybit, salah satu bursa kripto terbesar. Dengan teknik phishing tingkat lanjut dan eksploitasi sistem keamanan, mereka mencuri sekitar $1,4 miliar dalam ETH. Dana ini kemudian dicuci melalui crypto mixers dan cross-chain swaps untuk menghilangkan jejak transaksi.

Dampak Global dan Ancaman Keamanan di Masa Depan

Serangan Lazarus Group menyebabkan kerugian miliaran dolar dan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap keamanan platform kripto. Laporan dari PBB mengungkapkan bahwa hasil peretasan digunakan untuk mendanai program nuklir Korea Utara, yang semakin meningkatkan ketegangan geopolitik global.

Baca Juga :  Join Us for a Heartwarming Hug with Maneckey and Receive a Discount!

Dengan teknik peretasan yang terus berkembang, Lazarus Group membuktikan bahwa dunia siber masih memiliki tantangan besar. Para pelaku industri kripto harus terus meningkatkan sistem keamanan mereka jika ingin menghindari serangan di masa depan.

Bagi kamu yang ingin berinvestasi di aset kripto, Bittime hadir sebagai platform yang menawarkan berbagai pilihan aset digital yang dapat diperjualbelikan dengan mudah.

Dengan fitur yang dirancang untuk investor pemula maupun profesional, Bittime memberikan akses ke pasar kripto yang dinamis dan penuh peluang. Kini, saatnya memanfaatkan tren kripto untuk membangun portofolio investasi yang lebih berkembang.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Kesehatan Prostat Pria Sering Terabaikan, Padahal Bisa Berawal dari Keluhan Sepele
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gading Boulevard Sambut Nasabah dengan Hangat
ProviderSMM Rilis Request Layanan, Reseller Bisa Ajukan Kebutuhan dari Database Lebih dari 1 Juta Layanan SMM
Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO
ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis
Public Expose 2026: Laba Tembus Rp1,91 T, Jasa Marga Siap Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang
Palantir dan Apple Jadi Sorotan, Saham Teknologi AS Masih Punya Katalis Pertumbuhan
Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:02

Kesehatan Prostat Pria Sering Terabaikan, Padahal Bisa Berawal dari Keluhan Sepele

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gading Boulevard Sambut Nasabah dengan Hangat

Rabu, 9 September 2026 - 22:02

ProviderSMM Rilis Request Layanan, Reseller Bisa Ajukan Kebutuhan dari Database Lebih dari 1 Juta Layanan SMM

Rabu, 9 September 2026 - 22:02

Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

Rabu, 9 September 2026 - 21:02

ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

Rabu, 9 September 2026 - 17:02

Palantir dan Apple Jadi Sorotan, Saham Teknologi AS Masih Punya Katalis Pertumbuhan

Rabu, 9 September 2026 - 17:02

Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda

Rabu, 9 September 2026 - 17:02

Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Akses Tokenisasi Saham & ETF AS di Indonesia

Berita Terbaru