Cetak Rekor Baru: EmasTembus USD $3.015 di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS - Koran Mandalika

Cetak Rekor Baru: EmasTembus USD $3.015 di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas terus mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai rekor tertinggi di atas US$3.000 per troy ounce. Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti emas, untuk melindungi nilai investasi mereka dari potensi ketidakpastian ekonomi yang semakin besar. Kekuatan pasar emas juga dipicu oleh ketegangan global yang meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Pada Selasa, 18 Maret 2025, harga emas di pasar spot tercatat menguat 0,2% atau sekitar 6,1 poin, mencapai level US$3.006,7 per troy ounce pada pukul 10.41 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Comex mengalami kenaikan sebesar 0,31% ke level US$3.015,4 per troy ounce. Kenaikan harga ini melanjutkan tren positif yang sudah terjadi pada hari Senin, di mana harga emas tercatat naik 0,6%. Faktor utama yang mendasari lonjakan harga ini adalah ketegangan geopolitik yang semakin memburuk, khususnya terkait eskalasi konflik di Gaza.

Serangan militer yang dilancarkan Israel terhadap Hamas di Gaza menjadi pemicu utama yang mempengaruhi pasar emas. Serangan tersebut berisiko menggagalkan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya, yang dapat memperburuk ketegangan regional. Laporan dari warga Palestina menyebutkan serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza, yang menambah ketidakpastian dan ketegangan di kawasan tersebut. Dalam situasi seperti ini, emas semakin dipandang sebagai aset yang aman, menarik minat investor untuk membeli lebih banyak emas sebagai perlindungan terhadap risiko geopolitik dan ekonomi.

Di sisi lain, investor juga mencerna data ekonomi terbaru dari AS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel pada Februari lebih rendah dari perkiraan. Hal ini turut menekan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun. Penurunan imbal hasil obligasi ini menjadi katalis bagi kenaikan harga emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Meskipun data tersebut mengindikasikan pelemahan belanja konsumen, tidak ada tanda-tanda perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, ketidakpastian tetap menyelimuti pasar, karena sentimen konsumen terus memburuk dan risiko perang dagang semakin meningkat akibat kebijakan perdagangan agresif dari Presiden AS, Donald Trump.

Kondisi ini semakin menegaskan peran emas sebagai penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 14%, melanjutkan reli kuat dari tahun 2024. Peningkatan harga emas ini juga didorong oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global yang tidak menentu. Beberapa bank besar bahkan telah merevisi target harga emas mereka ke level yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan optimisme terhadap prospek harga logam mulia ini.

Kepala strategi komoditas Macquarie, Marcus Garvey, menyatakan bahwa masih ada beberapa perkembangan bullish yang berpotensi mendukung harga emas dalam waktu dekat. Dengan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, target harga emas yang sebelumnya tercatat di level US$3.000 kini diprediksi dapat mencapai US$3.500. Hal ini mencerminkan keyakinan investor bahwa emas akan tetap menjadi aset yang menarik di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Baca Juga :  KAI Catat Ada 10.800 Transaksi Pembayaran LRT Jabodebek Menggunakan QRIS Tap

Meskipun harga emas terus mencatatkan kenaikan signifikan, beberapa analis tidak melihat tanda-tanda bahwa reli ini sudah mencapai titik yang berlebihan atau tidak terkendali. Seperti yang diungkapkan oleh Macquarie Marcus Garvey, “Saya tidak benar-benar melihat hal-hal yang menunjukkan kepada kita bahwa reli ini berada di area yang menjadi hiruk-pikuk atau berlebihan,” yang mencerminkan keyakinan bahwa tren kenaikan harga emas masih didorong oleh faktor-faktor fundamental yang kuat dan belum memasuki fase spekulatif yang berlebihan.

Pergerakan harga Bitcoin dan Aset kripto lainnya, Saham Amerika Serikat, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Berita Terkait

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi
VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH
Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239
Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’
SUCOFINDO Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi Pertamina Hulu Rokan
CLEAR Gandeng Shin Tae-yong untuk Kembangkan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia
Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

SUCOFINDO Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Dana Tunai 44,74% hingga Semester I-2026

Berita Terbaru