Puluhan Ribu Pekerja Terkena PHK Awal 2025, Peluang Baru Muncul di Dunia Digital - Koran Mandalika

Puluhan Ribu Pekerja Terkena PHK Awal 2025, Peluang Baru Muncul di Dunia Digital

Jumat, 11 April 2025 - 10:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 11 April 2025 – Awal tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam dua bulan pertama, terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri, terutama tekstil, garmen, dan manufaktur. Berdasarkan data dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tercatat lebih dari 60.000 pekerja kehilangan pekerjaan, sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat angka sekitar 40.000 orang.

Sejumlah perusahaan besar melakukan PHK massal akibat tekanan finansial dan penurunan permintaan global. PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang sempat menjadi salah satu produsen tekstil terbesar di Asia Tenggara, menyatakan pailit dan memberhentikan lebih dari 10.000 pekerja. Selain itu, PT Danbi International melepas 2.079 pekerja, PT Yamaha Music Product Asia menghentikan 1.100 karyawan, serta PT Sanken Indonesia menutup pabriknya di Bekasi dan mem-PHK 459 karyawan.

Meskipun data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat angka PHK sebesar 3.325 orang sepanjang Januari 2025, kesenjangan data dengan pihak serikat pekerja dan pengusaha mengindikasikan adanya keterbatasan dalam pelaporan dan pemantauan langsung di lapangan. Wilayah yang paling terdampak adalah DKI Jakarta, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Freelance dan Kerja Remote Jadi Alternatif Populer Pasca-PHK

Seiring meningkatnya angka PHK, banyak pekerja mulai menjajal jalur alternatif di luar pekerjaan tetap, salah satunya melalui freelance dan kerja remote lintas negara. Pandemi yang mempercepat adopsi sistem kerja jarak jauh juga telah membuka jalan bagi pekerja Indonesia untuk bersaing di pasar global tanpa harus berpindah negara.

Baca Juga :  Tutorial Tanda Tangan Digital Lengkap: Cukup 5 Menit, Dokumen Sah Seketika!

Profesi freelance yang paling diminati mencakup bidang kreatif dan digital. Misalnya, desainer grafis dan UI/UX kini banyak dicari untuk keperluan branding dan pengembangan produk digital. Selain itu, penulis konten dan copywriter banyak dibutuhkan oleh perusahaan lokal maupun internasional yang ingin memperkuat kehadiran digital mereka.

Pekerjaan seperti video editor, motion graphic artist, hingga social media strategist juga mengalami peningkatan permintaan, seiring dengan berkembangnya industri konten dan pemasaran digital. Di sektor teknologi, web developer, mobile app developer, dan software engineer menjadi profesi freelance yang paling banyak ditawarkan dalam berbagai platform digital.

Teknologi dan Kecerdasan Buatan Tetap Jadi Magnet Tenaga Kerja

Di sisi lain, meskipun industri teknologi sempat terdampak gejolak ekonomi dan PHK, sektor ini tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan lapangan kerja baru. Transformasi digital yang terus berlangsung, ditambah dengan meningkatnya kebutuhan terhadap otomasi dan efisiensi, membuat permintaan terhadap tenaga kerja digital tetap tinggi.

Beberapa posisi yang kini menjadi incaran banyak perusahaan mencakup data analyst, data scientist, dan business intelligence specialist, yang memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, permintaan terhadap software engineer, baik untuk pengembangan backend maupun aplikasi mobile, masih mendominasi bursa kerja digital.

Di tengah pesatnya adopsi teknologi komputasi awan, profesi seperti cloud engineer, DevOps specialist, dan cybersecurity analyst juga mengalami pertumbuhan signifikan. Tak ketinggalan, era kecerdasan buatan (AI) juga memunculkan posisi baru seperti AI specialist dan prompt engineer, yang bertanggung jawab dalam membangun sistem AI yang adaptif dan efisien.

Baca Juga :  KAI Properti Perbarui Dipo Jatinegara untuk Dukung Keandalan Operasional KA

Dengan dinamika tersebut, sektor teknologi tetap menjadi harapan utama bagi angkatan kerja Indonesia yang ingin beradaptasi dan berkembang di tengah disrupsi industri yang terus berjalan.

Upaya Reskilling: Digital Career Bootcamp Jadi Solusi Siap Kerja

Gelombang PHK dan pergeseran kebutuhan industri mendorong lahirnya inisiatif baru untuk mempercepat proses reskilling tenaga kerja Indonesia. Di tengah kondisi ini, berbagai program pelatihan digital bermunculan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan—salah satunya adalah Digital Career Bootcamp yang diselenggarakan oleh Maxy Academy.

Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta agar siap kerja di bidang digital, terutama dalam sektor yang kini paling dibutuhkan seperti digital marketing, desain UI/UX, pengembangan web, serta penggunaan AI untuk produktivitas kerja. Dengan kurikulum yang disusun bersama praktisi industri dan pendekatan berbasis proyek, bootcamp ini menyasar mereka yang ingin berpindah karier, meningkatkan keterampilan, atau bekerja secara remote.

“Fokus kami bukan hanya memberi pelatihan, tapi memastikan peserta siap bersaing di dunia kerja digital, baik lokal maupun global,” ujar Isaac Munandar, CEO Maxy Academy.

Perubahan struktur industri dan dinamika global menuntut pekerja untuk lebih adaptif terhadap perubahan. Masa depan dunia kerja akan didominasi oleh pola kerja hybrid, remote, serta kolaborasi lintas negara. Mereka yang mampu menguasai teknologi, berjejaring secara digital, dan terus memperbarui keterampilannya akan menjadi yang paling siap menghadapi era baru ketenagakerjaan.

Di tengah gelombang PHK, kesempatan tetap terbuka bagi mereka yang siap bertransformasi.

Berita Terkait

Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen
Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026
TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia
Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen
Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pair USD/JPY di Pasar Forex
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen
Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy
Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00

Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:00

TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:00

Selama Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:00

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:00

Sebanyak 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+5 Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Dirut Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Optimalkan Rest Area Alternatif dan Manfaatkan Aplikasi Travoy

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:00

Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

Berita Terbaru