Film Horor Terbaru ‘Hotel Sakura’ Hadirkan Teror Jepang dengan Nuansa Mistis yang Berbeda - Koran Mandalika

Film Horor Terbaru ‘Hotel Sakura’ Hadirkan Teror Jepang dengan Nuansa Mistis yang Berbeda

Kamis, 22 Mei 2025 - 22:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 22 Mei 2025 Kakatua Pictures dan HERS Production mengumumkan perilisan film horor terbaru berjudul Hotel Sakura, yang akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Juli 2025. Film ini merupakan film ketiga dari rumah produksi tersebut, menandai langkah baru dalam eksplorasi genre horor Indonesia dengan teror hantu Jepang dan narasi emosional yang mendalam.

Disutradarai oleh Khristo Damar Alam, serta ditulis oleh Upi Avianto, film ini menandai langkah Kakatua Pictures dan HERS Production ke ranah horor supranatural yang menekankan pada eksplorasi karakter. Dengan latar mistis yang berakar pada sejarah Jepang di Indonesia dan pendekatan psikologis terhadap karakter, film ini menghadirkan horor yang bukan hanya menyeramkan, tetapi juga menyentuh sisi paling personal.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda—bukan sekadar teror dari hantu, tetapi bagaimana rasa bersalah dan trauma membentuk cerita. Penonton akan merasakan ketegangan yang nyata, sekaligus menyelami kisah pilu para karakter,” ungkap Khristo Damar Alam, Sutradara film Hotel Sakura.

Sinopsis film ‘Hotel Sakura’

Film ini berkisah tentang Sarah, seorang gadis yang hidup dalam bayang-bayang masa lalunya sejak sang ibu tewas. Terjebak dalam rasa bersalah yang tak kunjung usai, Sarah mencoba berbagai cara untuk bisa kembali ‘bertemu’ dengan ibunya — hingga akhirnya bertemu seorang pria misterius yang menawarkan jalan spiritual penuh bahaya. Ritual tersebut justru membuka pintu untuk teror yang lebih besar. Keinginan untuk menebus kesalahan perlahan berubah menjadi petaka, dan dunia nyata mulai kehilangan batas dengan dunia arwah.

Karakter Setsuko, Teror Baru Dalam Film Horor Indonesia

Yang membedakan Hotel Sakura dari film horor lokal lainnya adalah kehadiran karakter hantu Jepang bernama Setsuko. Sosok ini membawa aura mistis yang kuat, memberi warna baru dalam dunia horor Indonesia yang selama ini didominasi oleh urban legend lokal.

“Yang membuat Setsuko berbeda adalah bagaimana masa lalu kelamnya berpengaruh terhadap keseluruhan teror yang ada di film ini. Setsuko bukan hanya karakter seram, tapi representasi dari luka batin yang tidak terselesaikan,” jelas Upi Avianto, penulis film Hotel Sakura.

Baca Juga :  FORAYYA FISH SKIN KATSUOBUSHI, INOVASI KERIPIK KULIT IKAN BARAKUDA SIAP MENDUNIA

Terinspirasi dari gaya horor Jepang awal 2000-an, film ini mengandalkan pembangunan atmosfer, suara, dan visual yang menggugah imajinasi. Dipadukan dengan setting lokal yang lekat dengan sejarah penjajahan, Hotel Sakura menjadi film horor yang terasa lintas budaya, sekaligus sangat relevan bagi penonton Indonesia.

Diperankan oleh Clara Bernadeth sebagai Sarah dan Taskya Namya sebagai Nida, sahabat dekat Sarah. Film ini juga menampilkan Randy Martin, Shindy Huang, dan aktor senior Tio Pakusadewo serta Donny Damara. Interaksi antar karakternya mengangkat berbagai dinamika psikologis dan plot twist yang siap mengejutkan penonton.

Kakatua Pictures dan HERS Production mengajak penonton menyelami dunia gelap milik Setsuko serta mengikuti perjalanan Sarah dalam menebus penyesalan yang telah lama menghantuinya. Saksikan Hotel Sakura, mulai 10 Juli 2025, di seluruh bioskop Indonesia.

Ikuti informasi terkini dan konten eksklusif seputar film ini melalui media sosial kami di Instagram dan TikTok.

Berita Terkait

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?
Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia
Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya
Tampil di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Besutan Founder Indonesia Temui 78 Pengunjung dan Buka Pembicaraan Kolaborasi dengan Komunitas Kesehatan Mental
Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:54

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:16

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya

Kamis, 17 September 2026 - 18:59

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Berita Terbaru

Teknologi

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:02