Telkom Indonesia Perluas Akses Global bagi Developer Game Lokal melalui IndigoGame Publisher Network - Koran Mandalika

Telkom Indonesia Perluas Akses Global bagi Developer Game Lokal melalui IndigoGame Publisher Network

Selasa, 8 Juli 2025 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IndigoGame Publisher Network jadi ruang temu strategis bagi developer lokal dan publisher dunia dalam rangka membangun kolaborasi nyata

Industri game Indonesia terus berkembang, baik dari sisi jumlah karya maupun kualitas kreativitas. Namun, banyak game potensial belum berhasil menembus pasar global karena minimnya koneksi ke publisher internasional, pemahaman standar industri yang terbatas, dan ruang validasi yang belum memadai. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, kolaborasi dengan publisher global menjadi langkah penting agar karya anak bangsa bisa masuk ke panggung dunia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo, mempertemukan pengembang game lokal dengan publisher global lewat inisiatif IndigoGame Publisher Network. Acara ini berlangsung hybrid pada Sabtu, 14 Juni 2025 di IndigoHub Bandung. Lebih dari 80 peserta dari berbagai komunitas dan studio game di Indonesia turut berpartisipasi. Melalui dua sesi utama, acara ini menghadirkan wawasan strategis dan membuka peluang kolaborasi nyata, mendorong pengembang lokal untuk lebih siap memasuki pasar internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesi pertama, Publisher Session, mengangkat tema Leveling Up Game Publishing: Insights and Partnerships. Samantha Low (Critical Reflex) menyoroti pentingnya membangun narasi yang kuat dan mengenali apa yang membuat sebuah gim unik di mata publisher. Sementara itu, Stanislas Jun Peyrat (Plugin Digital) membagikan pengalaman tentang membangun kemitraan jangka panjang, dan cara menghadirkan IP lokal yang relevan secara komersial di pasar global. Keduanya juga memberi masukan praktis tentang bagaimana menyusun presentasi proyek yang menarik perhatian penerbit luar negeri.

Baca Juga :  KAI Siapkan 79 Griya Karya untuk Jaga Kebugaran dan Keselamatan Awak Kereta Api

Pemaparan inspiratif dari narasumber ahli

Pada sesi Talkshow bertema Crafting the Unforgettable: Creating Games That Stick With Gamers and Attract Publishers, para pelaku industri kreatif lokal berbagi cerita dan strategi di balik proses kreatif mereka. Hartman Harris (CEO ATTN), Ardhan Fadhlurrahman (COO Separuh Interactive), dan Arya Kemaswara (CEO Storytale Studio) menekankan pentingnya menciptakan pengalaman bermain yang berkesan, baik dari segi cerita, visual, maupun nuansa lokal yang autentik. Bagi mereka, game yang kuat secara emosional justru punya peluang lebih besar untuk menembus pasar dan menjalin kerja sama dengan publisher luar.

“Lewat acara ini, kami ingin membuka jalan bagi developer lokal untuk naik kelas. Bukan hanya dengan koneksi yang tepat, tapi juga dengan pemahaman yang lebih dalam soal kebutuhan pasar global,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Patricia menambahkan bahwa dukungan terhadap industri game bukan semata soal teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kreatif yang tumbuh bersama. Publisher internasional yang hadir pun menyampaikan apresiasi terhadap kualitas game lokal, serta membuka pintu komunikasi untuk kerja sama lanjutan.

Baca Juga :  Dorong Keterampilan Komunikasi Interpersonal Secara Profesional, Maxy Academy Mengundang Jessica Charisma

Suasana sesi tetap santai dan terbuka

Selain berbagi wawasan, acara ini juga menghadirkan sesi Playtest untuk sembilan game lokal terpilih, seperti AGNI, Teller’s Duty, dan NPC Ville. Di sini, para developer mendapat kesempatan untuk menunjukkan karyanya langsung kepada komunitas dan praktisi industri, sekaligus menerima masukan berharga untuk pengembangan selanjutnya. Bagi banyak peserta, ini bukan hanya soal menampilkan karya, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan menegaskan posisi mereka sebagai bagian dari ekosistem kreatif Indonesia yang siap bersaing secara global.

Ke depannya, Telkom Indonesia melalui Indigo akan terus memperluas dukungan terhadap pengembang game lokal, termasuk dengan membuka lebih banyak ruang pertemuan antara talenta kreatif Indonesia dan mitra global. Harapannya, acara seperti ini dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karya game yang tidak hanya hebat secara teknis, tapi juga punya daya saing dan dampak nyata di tingkat internasional.

Berita Terkait

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut
Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Berita Terbaru