Bittersweet Festival 2025 Hadir di FHI Jakarta, Selebrasi Fermentasi Nusantara yang Siap Mendunia - Koran Mandalika

Bittersweet Festival 2025 Hadir di FHI Jakarta, Selebrasi Fermentasi Nusantara yang Siap Mendunia

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bittersweet Festival 2025 hadir di FHI 2025 mengusung tema“From Heritage to Hospitality” dengan menghadirkan produk fermentasi artisan nusantara yang siap mendunia

Jakarta, 22 Juli 2025 — Koperasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa) kembali mempersembahkan Bittersweet Festival
2025, sebuah panggung kolaboratif yang menghadirkan kekayaan produk fermentasi
artisan Indonesia. Festival ini digelar dalam rangkaian acara Food &
Hospitality Indonesia (FHI) 2025, bertempat di Jakarta International Expo
(JIExpo), Kemayoran, mulai 22 hingga 25 Juli 2025.

Mengusung tema “From Heritage to Hospitality”, Bittersweet
Festival 2025 menghadirkan kolektif fermentasi terbesar dari tiga kategori
unggulan: Arak Bali, Cokelat Bean-to-Bar, dan Bir Kriya (Craft Beer). Seluruh
peserta tergabung dalam Paviliun Fermenusa, yang dirancang sebagai ruang kurasi
rasa, edukasi lintas budaya, serta diplomasi produk fermentasi Indonesia kepada
buyer, distributor, dan media internasional.

Artisan produk fermentasi nusantara memperkenalkan produk fermentasi kepada pelaku industri HORECA di booth Bittersweet Festival 2025 yang berlokasi di pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025, Jakarta (22/7/2025).

Dari lini Arak Bali, festival ini mempersembahkan tujuh jenama unggulan seperti Iwak Arumery, Arak Bumbung, Palapa, Selaka, Palwana, Arum Bali, dan Wanara Petak, yang mewakili semangat pelestarian dan inovasi atas warisan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, dari sektor cokelat bean-to-bar, hadir Onuka Chocolate yang menghadirkan produk-produk cokelat murni tanpa tambahan buatan, dengan proses pembuatan yang mengutamakan keseimbangan antara alam, rasa, dan proses fermentasi alami. Tak hanya itu, Lile Chocolate juga membawa kekayaan rasa dari kakao Indonesia Timur ke panggung nasional.

Untuk kategori bir kriya, partisipasi dari Islands of Imagination, Island Brewing & Black Sand Brewery, Tumage Craft Beer, serta Beaches Brewery & Co. menunjukkan keberagaman karakter tropis dan eksperimental dalam industri minuman fermentasi modern Indonesia.

Bittersweet Festival bukan sekedar pameran produk, melainkan gerakan budaya dan ekonomi yang memuliakan fermentasi sebagai identitas dan kekuatan Indonesia. Festival ini juga menghadirkan sesi pengalaman rasa (tasting experience), diskusi terbuka, dan temu bisnis yang mempertemukan artisan lokal dengan pelaku industri HORECA (hotel, restoran, dan kafe) baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Uniknya, acara yang 100% produk lokal ini didukung oleh gerai retail Kontenermart, spesialis produk impor kini juga jeli melihat potensi produk fermentasi dan distilasi nusantara.

Baca Juga :  SevOne Jadi Solusi Pemantauan Jaringan Real-Time yang Andal dan Efisien

“Fermentasi bukan hanya sebuah proses biologi, melainkan juga proses peradaban. Bittersweet Festival adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk memuliakan fermentasi sebagai identitas budaya dan kekuatan ekonomi untuk mendukung citra Indonesia (Indonesia Nation Brand),” ujar Bambang Britono, Ketua Koperasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa).

Melalui Bittersweet Festival 2025, Fermenusa mengajak semua pemangku kepentingan untuk melihat bahwa fermentasi Indonesia bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga masa depan yang penuh peluang.

Berita Terkait

Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:02

Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Berita Terbaru