Sepakat! Rekayasa Lalu Lintas Simpang Empat Rembiga Berlanjut - Koran Mandalika

Sepakat! Rekayasa Lalu Lintas Simpang Empat Rembiga Berlanjut

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Water Barrier (pembatas jalan) yang sempat dibongkar masyarakat sekitaran Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pada Minggu 30 Agustus 2026 kemarin, kembali dipasang setelah adanya kesepakatan bersama.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam rapat yang digelar di Direktorat Lalu Lintas Polda NTB, yang dihadiri oleh Dishub NTB, Dishub Kota, Polresta Mataram, dan pihak-pihak terkait, Senin 31 Agustus 2026.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, rekayasa lalu lintas di simpang empat Rembiga kini kembali dilanjutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala satuan Lalu lintas (Kasatlantas) Polresta Mataram Kompol Puteh Reinaldi mengatakan pemasangan tersebut menjadi begitu penting mengingat dengan adanya sistem Management Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) dapat mengurangi kemacetan terutama pada jam rawan macet, yaitu pagi, siang dan sore hari.

“Kami bersama Dishub Provinsi NTB bersama aparat dari Pemerintah Pak Camat, Pak Lurah dan masyarakat, kami melaksanakan kembali MRLL terutama disimpang empat Rembiga, simpang tiga Dakota kemudian simpang tiga AURI seperti yang sudah kita lakukan sebelum tanggal 30 agustus kemarin,” ujar Kompol Puteh, Senin (31/8).

Menurutnya, dalam rapat tersebut sudah menghasilkan kesepakatan bersama dengan melihat asas kemanfaatan.

“Jadi sudah mencapai kesepahaman bersama, jadi mayoritas yang mengikuti rapat bersepakat bahwa ini (water barrier) dampak dan manfaatnya terhadap masyarakat kota dan luar kota yang melintasi wilayah ini sangat bermanfaat untuk mengurai kemacetan,” ucapnya.

Baca Juga :  Haji Supli PKS Saat Reses Diminta Percantik Dusun Montong Kelor Montong Terep

Dikatakannya juga saat ini tim dari Lantas Polresta Mataram, Dishub NTB dan Dishub Kota Mataram telah memasang kembali dan memulihkan sistem satu arah menuju jalan adai sucipto hingga simpang tiga AURI dengan memasang pembatas jalan.

“Jadi kami melaksanakan kembali pemasangan water barrier dan rambu-rambu petunjuk arah terkait sistem management rekayasa lalu lintas satu arah,” jelasnya.

Selain itu Kompol Puteh juga menyebut untuk menghindari pembongkaran kembali water barrier di daerah tersebut, tim dari Polresta Mataram, Dishub juga disiagakan guna mengantisipasi hal yang sama terulang dan berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas disimpang empat Rembiga.

“Jadi anggota kami tetap kami siagakan disini dan teman-teman dari personil Dishub juga ditempatkan disini untuk memonitoring agar tidak terjadi pembongkaran lagi dan kami bisa pastikan itu karena sudah ada kesepakatan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Lalu lintas Dishub NTB Baiq Musfiatin mengatakan alternatif saat ini, penggunaan water barrier sangat dibutuhkan disimpang Rembiga.

Baca Juga :  Air Berkurang, Beras Mahal, Megawati Golkar Punya Solusi Jitu

Karena, kata dia, jika membuka jalan baru harus ada komunikasi lebih lanjut, dan wilayah tersebut punya peran masing-masing daerah, seperti Jalan Adi Sucipto-Jalan Jendral Sudirman wilayah Provinsi, sedangkan Jalan Dr Wahidin, milik Pemkot Mataram dan kearah utara wilayah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Jadi harus banyak sinergi dan koordinasi untuk penganggaran jalan tersebut,” pungkasnya.

Selanjutnya, perwakilan masyarakat sekaligus Ketua Forum Kepala Lingkungan Rembiga, Murdai, mengatakan meski kesepakatan telah tercapai, namun jangan sampai melupakan usulan-usulan yang telah disampaikan dalam rapat.

“Jangan sampai rekayasa ini mematikan usulan-usulan yang sudah ada,” katanya.

Dia menginginkan rekayasa lalu lintas tersebut harus dilengkapi dengan rambu-rambu, sehingga rekayasa tersebut tidak membahayakan warga setempat.

“Kalau masyarakat yang lain misalkan lancar, mari kita berkeadaban juga dalam berlalulintas. Jangan kebut-kebutan ketika jalur ini lancar kemudian membahayakan masyarakat kami di sekitar,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah agar dibuatkan jalan penghubung antara Lombok Barat dengan Kota Mataram selain Jalan Dr. Wahidin.

“Kemudian tolong pemerintah baik itu Kota Mataram, provinsi, dan nasional, dengarkan kami juga untuk dibuatkan akses penghubung untuk Lombok Barat. Jangan satu-satunya (Jalan) Dr. Wahidin,” tutupnya. (dik)

Berita Terkait

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika
Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8
MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional
108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat
InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP
Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia
27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi
PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:02

Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 20 September 2026 - 18:02

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%

Minggu, 20 September 2026 - 15:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Pembiayaan Mobil Baru Mulai 3,33% Flat per Tahun

Sabtu, 19 September 2026 - 18:02

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Berita Terbaru

Teknologi

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:02