Fornas Tampilkan Aksi Cewek-Cewek Seksi, Coreng Pulau Seribu Masjid? - Koran Mandalika

Fornas Tampilkan Aksi Cewek-Cewek Seksi, Coreng Pulau Seribu Masjid?

Selasa, 29 Juli 2025 - 12:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi salah satu Inorga pada Fornas di NTB yang viral (Ist)

Aksi salah satu Inorga pada Fornas di NTB yang viral (Ist)

Koran Mandalika, Mataram — Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang seharusnya jadi ajang kebanggaan NTB, malah berubah jadi bahan gibah warga net.

Penyebabnya, Lomba binaraga yang digelar di sebuah hotel kawasan elite Mandalika, Lombok Tengah, bikin banyak warga naik darah.

Video para atlet binaraga baik pria maupun wanita yang tampil dengan pakaian super mini alias seksi di atas panggung viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak yang bilang, itu bukan olahraga, tapi “pamer body” yang mencoreng nama baik Pulau Seribu Masjid.

Salah satu akun yang ikut menyulut bara komentar adalah @Lalu Wink Haris. Dalam unggahannya yang mengundang ribuan tanggapan, ia menyindir pedas: “Lomba ‘celana dalam’ di FORNAS NTB 2025. Dibiayai uang rakyat dari APBD.” Warganet pun langsung rame-rame mengamini.

Nggak berhenti sampai di situ, akun lain seperti @Rochy Mario Djafis juga ikut angkat suara. Menurutnya, baru kali ini ia melihat pertunjukan ‘pamer aurat’ terang-terangan di tanah Lombok. “Saya yakin Ibu Wagub pun pasti kaget!” tulisnya, menyinggung sosok perempuan nomor dua di NTB.

Tak hanya dari Lombok, reaksi juga datang dari Sumbawa. Tokoh masyarakat Nurdin Ranggabrani sampai menyebut ajang itu sebagai “SAMPAH PORNAS” alias porno aksi berkedok festival olahraga.

“Para tuan guru dakwah keliling kampung ngajarin anak-anak berhijab, eh pemerintah malah gelontorkan APBD buat lomba begini,” semprot Nurdin yang mengaku sangat kecewa.

Baca Juga :  Pecah Rekor! Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di The Mandalika Dibanjiri 140.324 Pengunjung

Netizen pun ramai-ramai menyindir acara ini di kolom komentar, bahkan tak sedikit yang menyebutnya sebagai “FORNAS rasa fashion show bikini.”

Ketua Panlak Fornas VIII Nauvar Furqani Farinduan memberikan klarifikasi terkait salah satu inorga yang diperlombakan pada Fornas VIII 2025 yakni Persatuan Binaraga Fisik (PERBAFI) yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di masyarakat.

Pria yang akrab disapa Farin itu menjelaskan KORMI sangat berbeda dengan KONI. KONI melakukan pembinaan kepada cabang olahraga sedangkan KORMI merupakan wadah berhimpunnya Induk Olahraga (Inorga).

Sehingga, yang mengetahui seluruh jenis dan bentuk lomba hanyalah Inorga pusat.

“Kalau dari perspektif KONI pasti tau KONI-nya (jenis lomba). Tapi kalau di KORMI ini yang menetapkan itu semua Inorga atau Cabor pusatnya, mata lombanya apa. Nah mereka dalam mata lomba itu membuat lah Technical Handbook (THB), di situ tidulis mata lomba a,b,c,d,” kata Farin, Selasa (29/7).

Namun, lanjut Ketua Kormi NTB itu, Inorga pusat tidak menjelaskan secara rinci seperti apa model perlombaan tersebut. Yang tertulis pada THB hanyalah kebutuhan perlombaan saja.

“Cuma, mereka tidak jelaskan substansi lomba itu seperti apa, apakah gelantungan di pohon, apakah main di rumput dan seterusnya. Yang dia jelaskan di THB itu, untuk lomba x dia butuh panggung, untuk lomba b dia butuh speaker, begitu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Wagub NTB Ajak Sukseskan Fornas VIII

Pihak KORMI NTB sudah menyampaikan komplain kepada PERBAFI pusat, PERBAFI daerah, dan KORMINAS.

“Dalam hal ini KORMINAS juga pasti luput gitu. Nah saya komplain san saya minta permohonan maaf mereka secara terbuka, termasuk PERBAFI NTB,” ujar Farin.

Farin menuturkan seharusnya PERBAFI NTB sebagai perpanjangan tangan dari pusat serta sebagai warga lokal menginformasikan hal ini terlebih dahulu kepada KORMI NTB.

“Pak, mata lomba ini modelnya begini ya pak, pakai baju begini ya pak. Kalau memang mereka mau laksanakan kita pasti selenggarakan dalam kaca mata tertutup,” tutur Farin.

Menurutnya, baik PERBAFI pusat maupun daerah, sebaiknya memberikan peringatan terlebih dahulu bahwa dalam perlombaan tersebut akan di tampilkan konten sensitif.

“Menurut saya, harusnya mereka itu memberikan peringatan, untuk mata lomba ini pak ini akan mengandung konten begini. Itulah yang saya komplain ke PERBAFI Jakarta dan PERBAFI NTB,” ucap Farin.

Dia menegaskan, KORMI dan KONI memiliki perbedaan dalam memenej atau mengorkestrasi perlombaan. Dalam hal ini, KORMI hanya bersifat sebagai pelaksana.

“Kalau di PON itu pasti yang disalahkan KONI, karena KONI yang membina Cabor. Nah sementara KORMI itu adalah wadah berhimpun yang dibentuk oleh Inorga, gitu. Sehingga KORMI itu hanya sifatnya melaksanakan, melaksanakan apa ? Melaksanakan apa yang Inorga mau,” tegas Farin. (wan/dik)

Berita Terkait

‎Pertamina 6 Hours Endurance By Racing Sun Academy Sukses Digelar di Sirkuit Mandalika
‎Tim Razaiq Motorsport Juarai Kelas ITCR 1200 CC Pertamina 6 Hours Endurance
‎Penuh Antusias, Pembalap Asing Ramaikan Pertamina 6 Hours Endurance Race
6 Hours Endurance Jajal Sirkuit Mandalika untuk Pertama Kali
‎Diperkuat Tiga Pembalap Touring Terbaik, Cargloss Racing Team Siap Guncang Ajang Pertamina 6 Hours Endurance
Turnamen Sepak Bola Usia Dini Anniversary Panji FA Sukses Digelar, Ini Para Juaranya
MGPA Perkenalkan Mandalika International Circuit kepada Promotor Asian Le Mans Series (ALMS) dan GT World Challenge Asia (GTWCA)
Hujan Lebat, Opening Ceremony MFoS Final Round 2025 Tetap Berlangsung

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:43

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:51

Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:46

KAI Logistik Optimalkan Kawasan Gudang Kalimas untuk Perkuat Rantai Logistik Terpadu

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:07

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:45

Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:10

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:07

KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:25

Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan

Berita Terbaru

Teknologi

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:43