Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak - Koran Mandalika

Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama pemerintah pusat terus memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Program ini diharapkan menjadi tonggak transformasi ekonomi pesisir dengan menghadirkan ekosistem perikanan yang modern, produktif, dan berpihak kepada kesejahteraan nelayan.

Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di kawasan Teluk Ekas, Jumat (31/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.

Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya membangun sistem ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

“Selama ini salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan adalah rendahnya posisi tawar dalam menjual hasil tangkapan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menghadirkan solusi agar nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik sekaligus terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak,” ujar Iqbal.

Pembangunan KNMP Teluk Ekas dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel perahu, kios usaha, hingga koperasi nelayan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha perikanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan.

Baca Juga :  ITDC Siapkan Amenity Core untuk Pedagang di Tanjung Aan, Setuju?

Dengan adanya pabrik es dan cold storage, nelayan tidak lagi harus menjual ikan sesaat setelah melaut. Hasil tangkapan dapat disimpan hingga harga pasar lebih menguntungkan sehingga pendapatan nelayan menjadi lebih optimal.

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi melalui Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi tersebut dirancang menjadi pusat pembelian hasil tangkapan nelayan dengan harga yang layak sekaligus memperluas akses pemasaran produk perikanan.

Pemerintah menargetkan koperasi mulai beroperasi secara optimal pada September mendatang. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi bagi praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membuat sebagian nelayan bergantung kepada tengkulak.

Untuk memperkuat akses pembiayaan, pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank NTB Syariah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi masyarakat pesisir. Langkah ini diharapkan membuka akses permodalan yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.

Koperasi juga akan berperan sebagai pusat distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem perikanan, pemerintah juga akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) untuk mempermudah akses bahan bakar bersubsidi. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyalurkan bantuan 50 unit kapal berkapasitas 5–10 Gross Tonnage (GT) guna mendukung produktivitas nelayan Teluk Ekas.

Baca Juga :  Beri Materi di PKN, Gubernur Iqbal Tegaskan Kualitas Pemerintahan Ditentukan oleh Sistem yang Dibangun

Iqbal menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, sektor perbankan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadikan Teluk Ekas sebagai model pemberdayaan ekonomi nelayan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Yanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan kawasan perikanan di Teluk Ekas. Menurutnya, pembangunan tambatan perahu yang telah selesai sangat membantu aktivitas nelayan dan akan semakin optimal dengan rencana penambahan panjang dermaga.

Ia juga menyambut baik rencana bantuan 50 unit kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan dikelola melalui koperasi nelayan.

“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi karena kami percaya, jika koperasi berkembang maka desa juga akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten, sektor perbankan, dan masyarakat, Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas diharapkan menjadi model pembangunan ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat sektor perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (*)

Berita Terkait

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02