Bittime Listing Empat Token Inovatif, Buka Peluang Baru di Sektor Aset Kripto - Koran Mandalika

Bittime Listing Empat Token Inovatif, Buka Peluang Baru di Sektor Aset Kripto

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 12 Agustus 2025 – Bittime, salah satu platform pertukaran aset kripto terkemuka, mengumumkan telah melisting empat token yang memiliki inovasi kuat dan karakteristik yang unik. Keempat token tersebut adalah Humanity Protocol (HMT), Lorenzo Protocol (BANK), Haedal Protocol (HAEDAL), dan Initia (INIT). 

Kehadiran token ini menawarkan kesempatan baru bagi para investor untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang berfokus pada masa depan identitas digital, manajemen aset, likuiditas DeFi, dan infrastruktur blockchain modular. 

Humanity Protocol (HMT) merupakan token asli dari sebuah proyek komunitas yang bertujuan untuk merevolusi identitas digital melalui pendekatan desentralisasi. Berbeda dengan sistem identitas biometrik terpusat milik pemerintah, Humanity Protocol memberikan kendali penuh atas data identitas dan biometrik kepada pengguna. Dengan teknologi blockchain yang aman dan anti-manipulasi, protokol ini menjamin privasi, keamanan, dan perlindungan dari sensor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Lorenzo Protocol (BANK) yang merupakan token tata kelola sebuah platform manajemen aset institusional yang menerbitkan token dengan imbal hasil atau  yield-bearing tokens. Token BANK digunakan untuk staking, memperoleh reward, dan memberikan suara dalam keputusan penting terkait alokasi sumber daya di ekosistem Lorenzo. 

Baca Juga :  Kementerian PU Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II: Target Rampung Juni 2026 untuk Putus Rantai Kemiskinan

Kedua token ini memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai tulang punggung untuk tata kelola dan keamanan di dalam protokolnya masing-masing, memungkinkan partisipasi pengguna dalam ekosistem.

Sementara itu, HAEDAL merupakan token asli dari sebuah solusi liquid staking yang dirancang khusus untuk blockchain Sui. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk melakukan stake token SUI dan Walrus untuk mendapatkan imbalan. 

Keunggulan utamanya adalah membuka likuiditas melalui Liquid Staking Tokens atau LST, yang kemudian dapat digunakan di berbagai platform keuangan terdesentralisasi. Haedal berperan penting dalam mengamankan jaringan Sui dan berkontribusi pada desentralisasi serta tata kelolanya.

Adapun Initia (INIT) yang merupakan token asli dari jaringan blockchain modular yang menggabungkan blockchain Layer 1 dengan sistem appchain yang saling terhubung, yang dikenal sebagai Interwoven Rollups. Jaringan ini dirancang untuk mencapai performa tinggi hingga 10.000 transaksi per detik. 

Token INIT juga berpera dalam mengamankan jaringan melalui mekanisme konsensus Proof of Stake yang dimodifikasi dan berfungsi sebagai aset likuiditas utama. 

Baca Juga :  Langkah Strategis Pemkot Cilegon dalam Mengelola Anggaran dan Meningkatkan Pelayanan

Persamaan di antara kedua token ini adalah bahwa keduanya sama-sama menjadi elemen inti dalam ekosistem blockchain yang mereka kembangkan, memfasilitasi keamanan, tata kelola, dan likuiditas yang krusial untuk operasional jaringan.

Bersamaan dengan hal ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, juga menunjukkan komitmennya dengan melisting keempat token tersebut pada platform nya, pada 7 Agustus lalu. Hal ini dipandang sebagai wujud komitmen Bittime dalam menghadirkan ketersediaan aset-aset diversifikasi, juga memperluas kesempatan adopsi aset kripto di tengah dominasi para investor muda.

Selain resmi melisting aset-aset terdaftar yang dipandang memiliki keunikan dan potensi perkembangan menjanjikan, Ini ditujukan agar para investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan asetnya, terutama aset-aset baru.

Tentu perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Berita Terkait

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC
Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:00

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

Rabu, 22 April 2026 - 19:00

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Rabu, 22 April 2026 - 18:00

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Berita Terbaru

NTB Terkini

Satu JCH Lombok Tengah Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:46