Dukung Program Swasembada Pangan, Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang Di Halmahera - Koran Mandalika

Dukung Program Swasembada Pangan, Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang Di Halmahera

Minggu, 31 Agustus 2025 - 13:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PULAU HALMAHERA, 31 Agustus 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung salah satu program prioritas nasional, yakni swasembada pangan. Sebagai wujud nyata dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU kini tengah merevitalisasi dua jaringan irigasi penting, Akedaga dan Opiyang, di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dengan total panjang mencapai 5,7 kilometer (km).

Proyek strategis ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk menjamin
ketersediaan air bagi lahan persawahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan
produktivitas panen para petani setempat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam kunjungan kerjanya di Maluku Utara pada
Kamis (28/8/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap
jengkal sawah produktif mendapatkan pasokan air yang memadai. Menurutnya,
revitalisasi ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk mengalirkan air
dari bendungan, bendung, dan sungai hingga ke sawah-sawah yang paling jauh
sekalipun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memastikan air yang ada di bendungan, bendung dan sungai bisa
mengalir ke sawah-sawah terjauh,” ujar Menteri Dody. “Kami melakukan
rehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pusat, Provinsi, Kabupaten
dan Kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan
kami mengerjakan irigasi kewenangan non-Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Hisense Puncaki Peringkat Global pada Q1 2025 untuk Kategori Mini-LED, TV 100 inci ke atas, dan Laser TV

Pekerjaan revitalisasi itu dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS)
Maluku Utara dan telah dimulai sejak Maret 2025. Proyek
ini terbagi dalam dua jaringan utama:

1.     
Jaringan Irigasi Akedaga:
Meliputi perbaikan bangunan bagi dan sadap serta saluran pembawa sekunder
sepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air
untuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai
Dodoga.

2.     
Jaringan Irigasi Opiyang:
Mencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran
pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele.

Hingga akhir
Agustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai
70% dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.

Kepala BWS
Maluku Utara, M. Saleh Talib, menambahkan bahwa proses konstruksi dirancang
agar tidak mengganggu aktivitas pertanian. Selama proses konstruksi, air irigasi ke sawah
petani tetap mengalir menggunakan saluran pengelak dan pompanisasi.
Rehabilitasi ini sangat diperlukan untuk menjaga fungsi saluran irigasi agar
tetap optimal.

Baca Juga :  Trading Tanpa Delay, Trader Ini Akui Aplikasi HSB Investasi Stabil

“Diharapkan dengan ketersediaan air yang cukup, produktivitas
pertanian tanam padi dapat meningkat dan mampu mewujudkan swasembada
pangan,” kata M. Saleh Talib.

Petani Rasakan Manfaat Langsung

Dampak positif dari proyek ini sudah dirasakan langsung oleh para petani di
sekitar lokasi. Sutarno, seorang petani yang juga menjabat sebagai Kepala Desa
Toboino, mengungkapkan bahwa sistem irigasi yang lebih baik telah menghilangkan
konflik perebutan air antarpetani yang dulu sering terjadi.

“Untuk
ketersediaan air, kami cukup. Konflik perebutan air tidak terjadi lagi. Dalam sekali panen, kami bisa
menghasilkan hingga 3 ton per hektare,” jelas Sutarno.

Rasa syukur serupa juga diungkapkan oleh Supandi, petani dari Desa
Sidomulyo yang lahannya dialiri oleh DI Akedaga. Ia mengaku sangat bersyukur
karena dengan adanya perbaikan jaringan irigasi, kebutuhan air untuk sawahnya
kini selalu tercukupi, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan
subur.

Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang ini menjadi bukti bahwa
pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran merupakan kunci untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan langkah penting dalam mewujudkan cita-cita besar
swasembada pangan nasional.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Berita Terkait

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia
Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan
Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa
Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Drone Kargo untuk Lokasi Sulit Dijangkau: Cara Baru Mengirim Barang ke Tempat yang Tak Terhubung Jalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:02

Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Berita Terbaru