Growth Mindset vs Fixed Mindset: Mana yang Bisa Bantu Raih Kesuksesan? - Koran Mandalika

Growth Mindset vs Fixed Mindset: Mana yang Bisa Bantu Raih Kesuksesan?

Senin, 1 September 2025 - 16:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernah merasa stuck, sedih, atau bahkan putus asa karena hidup seolah tidak bergerak maju? Sering kali, batasan itu bukan berasal dari keadaan luar, melainkan dari pola pikir yang kita miliki. Kabar baiknya, pola pikir itu bisa diubah.

Carol Dweck, seorang psikolog dari Stanford University, memperkenalkan dua konsep penting, fixed mindset dan growth mindset. Keduanya bisa menjadi penentu arah hidup kita. Pertanyaannya, mindset mana yang ingin kamu pilih untuk meraih kesuksesan?

Mengenal Fixed Mindset dan Growth Mindset

Fixed mindset adalah pola pikir yang percaya bahwa kemampuan, bakat, atau kecerdasan seseorang sifatnya tetap dan tidak bisa diubah. Orang dengan mindset ini cenderung merasa cukup dengan apa yang dimiliki, menolak belajar hal baru, dan sering menghindari tantangan. Akibatnya, perkembangan diri bisa terhambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contoh sederhananya, ketika seseorang gagal dalam suatu hal, ia langsung berpikir: “Memang aku nggak berbakat di sini, lebih baik berhenti.” Akhirnya, kesempatan untuk bertumbuh hilang begitu saja.

Sebaliknya, growth mindset meyakini bahwa kemampuan bisa dikembangkan dengan usaha, waktu, dan pembelajaran. Orang dengan mindset ini terbuka terhadap kritik, berani mencoba hal baru, serta melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Mereka sadar bahwa hasil tidak datang instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Bayangkan kamu mencoba belajar coding. Dengan growth mindset, kamu akan melihat error bukan sebagai tanda kegagalan, tetapi sebagai bahan belajar untuk memperbaiki skill. Dari situ, kemampuanmu perlahan berkembang.

Perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset

1. Menanggapi Kritik

Fixed mindset: mudah tersinggung, menganggap kritik sebagai serangan personal.

Growth mindset: melihat kritik sebagai masukan untuk memperbaiki diri.

2. Menghadapi Kesulitan

Fixed mindset: cepat menyerah ketika gagal karena fokus pada hasil akhir.

Baca Juga :  Mahasiswa Cyber Security BINUS UNIVERSITY Torehkan Prestasi di Kompetisi Cyber Esports Nasional

Growth mindset: tetap berusaha, menjadikan kegagalan sebagai pengalaman berharga.

3. Mengambil Risiko

Fixed mindset: memilih zona nyaman, enggan mencoba hal baru.

Growth mindset: berani menghadapi tantangan meski ada kemungkinan gagal.

4. Fokus Utama

Fixed mindset: hanya mengejar hasil.

Growth mindset: menghargai proses, memahami bahwa perjalanan membentuk kualitas diri.

Cara Membangun Growth Mindset

1. Prioritaskan peningkatan diri daripada validasi orang lain

Jangan terlalu sibuk membuktikan diri hanya untuk terlihat “hebat” di mata orang lain. Fokuslah pada proses belajar dan kemajuan kecil yang kamu raih setiap hari.

2. Lihat tantangan sebagai peluang

Tantangan mungkin terasa menakutkan, tapi justru di situlah peluang untuk berkembang. Seperti kata pepatah, “You’ll never know if you never try.”

3. Fokus pada proses, bukan hasil semata

Gagal bukan berarti akhir dari segalanya. Jadikan kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara baru yang lebih efektif.

4. Terbuka menerima kritik

Jangan baper ketika mendapat kritik. Anggap itu sebagai “cermin” untuk melihat hal-hal yang mungkin terlewat, lalu gunakan sebagai bahan evaluasi.

Growth Mindset dalam Kehidupan Sehari-hari

Di era sekarang, growth mindset semakin relevan. Dunia bergerak cepat, teknologi terus berkembang, dan pekerjaan masa depan banyak yang belum ada hari ini. Kalau kita terpaku pada fixed mindset, bisa-bisa kita ketinggalan.

Contoh nyata: banyak anak muda yang dulu tidak percaya diri dengan dunia digital, kini justru sukses berbisnis online atau jadi content creator karena berani mencoba. Mereka tidak takut gagal, justru menjadikan kegagalan sebagai bahan belajar.

Begitu juga di dunia kerja. Perusahaan saat ini lebih menghargai karyawan yang punya kemauan belajar hal baru daripada yang hanya mengandalkan ijazah. Growth mindset membuat seseorang lebih adaptif, dan itu adalah modal penting untuk bertahan di era ketidakpastian.

Baca Juga :  Mengenal Stellar (XLM) dan Kegunaan Utamanya

Growth Mindset untuk Keuangan: Mulai dari Tabungan

Growth mindset tidak hanya berlaku di pendidikan atau karier, tapi juga dalam mengelola keuangan pribadi. Dengan mindset terbuka, kamu bisa belajar disiplin finansial, mencoba strategi baru, dan lebih siap menghadapi perubahan.

Salah satu langkah sederhana adalah menabung secara konsisten. Tabungan bukan sekadar “uang yang disisihkan”, tapi juga bentuk komitmen dan latihan disiplin. Kalau biasanya kamu menabung hanya ketika ada sisa, coba ubah mindset: utamakan menabung dulu baru membelanjakan sisanya.

Lebih baik lagi kalau kamu punya rekening tabungan khusus yang terpisah dari rekening utama. Ini akan membuatmu lebih mudah memantau progres tabungan, sekaligus mencegah uang cepat terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Sekarang banyak pilihan tabungan yang ramah anak muda, termasuk tabungan digital seperti Tabungan NOW di neobank dari Bank Neo Commerce yang memberi keuntungan lebih dari sekadar menyimpan uang. Tabungan NOW menawarkan bunga kompetitif dan cair harian. Selain itu, tabungan ini juga termasuk tabungan tanpa biaya admin. Cara nabung di bank dengan layanan digital seperti neobank juga cukup mudah karena bisa langsung dari smartphone. 

Dengan begitu, growth mindset kamu juga ikut “terlatih” di bidang finansial: sabar, konsisten, dan terbuka pada cara-cara baru dalam menabung.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan buka tabungan tanpa biaya admin di Tabungan NOW sekarang. 

Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train
Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?
Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI untuk Hadapi Gig Economy
Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:45

IEF 2026: Inovasi Teknologi untuk Integrasi Jaringan Digital Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:29

Mall of Indonesia Hadirkan “Beyond the Bloom”, Perayaan Imlek 2026 Penuh Kehangatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Berita Terbaru