Heritage Jadi Nilai, Wisata Jadi Daya: KAI Akan Terus Kembangkan Kawasan Stasiun Semarang Tawang Sebagai Pusat Kolaborasi dan Transportasi Berkelanjutan - Koran Mandalika

Heritage Jadi Nilai, Wisata Jadi Daya: KAI Akan Terus Kembangkan Kawasan Stasiun Semarang Tawang Sebagai Pusat Kolaborasi dan Transportasi Berkelanjutan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran Stasiun Semarang Tawang sebagai simpul konektivitas dan ikon heritage yang menyatukan nilai sejarah dengan arah pengembangan kawasan berkelanjutan. Pada Kamis (23/10), Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey melakukan kunjungan ke Stasiun Semarang Tawang dalam rangkaian kegiatan Walking Tour menuju kawasan Kota Lama Semarang.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kawasan bersejarah Tawang–Kota Lama sebagai ruang publik yang hidup dan terhubung dengan sistem transportasi kereta api. Melalui kegiatan Walking Tour, para peserta menelusuri jalur dari ruang utama stasiun menuju titik-titik penting di kawasan heritage kota lama, sambil berdialog tentang konsep pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Inggris melalui program UK PACT (Low-Carbon Cities and Transport) serta kerja sama dengan Techne Praxis dalam pengembangan studi “Unlocking Opportunities for Urban Railway, Transit-Oriented Development, and Land Value Capture in the Kedungsepur Metropolitan Area”. Ia menegaskan bahwa sinergi internasional ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang cerdas, rendah karbon, dan berorientasi pada masyarakat.

“Kolaborasi ini selain menjadi sebuah riset, juga sebagai tonggak untuk mengoptimalkan potensi transportasi perkotaan berbasis rel yang menghubungkan Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, hingga Grobogan. Melalui pendekatan Transit-Oriented Development, KAI berupaya menghidupkan kembali kawasan sekitar stasiun agar menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan,” ujar Indarto.

Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang diarahkan untuk mengembalikan keaslian arsitektur bangunan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan. Langkah ini sejalan dengan rencana KAI menjadikan stasiun sebagai tempat naik turun pelanggan sekaligus pusat kegiatan masyarakat, wisata, dan budaya.

KAI mencatat peningkatan kinerja pelanggan di Stasiun Semarang Tawang sepanjang Januari–September 2025. Sebanyak 1.394.802 pelanggan naik dari stasiun ini, tumbuh 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 1.301.576 pelanggan. Sementara pelanggan turun juga meningkat 4,7%, dari 1.211.688 menjadi 1.268.580 pelanggan. Data ini menunjukkan semakin kuatnya peran Stasiun Tawang sebagai salah satu simpul mobilitas utama kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menjadi sinyal positif atas pengembangan kawasan.

Baca Juga :  7 Tips Jitu Jualmobilmu.id Agar Mobil Cepat Terjual dengan Harga Terbaik

“Stasiun Semarang Tawang berfungsi sebagai infrastruktur transportasi juga magnet aktivitas ekonomi, wisata sejarah dan budaya. Semakin banyak masyarakat yang melihat stasiun ini sebagai bagian dari pengalaman perjalanan yang bernilai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Inggris berdialog dengan Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas serta berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi, tata kota, dan pelestarian cagar budaya. Diskusi mencakup berbagai langkah kolaboratif untuk memperkuat tata kelola kawasan bersejarah yang tetap adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Kawasan heritage Tawang–Kota Lama kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang terintegrasi dengan layanan kereta api. Keberadaannya memperkuat citra Semarang sebagai kota yang mampu menjaga warisan sejarah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan transportasi modern.

“KAI berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan Stasiun Semarang Tawang dengan pendekatan berkelanjutan, melibatkan masyarakat, serta menjaga keaslian sejarah yang menjadi identitas kota,” tutup Anne.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Trading Tanpa Delay, Trader Ini Akui Aplikasi HSB Investasi Stabil
Dari Premium ke Fungsional, BRI Finance Tangkap Arah Baru Konsumen Otomotif
Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration
Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%
Beelingua Tampil di Techman Day 31 Maret 2026: Solusi Pembelajaran Bahasa Asing yang Adaptif dan Interaktif
Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan
Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat
Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:00

Trading Tanpa Delay, Trader Ini Akui Aplikasi HSB Investasi Stabil

Selasa, 14 April 2026 - 17:00

Dari Premium ke Fungsional, BRI Finance Tangkap Arah Baru Konsumen Otomotif

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%

Selasa, 14 April 2026 - 15:00

Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan

Selasa, 14 April 2026 - 15:00

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Selasa, 14 April 2026 - 14:00

Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Selasa, 14 April 2026 - 13:00

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

Berita Terbaru

NTB Terkini

Wamendikdasmen Tegas: Iuran Sekolah Boleh, Tapi Pungli Haram

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:37