Tekanan Suku Bunga dan Arus Institusi Jadi Penentu Arah Pasar Kripto 2026 - Koran Mandalika

Tekanan Suku Bunga dan Arus Institusi Jadi Penentu Arah Pasar Kripto 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki tahun 2026, pasar kripto diperkirakan masih berada dalam fase transisi antara tekanan makroekonomi global dan potensi pertumbuhan jangka menengah yang semakin kuat. Dinamika suku bunga global, arus institusional, serta perilaku investor jangka panjang akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah pasar kripto sepanjang 2026.

Menurut Analisis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, Bitcoin sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026 berada di area support struktural yang sangat penting. “Bitcoin mampu bertahan di atas area US$80.000 pada penutupan bulanan, yang secara historis menjadi zona stabilisasi harga. Namun, tekanan masih terlihat dari sisi likuiditas dan sentimen global,” jelasnya.

Data on-chain menunjukkan adanya sinyal yang saling bertolak belakang. Coinbase Premium Index, indikator permintaan institusional dari Amerika Serikat, tercatat berada di zona negatif dalam waktu yang cukup panjang. Kondisi ini menandakan tekanan jual dari investor AS masih berlangsung dan menjadi faktor utama tertahannya pergerakan harga Bitcoin di bawah level US$90.000. Fyqieh menilai, selama premi Coinbase belum kembali positif secara konsisten, pasar masih berpotensi mengalami fluktuasi dan koreksi terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, tekanan jual mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Arus keluar dari ETF Bitcoin Spot memang masih terjadi, namun volumenya terus menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. “Ini mengindikasikan bahwa tekanan distribusi tidak lagi sekuat sebelumnya. Dalam beberapa siklus historis, kondisi seperti ini sering menjadi fase transisi menuju konsolidasi yang lebih sehat,” ujar Fyqieh.

Fyqieh juga mencermati pergerakan pemegang Bitcoin jangka panjang yang mulai kembali ke fase akumulasi. Data Tokocrypto mencatat adanya pergeseran lebih dari 10.000 BTC ke status kepemilikan jangka panjang pada akhir 2025. Hal ini memperkuat pandangan bahwa tekanan jual struktural mulai berkurang, meskipun volatilitas jangka pendek masih sulit dihindari.

Baca Juga :  Pebisnis Wajib Tau! Ini Perbedaaan WhatsApp Business Biasa dan WhatsApp Business API

Kunci Kebijakan The Fed

Dari sisi makroekonomi, kebijakan bank sentral Amerika Serikat masih menjadi tantangan utama bagi pasar kripto. Risalah FOMC terbaru menunjukkan bahwa The Fed cenderung mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama, dengan peluang pemangkasan suku bunga baru terbuka setelah Maret atau bahkan April 2026, apabila inflasi benar-benar melandai. Kondisi “higher for longer” ini membuat likuiditas global tetap ketat dan membatasi katalis kenaikan harga kripto dalam jangka pendek.

“Pada awal 2026, risiko pasar kripto masih cenderung ke downside apabila data inflasi dan tenaga kerja tidak mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Namun, tekanan ini bersifat makro dan bukan karena melemahnya fundamental kripto itu sendiri,” kata Fyqieh.

Meski demikian, prospek jangka menengah hingga akhir 2026 tetap dinilai konstruktif. Sejumlah analis global memproyeksikan Bitcoin berpotensi mencetak rekor harga baru hingga US$150.000 pada akhir 2026, didorong oleh adopsi institusional yang semakin luas, peningkatan penggunaan ETF kripto, serta peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah tingginya utang pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global.

Selain Bitcoin, sektor stablecoin diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Fyqieh menilai tren penggunaan stablecoin akan semakin meluas, terutama melalui integrasi kartu pembayaran berbasis stablecoin dan dukungan regulasi yang lebih jelas. Pertumbuhan pasokan stablecoin global diperkirakan dapat mencapai lebih dari 50%, seiring meningkatnya adopsi oleh institusi keuangan dan perusahaan teknologi.

Sentimen Regulasi

Dari sisi regulasi, tahun 2026 diperkirakan menjadi fase penting bagi industri kripto global. Di Amerika Serikat, regulasi yang lebih komprehensif seperti Clarity Act berpotensi disahkan, memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Mulai 1 Desember 2025, KA Argo Wilis dan KA Turangga Menggunakan Stainless Steel New Generation, Ini Stasiun Daop 6 Yogyakarta yang Disinggahi

Sementara di Indonesia, RUU P2SK menjadi penentu arah industri dalam negeri ke depan. Fyqieh menilai, meskipun regulasi yang lebih ketat dapat menekan pasar dalam jangka pendek, kepastian hukum justru akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto yang lebih berkelanjutan.

“Secara keseluruhan, 2026 kemungkinan besar akan menjadi tahun dengan volatilitas tinggi di awal, namun membuka peluang pemulihan dan penguatan secara bertahap. Investor perlu memahami bahwa fase konsolidasi saat ini merupakan bagian dari proses menuju struktur pasar yang lebih matang,” tutup Fyqieh.

Fyqieh mengimbau masyarakat dan investor untuk tetap berhati-hati, memahami risiko, serta menerapkan strategi investasi yang selaras dengan profil risiko masing-masing, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Ke depan, arah pasar berpotensi makin jelas ketika Bitcoin keluar dari area konsolidasinya: Penembusan di atas US$105.000 dapat membuka ruang penguatan lanjutan, sementara penurunan di bawah US$80.000 bisa memicu koreksi lebih dalam. Momentum itu pada akhirnya akan menjawab pertanyaan besar yang selama ini “ditahan” pasar: Apakah 2026 akan menjadi tahun bull market , atau justru fase bear market.

Tentang Tokocrypto

Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$30 juta, menyediakan lebih dari 400 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga
Sambut Mudik Lebaran 2026, 16 Ribuan Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:53

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:58

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:47

Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:10

Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:31

Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:51

Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:52

Sambut Mudik Lebaran 2026, 16 Ribuan Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:10

KAI Daop 4 Semarang Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai melalui Kolaborasi dengan Primaya Hospital

Berita Terbaru