Percepat Penanganan Bencana, Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat - Koran Mandalika

Percepat Penanganan Bencana, Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 5 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana di Pulau Sumatera. Langkah ini direalisasikan melalui penambahan dukungan alat berat dan sarana prasarana infrastruktur guna mempercepat pembersihan material longsor, pemulihan akses jalan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik.

Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 20.00 WIB, Kementerian PU mencatat total alat berat yang telah dimobilisasi ke lokasi terdampak mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit. Penambahan 39 unit alat berat baru ini merupakan bentuk dukungan BUMN Karya membantu pemulihan dampak bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk bergerak cepat menangani dampak bencana, dengan fokus utama pada sektor konektivitas (jalan dan jembatan), sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Menteri Dody.

Penambahan alat berat difokuskan secara spesifik pada tiga provinsi prioritas. Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menambah 13 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5 unit dump truck. Seluruh unit tersebut ditempatkan di wilayah yang terdampak cukup parah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, serta Aceh Tamiang.

Baca Juga :  Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Dihentikan Perjalanannya

Sementara itu, dukungan untuk Provinsi Sumatera Utara diperkuat dengan penambahan 15 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit buldoser, dan 1 unit pickup. Fokus utama penanganan di wilayah ini dilakukan pada ruas-ruas jalan utama guna membuka kembali akses, salah satunya pada ruas Tarutung–Sibolga.

Berbeda dengan dua provinsi lainnya, penanganan di Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan penyesuaian kebutuhan di lapangan. Tambahan 1 unit mini excavator ditempatkan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Namun seiring perkembangan positif di lapangan dan demi efisiensi operasional, Kementerian PU melakukan pengurangan 6 unit ekskavator.

Selain melakukan penambahan alat berat, Kementerian PU juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui penambahan Jembatan Bailey. Saat ini Jembatan Bailey yang disiagakan menjadi 16 unit yang tersebar di Aceh dari 11 unit menjadi 14 unit.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Proses Pengadaan Dermaga Apung untuk Proyek Perairan

Adapun di Sumatera Utara, tersedia 2 unit Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sedangkan di Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik karena akses jalan utama telah pulih dan dapat dilalui kembali.

Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan demi mempercepat pemulihan infrastruktur, membuka kembali konektivitas wilayah, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Krakatau Steel Group Salurkan Daging Kurban untuk Masyarakat Cilegon
Kunjungan Industri SMKN 6 Malang di Telkom AI Center Mendorong Pemahaman Teknologi dan Inovasi di Era Digital
Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif
Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI
Metland Venya Ubud Raih Dua Penghargaan Asia Pacific Property Awards 2026 – 2027
Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%
Rela Antre Demi Barang Limited Edition, Bagaimana Cara Menjaga Keuangan Tetap Sehat?
BI Rate Meningkat, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif dan Perkuat Kualitas Pembiayaan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

Krakatau Steel Group Salurkan Daging Kurban untuk Masyarakat Cilegon

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00

Kunjungan Industri SMKN 6 Malang di Telkom AI Center Mendorong Pemahaman Teknologi dan Inovasi di Era Digital

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00

Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00

Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00

Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00

Rela Antre Demi Barang Limited Edition, Bagaimana Cara Menjaga Keuangan Tetap Sehat?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00

BI Rate Meningkat, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif dan Perkuat Kualitas Pembiayaan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00

Om Daengg Kembali Menjelajah Dunia : Petualangan Lintas Benua “Mekkah to Eropa” Bersama Lupromax

Berita Terbaru

NTB Terkini

Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:41