Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan - Koran Mandalika

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik

Jakarta, 21 Juli 2026 –
Komisi B DPRD DKI Jakarta
melakukan peninjauan lapangan
ke dua fasilitas operasional PAM JAYA, yaitu
Distribution Center (DC) Pondok Kopi,
Jakarta Timur dan DC Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan
untuk melihat secara langsung pengelolaan Non Revenue
Water (NRW)
atau air yang telah diproduksi namun belum seluruhnya tercatat sebagai
air berekening.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh
beserta anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Rombongan diterima langsung
oleh Direktur Utama PAM JAYA Arief
Nasrudin beserta jajaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam peninjauan tersebut, Komisi B melihat proses
pengelolaan jaringan distribusi, pemantauan kebocoran, hingga berbagai upaya
yang dilakukan PAM JAYA dalam menekan angka NRW sebagai bagian dari peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh,
mengatakan bahwa kegiatan peninjauan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai
pengelolaan NRW. Menurutnya, NRW tidak hanya berkaitan dengan kebocoran
pipa, tetapi juga mencakup aspek konsumsi
resmi yang belum
berekening, kehilangan komersial, hingga kehilangan fisik pada jaringan distribusi.

Baca Juga :  Kepatihan Management Gandeng KREEN Indonesia: Revolusi Sistem Penjurian di Dunia Pageant Kalimantan Barat

“Melalui peninjauan ini, kami mendapat pemahaman yang lebih
utuh mengenai Non Revenue Water (NRW). Penanganannya tentu membutuhkan
investasi dan dilakukan secara bertahap, mulai
dari perbaikan jaringan
pipa, percepatan sambungan
rumah agar air yang sudah
tersedia dapat segera dimanfaatkan masyarakat, hingga penguatan fungsi
reservoir sebagai cadangan pasokan air. Kami berharap upaya-upaya ini dapat
terus didorong sehingga pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta
semakin optimal,” ujar Nova.

Secara sederhana, Non Revenue Water
(NRW)
merupakan selisih antara
jumlah air yang diproduksi dengan air yang tercatat
sebagai pemakaian pelanggan. Kondisi ini dapat terjadi karena dua faktor
utama, yaitu kehilangan air secara fisik,
seperti kebocoran pada jaringan pipa, sambungan, maupun
reservoir, serta kehilangan secara nonfisik, seperti ketidakakuratan meter air,
penggunaan air yang belum tercatat sebagai rekening, maupun kesalahan dalam
pencatatan data.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa angka NRW tidak dapat dilihat hanya dari besarnya persentase semata, tetapi
juga harus dipahami seiring dengan pertumbuhan sistem penyediaan air minum yang
terus berkembang.

“Saat ini cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82,33% dengan panjang
jaringan pipa sekitar 13.078
kilometer. Artinya, semakin
luas jaringan yang dibangun dan semakin
besar volume air yang kami distribusikan, maka tantangan dalam mengelola NRW
juga semakin besar. Karena itu, upaya penurunan NRW tidak hanya dilakukan
melalui perbaikan kebocoran, tetapi juga melalui penguatan sistem,
digitalisasi, serta pengelolaan jaringan secara lebih efektif,” ujar
Arief.

Baca Juga :  Muslim AI Companion: Buatan Indonesia yang Dipakai di Amerika

Arief juga menjelaskan bahwa tidak seluruh air yang masuk
dalam perhitungan NRW berarti hilang atau terbuang. Pada saat PAM JAYA membangun jaringan baru, reservoir, maupun infrastruktur distribusi lainnya,
sebagian volume air masih berada
di dalam pipa atau fasilitas tersebut sebagai
bagian dari proses pengisian sistem. Air tersebut belum tercatat sebagai air
berekening pada periode yang sama karena belum seluruhnya mengalir hingga ke
pelanggan.

“Jadi, tidak
semua air yang belum tercatat sebagai pendapatan berarti hilang. Sebagian masih
tersimpan di jaringan dan infrastruktur baru yang sedang diisi sebelum akhirnya
dialirkan kepada pelanggan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses
pengembangan layanan yang memang perlu dipahami secara utuh,” tambah
Arief. 

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat
semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator
penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi
dan perbaikan kebocoran,
penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga
penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara
optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terbaru