Dosen BINUS University Tampilkan Isu Urban Indonesia di Ajang Seni Internasional - Koran Mandalika

Dosen BINUS University Tampilkan Isu Urban Indonesia di Ajang Seni Internasional

Senin, 9 Maret 2026 - 10:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Philadelphia, 2026 – Karya dosen BINUS University kembali menembus panggung seni internasional. Adi Sundoro, dosen Visual Communication Design – New Media BINUS University, terpilih sebagai salah satu pemenang pameran tunggal dalam ajang 100th ANNUAL International Competition yang diselenggarakan oleh The Print Center, Philadelphia, Amerika Serikat.

Kompetisi ini merupakan salah satu ajang seni tertua dan paling bergengsi di Amerika Serikat. Dari 725 seniman internasional yang mendaftar, hanya 10 finalis yang terpilih, dan Adi Sundoro menjadi salah satu diantara tiga terbaik yang mendapatkan kesempatan pameran tunggal. Ajang ini dikurasi oleh para profesional ternama dunia seni, termasuk perwakilan dari Hauser & Wirth, Gagosian, dan Printed Matter, Inc. Hal ini menegaskan posisi kompetisi tersebut sebagai platform global bagi seniman yang mendorong batas praktik fotografi dan seni grafis kontemporer.

Mengangkat Fenomena Urban Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pameran bertajuk Seeking into The Folds, Adi Sundoro menghadirkan instalasi berbasis media kertas yang terinspirasi dari fenomena keseharian di Indonesia: penggunaan dokumen rahasia sebagai pembungkus gorengan oleh pedagang kaki lima.

Baca Juga :  Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

Menurutnya, fenomena ini bukan sekadar praktik daur ulang biasa, melainkan gambaran kebocoran data di tingkat akar rumput yang terjadi tanpa disadari. “Dalam dunia seni rupa kontemporer hari ini kita dituntut untuk terus bereksplorasi serta berinovasi agar dapat menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman. Karya seni tidak lagi hanya berbicara soal keindahan visual semata. Ia harus memiliki artikulasi yang jelas terhadap isu yang dibawanya,” ujar Adi Sundoro.

Ia juga menambahkan bahwa melalui era keterbukaan informasi saat ini, seni rupa memiliki peluang besar untuk bekerja lintas disiplin dan merespons persoalan sosial secara kritis. “Bagi sebagian orang, data pada bungkus gorengan mungkin hanya dianggap informasi biasa. Namun saya bertanya, apa yang terjadi jika data tersebut jatuh ke tangan yang salah? Di situlah seni bisa menjadi medium refleksi sekaligus kritik,” tambahnya. Karya-karya tersebut mengolah ulang teks resmi, tanda tangan, stempel, dan berbagai elemen dokumen menjadi instalasi dan karya cetak yang merepresentasikan semangat zaman hari ini.

Baca Juga :  Kucing Pipis Sembarangan di Rumah Jadi Tanda Kucing Birahi

Keterlibatan Adi Sundoro dalam ajang internasional ini menegaskan komitmen BINUS University dalam mendorong dosen dan sivitas akademika untuk aktif berkontribusi di level global. Keikutsertaan dosen DKV New Media BINUS University dalam kompetisi internasional bergengsi menjadi bukti bahwa kualitas akademisi Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di panggung dunia. Hal ini sekaligus memperkuat posisi BINUS University sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga dalam praktik kreatif dan inovasi lintas disiplin.

Melalui capaian ini, BINUS University berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong untuk berani mengeksplorasi gagasan, mengangkat isu lokal ke tingkat global, serta menjadikan karya sebagai medium dialog internasional.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital
Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya
Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara
Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai
Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026
Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026
Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua
Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:02

Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:03

Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:03

Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto

Berita Terbaru