Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah - Koran Mandalika

Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia berpeluang mengalami penguatan dalam jangka pendek setelah sebelumnya berada dalam tekanan, seiring munculnya indikasi pembalikan arah yang semakin jelas pada pergerakan teknikal. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 kini menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh sinyal-sinyal teknikal yang mengarah pada potensi rebound harga.

Dalam beberapa sesi terakhir, harga emas sempat mencoba menembus area support di level 4.489 dolar AS. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dipertahankan dan justru menghasilkan kondisi false break. Kegagalan untuk melanjutkan penurunan ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan jual mulai melemah. Setelah itu, harga membentuk titik terendah baru (swing low) yang valid, yang menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali muncul di pasar.

Menurut Geraldo Kofit, kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi kenaikan dalam jangka pendek. Struktur harga yang terbentuk juga mengindikasikan pola Double Bottom, yang sering kali menjadi sinyal awal pembalikan tren dari bearish menuju bullish. Pola ini mencerminkan adanya fase akumulasi oleh pelaku pasar, di mana investor mulai memanfaatkan harga rendah sebagai peluang untuk masuk kembali. Dengan terbentuknya pola tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di sekitar level 4.622 dolar AS.

Dukungan terhadap potensi penguatan ini juga datang dari indikator teknikal, khususnya stochastic yang menunjukkan adanya Bullish Divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga mencetak level rendah baru, tetapi indikator justru menunjukkan pergerakan yang berlawanan. Divergensi ini menandakan bahwa momentum penurunan mulai melemah, sehingga membuka peluang terjadinya pembalikan arah. Dalam konteks saat ini, sinyal tersebut memperkuat proyeksi bahwa harga emas berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga didukung oleh meningkatnya kembali permintaan terhadap aset safe haven. Meskipun tekanan global sempat mereda, ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kondisi ini membuat investor tetap mempertahankan eksposur terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian tersebut.

Selain itu, pelemahan sementara dolar AS turut memberikan dorongan bagi harga emas. Setelah mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir, dolar mulai mengalami koreksi akibat aksi profit taking dari pelaku pasar. Melemahnya dolar membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor global, sehingga mendorong kenaikan permintaan dalam jangka pendek.

Pasar juga mulai mempertimbangkan kemungkinan perubahan sikap dari Federal Reserve ke arah yang lebih dovish, terutama jika data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Ekspektasi ini memberikan sentimen positif tambahan bagi emas, karena kebijakan suku bunga yang lebih longgar cenderung meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga :  PTPP Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Lewat Proyek Strategis Bendungan Manikin di NTT

Di sisi lain, tekanan jual yang sebelumnya cukup kuat kini mulai berkurang setelah harga gagal melanjutkan penurunan di bawah level support penting. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa area tersebut merupakan zona pertahanan yang kuat bagi harga emas. Ditambah dengan munculnya sinyal teknikal seperti Double Bottom dan Bullish Divergence, peluang terjadinya technical rebound semakin terbuka.

Dengan mempertimbangkan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek, dengan target utama di area 4.622 dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga, termasuk dinamika dolar AS dan kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, strategi investasi yang disiplin dan berbasis analisis tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Finance Sambangi Jayapura Lewat BRI Consumer Expo 2026 dengan Beragam Penawaran Pembiayaan
Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah
Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi
WSBP Tingkatkan Kontribusi dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional, Dorong Penguatan Kinerja Perusahaan
Menko Pangan Resmikan PSEL, SUCOFINDO Dukung Kesiapan Teknis Pengolahan Sampah menjadi Energi
5 Perkembangan Robotika Indonesia 2026 untuk Industri
Drone Delivery Indonesia: Regulasi, Peluang, dan Tantangan
Penanggulangan Bencana Lebih Cepat dengan Drone

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:27

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:10

Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:27

Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:10

Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 05:24

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Akses Air Bersih, PTPN IV PalmCo dan Polres Langkat Bangun Sumur Bor bagi Masyarakat

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:59

BRI Finance Permudah Kepemilikan Mobil Baru Lewat KKB dengan Bunga Mulai 3,97%

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:39

AnyMind Group perluas jangkauan Live Commerce di Indonesia dengan meresmikan studio Bintaro Hub

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:06

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Berita Terbaru