Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga - Koran Mandalika

Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan risiko inflasi, membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga.

Pasar keuangan global memasuki fase yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Wall Street menutup pekan perdagangan di zona merah, dengan pelemahan pada indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average. Kondisi ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang kini lebih fokus pada peningkatan risiko global dibanding sekadar data ekonomi.

Sejak eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari, tekanan jual terjadi secara konsisten di pasar saham. Penurunan indeks yang berlangsung hingga empat minggu berturut-turut serta pergerakan di bawah level teknikal penting, seperti rata-rata 200 hari, menunjukkan pasar tengah memasuki fase risk-off yang lebih dalam. Investor mulai melakukan penyesuaian harga (repricing) terhadap risiko geopolitik yang meningkat tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu faktor utama yang mendorong perubahan ini adalah gangguan pada rantai pasok energi global. Ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz—jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia—meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan suplai. Dalam banyak kasus historis, gangguan di wilayah ini sering diikuti lonjakan harga minyak yang signifikan serta volatilitas pasar energi yang tinggi.

Baca Juga :  GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

Kenaikan harga energi tersebut berpotensi memicu tekanan inflasi baru secara global. Berbeda dengan inflasi berbasis permintaan yang sebelumnya mulai mereda, inflasi akibat kenaikan harga energi cenderung lebih sulit dikendalikan. Risiko efek lanjutan (second-round effect) juga meningkat, di mana kenaikan biaya produksi dapat mendorong harga barang dan jasa secara lebih luas.

Dampak langsung dari kondisi ini terlihat pada ekspektasi kebijakan moneter. Federal Reserve kini menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan potensi inflasi yang kembali meningkat, ruang untuk pemangkasan suku bunga menjadi semakin terbatas. Pasar pun mulai mengadopsi skenario “higher for longer”, di mana suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama dari yang sebelumnya diharapkan.

Di sisi geopolitik, ketidakpastian semakin meningkat seiring belum jelasnya arah resolusi konflik. Pernyataan dari Donald Trump terkait potensi negosiasi dengan Iran belum diikuti perkembangan signifikan di lapangan. Aktivitas militer yang masih berlangsung serta peningkatan pengerahan pasukan menunjukkan bahwa risiko eskalasi tetap tinggi.

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik AS. Data sentimen konsumen mulai menunjukkan pelemahan, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian rumah tangga di tengah tekanan harga energi. Jika tren ini berlanjut, konsumsi domestik yang menjadi pilar utama ekonomi AS berpotensi melambat.

Baca Juga :  Monthly Close Strategy: Cara Mengamankan Profit dan Mengaudit Kinerja Trading Akhir Bulan

Sementara itu, pasar tenaga kerja masih relatif solid dengan tingkat klaim pengangguran yang rendah. Namun kondisi ini juga berpotensi memperlambat proses penurunan inflasi, sehingga memperkuat alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di tengah dinamika global yang kompleks ini, investor perlu memantau pergerakan pasar secara lebih cermat. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini dapat diakses melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor Indonesia untuk memantau dan berinvestasi di berbagai instrumen global dalam satu aplikasi yang praktis.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, serta telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, aset pengguna juga dilindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman. Informasi lebih lanjut tersedia di www.nanovest.io, dan aplikasi Nanovest dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Masuk Top Broker ICDX, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading Populer di Indonesia
INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus
Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah
Bitcoin Menguat, Bittime Soroti Aktivitas Futures di Tengah Sentimen Fed dan CLARITY Act
Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:02

Masuk Top Broker ICDX, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading Populer di Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 11:02

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

Rabu, 23 September 2026 - 10:02

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Rabu, 23 September 2026 - 09:02

Bitcoin Menguat, Bittime Soroti Aktivitas Futures di Tengah Sentimen Fed dan CLARITY Act

Rabu, 23 September 2026 - 08:02

PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar

Rabu, 23 September 2026 - 08:02

Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”

Selasa, 22 September 2026 - 20:02

PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Berita Terbaru

Teknologi

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:02