Didorong Sentimen Global, Harga Emas Siap Lanjutkan Kenaikan - Koran Mandalika

Didorong Sentimen Global, Harga Emas Siap Lanjutkan Kenaikan

Kamis, 9 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada hari Kamis, 9 April 2026 diperkirakan masih memiliki peluang untuk kembali naik, meskipun sebelumnya sempat mengalami fase penurunan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, harga emas saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dan berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat mengalami koreksi atau penurunan sementara. Namun kini, pergerakan harga terlihat mulai tertahan di area penting yang berfungsi sebagai penopang. Selama harga mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali naik dinilai masih cukup besar.

Saat ini, harga emas juga sedang berusaha membentuk titik terendah baru yang lebih kuat sebagai dasar untuk naik kembali. Level di sekitar 4.698 menjadi area yang cukup krusial untuk diperhatikan. Jika harga tidak turun lebih jauh dari titik ini, maka kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk ke pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apabila momentum kenaikan terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi naik ke kisaran 4.799 dalam waktu dekat. Bahkan, jika dorongan beli semakin kuat, bukan tidak mungkin harga akan melanjutkan kenaikan hingga ke level berikutnya di sekitar 4.858. Level-level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat arah pergerakan emas selanjutnya.

Baca Juga :  KAI Manfaatkan Energi Surya, Hemat Hingga Rp2,5 Miliar dan Kurangi 1.400 Ton Emisi CO₂ per Tahun

Dari sisi global, kondisi fundamental juga turut mendukung peluang kenaikan harga emas. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan mulai menurunkan suku bunga. Hal ini biasanya terjadi ketika inflasi mulai terkendali atau menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Jika suku bunga turun, maka emas akan menjadi lebih menarik bagi investor. Pasalnya, emas tidak memberikan bunga seperti instrumen keuangan lainnya. Ketika bunga rendah, investor cenderung beralih ke emas sebagai alternatif investasi yang lebih aman.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut memberikan dorongan bagi harga emas. Ketika imbal hasil turun, biaya untuk memegang emas menjadi lebih ringan, sehingga minat investor terhadap logam mulia ini meningkat.

Baca Juga :  Tetap Tenang di Akhir Bulan: Tips Keuangan Walau Belum Gajian

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pergerakan dolar AS. Jika dolar melemah, harga emas biasanya akan naik karena menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain. Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan mendorong harga lebih tinggi.

Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, emas tetap menjadi salah satu aset yang banyak diminati. Investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka, dan emas sering menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa peluang kenaikan harga emas masih cukup terbuka untuk saat ini. Selama harga mampu bertahan di area penting yang menjadi penopang, arah pergerakan diperkirakan masih cenderung naik.

Meski begitu, pergerakan harga emas tetap bisa mengalami naik turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta level-level penting yang dapat memengaruhi arah harga emas ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:02

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58