Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali - Koran Mandalika

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

Selasa, 14 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

Program Maharasa Gastronomy Experience diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh pada 13 April 2026 sebagai kelanjutan dari rangkaian sebelumnya di Candi Ijo, dengan mengangkat konsep eco-teologi Bali yang berakar pada Pantun Masa Padi Taun. Sebanyak 26 peserta dari Indonesia dan mancanegara mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup ritual penyucian, eksplorasi tradisi agraris, hingga Maharasa Dining Experience yang menekankan praktik makan berkesadaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan dan alam. Rangkaian acara ditutup dengan mengajak peserta menjadi saksi ritual sakral Sang Hyang Jaran Gading.

Karangasem, Bali — Program Maharasa Gastronomy Experience diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh pada 13 April 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Maharasa sebelumnya yang digelar di Candi Ijo pada Desember 2025.

Pada penyelenggaraan kali ini, Maharasa mengangkat konsep eco-teologi Bali yang berakar pada praktik ritual Pantun Masa Padi Taun, yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Filosofi ini tercermin dalam kehidupan agraris masyarakat Bali, di mana petani memuliakan sawah sebagai ruang hidup, serta menghormati Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Beras, dalam konteks ini, dipandang bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari proses sakral yang sarat nilai spiritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Papag Segehan sebagai bentuk penyucian awal bagi peserta. Selanjutnya, peserta menyaksikan atraksi Ngoncang yang dibawakan oleh perempuan desa setempat. Atraksi ini merepresentasikan ungkapan syukur dan kebahagiaan petani perempuan pascapanen melalui gerak ritmis dan ekspresi komunal yang mencerminkan keterhubungan erat dengan alam.

Baca Juga :  SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

Peserta kemudian mengikuti prosesi Melukat, yakni ritual pembersihan diri secara spiritual menggunakan air suci. Ritual ini dimaknai sebagai upaya penyelarasan antara tubuh, pikiran, dan energi spiritual sebelum memasuki rangkaian pengalaman berikutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Sang Hyang Dedari untuk memahami sejarah serta praktik ritual yang berkembang di desa tersebut. Peserta juga diajak menyusuri area persawahan sambil mengamati padi lokal jenis taun. Dalam sesi ini, Nyoman Subrata selaku Jero Bandesa Adat Geriana Kauh memaparkan sembilan tahapan ritual pertanian yang masih dijalankan masyarakat, mulai dari sebelum masa tanam hingga pascapanen.

Memasuki malam hari, sebanyak 26 peserta mengikuti Maharasa Dining Experience. Sesi ini mengedepankan praktik mindfulness dalam pengolahan dan penyajian makanan, termasuk tata cara makan dan minum secara berkesadaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan, alam, dan sumber pangan.

Dalam rangkaian ini, turut hadir perwakilan Bupati Karangasem, I Made Agus Budiyasa (Asisten II Pemkab. Karangasem) dan Ida Bagus Made Gunawan (Samsara Living Museum) yang memberikan pemaparan mengenai konsep Kanda Pat. Konsep ini merujuk pada empat saudara spiritual yang dipercaya menyertai manusia sejak dalam kandungan hingga akhir kehidupan. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Kanda Pat tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi juga diimplementasikan dalam praktik keseharian, termasuk dalam etika makan. Aktivitas makan dipandang sebagai tindakan sakral yang melibatkan kesadaran penuh, di mana manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghormati dimensi spiritual yang menyertainya melalui sikap hening, rasa syukur, dan persembahan.

Baca Juga :  MOOLAHGO BERMITRA DENGAN BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK MEMUDAHKAN PEMBAYARAN IURAN JAMINAN SOSIAL BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Setelah rangkaian santap malam, peserta menyaksikan ritual sakral Sang Hyang Jaran Gading. Ritual ini menampilkan kondisi trans sebagai media spiritual yang dipercaya memiliki fungsi perlindungan serta menjaga keseimbangan energi dalam kehidupan masyarakat.

Maharasa dihadirkan sebagai upaya mereaktualisasi nilai-nilai leluhur Nusantara melalui pendekatan gastronomi. Program ini mendorong refleksi atas peran budaya dalam membangun hubungan yang lebih selaras antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Banyak sekali hal baru yang dipelajari. Di Maharasa dan desa ini, kita melihat Bali dari sisi yang berbeda. Ini sangat menyentuh. Alamnya, orang-orangnya, dan budayanya, inilah Bali yang sesungguhnya,” ujar Winnie, peserta Maharasa asal Singapura.

Ke depan, kegiatan serupa Maharasa direncanakan akan terus diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh untuk memastikan budaya terus dilestarikan dan masyarakat luas dapat belajar dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari nilai spiritual, praktik hidup berkesadaran, hingga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan dan bermakna di masa kini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis
Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:02

India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

Rabu, 4 November 2026 - 20:02

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India

Rabu, 4 November 2026 - 20:02

Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026

Rabu, 4 November 2026 - 20:02

Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)

Rabu, 4 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan

Rabu, 4 November 2026 - 18:02

Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan

Rabu, 4 November 2026 - 18:02

Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”

Rabu, 4 November 2026 - 17:02

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terbaru